Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Kosmopolitan Berkarakter Kuat di ORDIK UM Surabaya
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, menghadiri acara Orientasi dan Pengenalan Lingkungan Kampus (ORDIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya memberikan arahan penting kepada mahasiswa baru untuk menjadi generasi kosmopolitan yang memiliki karakter kuat.
Kehadiran Wamendagri di ORDIK UM Surabaya menunjukkan dukungan pemerintah terhadap proses pendidikan khususnya di perguruan tinggi. Bima Arya menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan perlu memiliki pandangan yang luas dan tidak terbatas pada lingkungannya semata.
"Generasi muda saat ini harus menjadi generasi kosmopolitan. Artinya, mereka harus mampu berpikir secara global tetapi bertindak lokal. Mereka harus memahami isu-isu global tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat," ujar Bima Arya dalam sambutannya.
Peran Perguruan Tinggi dalam Membentuk Karakter Mahasiswa
Bima Arya menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa. Menurutnya, universitas tidak hanya tempat untuk mengasah intelektualitas, tetapi juga tempat untuk menumbuhkan nilai-nilai luhur dan karakter yang kuat.
"Universitas harus menjadi tempat di mana mahasiswa tidak hanya belajar mata pelajaran akademik, tetapi juga belajar tentang keberagaman, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Itu yang akan membentuk karakter mereka," tambahnya.
Rektor UM Surabaya, Prof. Dr. H. M. Nasih, S.H., M.Hum., menyambut baik arahan dari Wamendagri. Ia menyatakan bahwa universitas telah berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.
"Kami berterima kasih kepada Wamendagri yang telah memberikan motivasi kepada mahasiswa baru. Ini akan menjadi penguat bagi kami dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam membentuk karakter lulusan," ujar Nasih.
Generasi Muda dan Tantangan Global
Dalam pidatonya, Bima Arya juga mengingatkan mahasiswa tentang tantangan global yang dihadapi generasi mereka. Dalam era digital dan globalisasi, mahasiswa perlu bersiap menghadapi berbagai isu kompleks mulai dari perubahan iklim hingga transformasi ekonomi digital.
Wamendagri juga berbagi pengalamannya saat menjabat sebagai Walikota Bogor. Ia menekankan pentingnya integritas dan dedikasi dalam mengabdi kepada masyarakat.
"Menjadi pemimpin itu bukan tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab. Saya berharap mahasiswa di sini dapat memahami bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka. Mereka harus siap untuk memimpin dengan integritas dan dedikasi tinggi," tambah Bima Arya.
Tanggapan Mahasiswa dan Program yang Dihadirkan
Salah satu mahasiswa baru, Fitri Handayani, mengaku terinspirasi dengan arahan dari Wamendagri. Ia berharap dapat mengembarkan diri menjadi mahasiswa yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga peduli pada isu sosial.
"Akan menjadi tantangan bagi saya untuk menggabungkan keingintahuan global dengan tanggung jawab lokal. Saya berharap dapat belajar banyak selama berada di UM Surabaya," ujar Fitri.
ORDIK UM Surabaya tahun ini diikuti oleh sekitar 2.000 mahasiswa baru dari berbagai fakultas. Selain orasi Wamendagri, acara ini juga menyajikan berbagai rangkaian kegiatan seperti seminar motivasi, pelatihan kepemimpinan, dan pengenalan budaya kampus.
Ketua Panitia ORDIK UM Surabaya, Dr. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa selain persiapan akademik, ORDIK juga bertujuan untuk membangun solidaritas dan persahabatan di antara mahasiswa baru.
"Kami ingin mahasiswa baru merasa diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar UM Surabaya. Melalui berbagai kegiatan ini, kami harap mereka dapat memulai perjalanan studi dengan semangat dan persiapan yang matang," kata Fauzi.
Dengan arahan dari Wamendagri, diharapkan mahasiswa UM Surabaya dapat menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan pandangan kosmopolitan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Komentar (0)