17, 2026
Nasional

Identitas Satu Keluarga Tewas Akibat Tabrakan Beruntun di Kembangan

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Identitas Korban Tabrakan Beruntun di Kembangan Diketahui, Keluarga Awalnya Dirawat di RS Polri

Empat korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di Jalan Raya Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (19/3) malam, telah teridentifikasi. Keempat korban merupakan anggota keluarga yang sedang dalam perjalanan pulang dari kunjungan keluarga.

Kepala Kepolisian Sektor Kembangan Kompol Eko Purnomo mengungkapkan bahwa korban tewas dalam insiden tersebut adalah bapak, ibu, serta dua anaknya. "Keempat korban telah kita identifikasi sebagai keluarga yang bermukim di kawasan Tangerang," ujar Eko dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Senin (20/3).

Kronologi Kecelakaan

Menurut keterangan saksi mata dan hasil olah TKP, kecelakaan bermula sekitan pukul 21.30 WIB saat mobil Toyota Avanza berwarna putih dengan nomor polisi B 1234 XYZ yang dikemudikan bapak korban (45 tahun) melaju dari arah Jakarta menuju Tangerang.

"Kendaraan tersebut diketahui melaju dengan kecepatan melebihi batas karena tidak mampu menikuti tikungan di dekat Pasar Kembangan. Mobil kemudian menabrak pembatas jalan dan tergelincir ke jalur sebaliknya," terang Eko.

Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Vario yang sedang melaju di jalur berlawanan arah ditabrak oleh mobil Avanza yang sudah tidak terkendali. Pengendara sepeda motor (35 tahun) tewas di tempat.

Sementara itu, mobil Avanza terus melaju hingga menabrak truk kontainer yang sedang berhenti di bahu jalan. "Tabrakan beruntun ini mengakibatkan empat orang di dalam mobil Avanza tewas di lokasi, termasuk dua anak-anak berusia 10 dan 15 tahun," jelas Eko.

Evakuasi dan Penanganan Korban

Setelah kejadian, petugas Polsek Kembangan bersama tim medis dari RS Polri langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban. "Kami mendapat laporan warga sekitar pukul 21.45 WIB. Tim kami langsung bergerak ke lokasi dan menemukan empat korban dalam kondisi tidak bernyawa di dalam mobil," kata Eko.

Empat korban keluarga tersebut pertama kali dievakuasi ke RS Polri untuk dilakukan visum. Namun setelah diperiksa, empat korban dinyatakan tewas. "Kami melakukan visum di RS Polri sebelum memindahkan jenazah ke RSUD Kebayoran Barat untuk proses lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, pengendara sepeda motor juga langsung dievakuasi ke RS yang sama namun dinyatakan tewas saat tiba di rumah sakit. "Sementara itu, sopir truk mengalami luka ringan dan sudah kami periksa," tambah Eko.

Proses Penyelidikan

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Barat AKBP Budi Santoso mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan. "Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa rekaman CCTV sekitar lokasi kejadian," ujar Budi.

Menurut Budi, dari hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan diduga disebabkan kelalaian pengemudi mobil Avanza yang kelebihan kecepatan. "Faktor kelebihan kecepatan dan kondisi jalan yang sedikit berkelok diduga menjadi pemicu utama kecelakaan ini," katanya.

Polisi juga telah menyita mobil Avanza dan sepeda motor sebagai barang bukti. Truk kontainer yang ditabrak juga diperiksa untuk mengetahui apakah ada kesalahan dalam parkir yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Imbauan Kepada Pengendara

AKBP Budi Santoso mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas. "Kita imbau para pengendara untuk tidak melaju dengan kecepatan berlebihan, terutama di tikungan dan daerah padat penduduk," kata Budi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan selalu fokus saat mengemudi. "Jangan menggunakan telepon seluler saat mengemudi karena dapat mengganggu konsentrasi dan berisiko menimbulkan kecelakaan," tambahnya.

Insiden kecelakaan beruntun di Kembangan ini menjadi peringatan bagi seluruh pengendara untuk lebih waspada dalam berkendara, terutama pada malam hari ketika kondisi cahaya kurang optimal dan risiko kecelakaan cenderung meningkat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter