18, 2026
Teknologi

GPS di Amerika Mendadak Melenceng 10 Meter, Belum Pernah Seperti Ini

GPS selama ini menjadi salah satu teknologi yang nyaris tak terasa keberadaannya. Begitu kacau, barulah kita menyadarinya.]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

GPS di Amerika Mendadak Melenceng 10 Meter, Belum Pernah Seperti Ini

GPS di Amerika Mendadak Melenceng 10 Meter, Kejadian Langka Terjadi

Peristiwa langka terjadi pada sistem Global Positioning System (GPS) Amerika Serikat pada pekan lalu. Sistem navigasi satelit yang menjadi tulang punggung navigasi modern di seluruh dunia mengalami deviasi mencapai 10 meter, jauh lebih signifikan dari biasanya. Insiden ini mengejutkan para ahli dan pengguna GPS karena tingkat akurasi sistem yang umumnya sangat tingkatinya tiba-tiba menurun drastis.

Deviasi GPS ini terdeteksi pada Selasa (21/3) lalu dan berlangsung selama sekitar 12 jam. Menurut laporan dari National Space-Based Positioning, Navigation, and Timing (PNT) Advisory Board, sistem GPS mengalami "kelainan teknis" yang menyebabkan posisi yang ditampilkan memiliki ketidakakuratan hingga 10 meter. Untuk sistem yang biasanya memiliki akurasi dalam jangkauan meteran bahkan sentimeter, kondisi ini dianggap sangat tidak wajar.

Dampak pada Berbagai Sektor

Dampak dari gangguan GPS ini dirasakan di berbagai sektor yang bergantung pada navigasi satelit. Pilot pesawat terbang melaporkan gangguan pada sistem navigasi kokpit, meskipun pilot tetap dapat menggunakan navigasi alternatif. Industri transportasi darat juga mengalami kesulitan, dengan beberapa layanan ride-sharing dan aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Apple Maps menampilkan posisi pengguna yang tidak akurat.

Sektor pertanian yang menggunakan sistem GPS presisi untuk penanaman dan panen tepat juga terdampak. Petani yang mengandalkan sistem traktor dan mesin pertanian otonom mengalami kebingungan karena arahan yang diberikan tidak sesuai dengan lokasi sebenarnya. "Kita kehilangan presisi yang sangat penting untuk operasional harian," kata sepetani dari Nebraska yang tidak mau disebutkan namanya.

Bahkan industri keamanan dan militer yang merupakan pengguna utama GPS juga mengalami dampak. Meskipun tidak ada laporan insiden serius, adanya deviasi pada sistem navigasi dianggap potensi ancaman yang serius jika terjadi dalam situasi darurat.

Penyebab Masih Diselidiki

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) dan Badan Pengendalian Ruang Angkasa (Space Force) segera menyelidiki penyebab gangguan ini. Awalnya, dugaan awal menunjukkan adanya masalah pada satelit GPS tertentu yang berada di orbit geostasioner.

"Kami mendeteksi adanya anomali pada sinyal yang dipancarkan oleh Satelit Navstar 22, salah satu satelit dalam konstelasi GPS," kata juru bicara Space Force, Jenderal James Dickinson, dalam konferensi pers. "Tim teknis kami segera bekerja untuk mengisolasi masalah dan memulihkan fungsi normal sistem."

Selama investigasi berlangsung, Space Force mengaktifkan protokol darurat dengan memanfaatkan satelit cadangan untuk meminimalkan dampak pada pengguna. "Kami memindahkan beban kerja ke satelit cadangan untuk memastikan layanan tetap tersedia bagi semua pengguna," tambah Dickinson.

Riwayat Gangguan GPS

Ini bukan kali pertama sistem GPS mengalami gangguan. Sejak pertama kali dioperasikan pada tahun 1978, sistem ini telah mengalami berbagai masalah teknis dan gangguan. Namun, deviasi sebesar 10 meter termasuk yang paling signifikan dalam dekade terakhir.

Pada tahun 2019, GPS mengalami gangguan selama empat hari akibat adanya aktivitas matahari yang abnormal. Sementara itu, pada tahun 2020, terjadi gangguan lokal di sekitar Timur Tengah yang diduga disebabkan oleh interferensi sinyal. Namun, gangguan terbaru ini dianggap lebih kompleks karena terjadi pada level sistem yang lebih dalam.

Implikasi Masa Depan

Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai ketergantungan dunia pada sistem GPS. Dengan semakin banyaknya teknologi yang bergantung pada navigasi satelit, potensi gangguan pada sistem dapat memiliki konsekuensi ekonomi dan keamanan yang sangat besar.

Para ahli menyoroti perlunya sistem cadangan dan alternatif yang dapat diandalkan. "Kita perlu mengembangkan sistem PNT (Positioning, Navigation, and Timing) yang lebih robust dan memiliki redundansi tinggi," kata Dr. Sarah Chen, ahli navigasi dari Massachusetts Institute of Technology. "GPS adalah sistem yang luar biasa, tetapi kita tidak boleh mengandalkannya secara eksklusif."

Sebagai langkah preventif, pemerintah Amerika Serikat sedang mempercepat pengembangan sistem navigasi alternatif seperti Enhanced LORAN dan eksplorasi teknologi lain yang kurang rentan terhadap gangguan luar angkasa atau interferensi manusia.

Saat ini, operasi GPS telah kembali normal dengan tingkat akurasi seperti semula. Namun, insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna dan pengembang sistem akan pentingnya persiapan menghadapi potensi gangguan di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter