18, 2026
Nasional

ISPA di Pandeglang Naik Imbas Abu Anak Krakatau, Terkini Ada 2.107 Kasus

Dinkes Pandeglang mencatat ada 2.107 orang yang terjangkit ISPA. Angka tersebut meningkat imbas adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

ISPA di Pandeglang Naik Imbas Abu Anak Krakatau, Terkini Ada 2.107 Kasus

ISPA di Pandeglang Naik Imbas Abu Anak Krakatau, Terkini Ada 2.107 Kasus

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami peningkatan signifikan beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan Pandeglap melaporkan adanya 2.107 kasus ISPA yang tercatat hingga pekan ini. Peningkatan kasus ini diduga berhubungan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mengeluarkan abu vulkanik secara terus-menerus.

Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, drg. H. Rudi Hartono, mengatakan bahwa peningkatan kasus ISPA sesungguhnya merupakan hal biasa di musim penghujan. Namun, tahun ini ada peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Pada musim penghujan seperti ini, memang biasa kita lihat peningkatan ISPA. Tapi tahun ini kita lihat ada peningkatan yang lebih signifikan. Ini diduga juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mengeluarkan abu," ujar Rudi saat ditemui di kantornya, Kamis (23/11).

Penyebab Peningkatan Kasus

Rudi menjelaskan bahwa abu vulkanik yang keluar dari Gunung Anak Krakatau mengandung partikel-partikel halus yang jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan. Kondisi ini menjadi lebih buruk ketika digabungkan dengan polusi udara di musim penghujan yang cenderung lembab.

Dampak pada Masyarakat

Peningkatan kasus ISPA ini terutama dirasakan oleh anak-anak dan lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah. Beberapa sekolah di wilayah terdampak bahkan melaporkan adanya beberapa siswa yang absen karena terkena ISPA.

"Kita sudah meminta para kepala sekolah untuk lebih waspada. Jika ada siswa yang terindikasi terkena ISPA, segera diisolasi agar tidak menularkan ke teman lainnya. Selain itu, kita juga mengimbau orang tua untuk segera membawa anaknya ke puskesmas atau rumah sakit jika gejalanya tidak kunjung membaik," jelas Rudi.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan obat-obatan di puskesmas-puskesmas dan puskesmas pembantu untuk menangani peningkatan kasus ISPA ini. Selain itu, tim kesehatan juga turun ke masyarakat untuk melakukan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama di musim penghujan.

Langkah Pencegahan yang Dilakukan

Untuk mencegah penyebaran ISPA, Dinas Kesehatan Pandeglang melakukan beberapa langkah preventif. Pertama, melakukan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Kedua, membagikan masker di titik-titik keramaian dan wilayah yang terkena abu vulkanik. Masker ini dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari partikel-partikel halus yang dapat menimbulkan ISPA.

Ketiga, melakukan pemantauan kesehatan secara rutin di puskesmas-puskesmas, terutama di wilayah yang memiliki kasus ISPA tinggi. Jika ditemukan peningkatan kasus yang signifikan, pihaknya akan segera melakukan intervensi.

Upaya Masyarakat

Warga di beberapa wilayah terdampak mengaku sudah melakukan beberapa langkah pencegahan. Salah satunya adalah dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area yang terkena abu vulkanik.

Rudi menyebutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA di Pandeglang. Selain itu, ia juga berharap masyarakat dapat bersikap waspada dan menjalankan anjuran pencegahan yang telah diberikan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter