24, 2026 ID
Kalimantan Barat

Hotspot Kalbar Turun Jadi 28 Titik, Menteri Kehutanan Pastikan Penanganan

Penurunan Hotspot Belum Menghilangkan Kabut Asap di KalbarMenteri Kehutanan mengklaim jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat (Kalbar) turun signifikan menjadi 28 titik. Meski angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pekan-

Hotspot Kalbar Turun Jadi 28 Titik, Menteri Kehutanan Pastikan Penanganan

Penurunan Hotspot Belum Menghilangkan Kabut Asap di Kalbar

Menteri Kehutanan mengklaim jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat (Kalbar) turun signifikan menjadi 28 titik. Meski angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya, kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di provinsi ini belum sepenuhnya hilang dan masih mengganggu aktivitas warga.

Penurunan hotspot tersebut dinilai sebagai hasil dari upaya pemadaman darat dan udara yang terus digencarkan. Satgas karhutla di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota disebut masih siaga penuh, termasuk patroli terpadu dan pembasahan lahan gambut yang rawan terbakar. Namun, sejumlah titik dengan status panas masih terpantau di beberapa kabupaten, sehingga potensi kebakaran meluas tetap menjadi perhatian.

Bagi warga Kalbar, kabut asap yang belum hilang berarti risiko kesehatan masih mengintai. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan meningkat di sejumlah puskesmas, terutama di wilayah yang paling terdampak. Dinas kesehatan mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di area terbuka, serta memperbanyak konsumsi air putih. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil diminta lebih waspada.

Gangguan juga dirasakan di sektor transportasi. Kabut asap yang pekat sempat menurunkan jarak pandang di sejumlah bandara dan jalur sungai, memicu keterlambatan penerbangan serta pelayaran. Sebagian sekolah di daerah terdampak juga pernah mengambil kebijakan belajar dari rumah agar siswa terhindar dari paparan asap berkepanjangan.

Pemerintah daerah berharap musim hujan segera tiba untuk mempercepat proses pemulihan kualitas udara. Meski hotspot berkurang, para petugas tetap diminta tidak lengah karena lahan gambut di Kalbar dapat menyimpan bara dalam waktu lama dan berpotensi kembali memicu kebakaran saat cuaca kering. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan telah diatur tegas.

Menhut menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan hingga kondisi benar-benar pulih. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, diharapkan kabut asap di Kalbar segera sirna dan aktivitas warga kembali normal. Penanganan yang konsisten dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang pada musim kemarau mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag