18, 2026
Teknologi

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini

Kualitas udara Jakarta tidak sehat dengan poin 153. Masyarakat disarankan memakai masker dan menghindari aktivitas luar ruangan untuk kesehatan.]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan bahwa kualitas udara di ibu kita pada pagi hari ini berada di kategori tidak sehat. Berdasar data yang diperoleh dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sejumlah titik di Jakarta, indeks standar polutan udara (ISPU) menunjukkan angka yang melebihi batas aman.

Direktur Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, Hasanuddin mengatakan bahwa kondisi ini terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga saat ini. "Kita melihat di beberapa titik pengukuran, khususnya di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, ISPU-nya sudah berada di angka 150-an yang masuk kategori tidak sehat," ujar Hasanuddin dalam keterangannya, Kamis (15/6).

Penyebab Utama Kualitas Udara Menurun

Menurut Hasanuddin, ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas udara Jakarta menurun drastis pada pagi hari ini. Faktor utama adalah kondisi cuaca yang masih cenderung mendung dan minim angin sehingga polutan tidak terbawa dan menumpuk di udara.

"Selain itu, volume kendaraan bermotor yang masih tinggi pada jam sibuk pagi hari juga berkontribusi besar terhadap peningkatan polutan udara. Emisi gas buang dari kendaraan terutama di ruas-ruas jalan utama menjadi penyumbang utama polusi udara hari ini," jelasnya.

Data SPKU menunjukkan bahwa konsentrasi partikulat matter (PM) 2.5 dan PM 10 yang menjadi parameter utama dalam menilai kualitas udara, telah melampahi ambang batas yang ditetapkan. Partikel-partikel halus ini berpotensi masuk ke sistem pernapasan manusia dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Dampak Terhadap Kesehatan Masyarakat

Dokter spesialis paru-paru dari RSUP Fatmawati, dr. Siti Aminah, menjelaskan bahwa paparan udara tidak sehat dapat berdampak negatif terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang menderita penyakit kronis seperti asma, hipertensi, dan jantung.

"Gejala yang mungkin muncul antara lain iritasi mata, batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Untuk penderita asma, kondisi ini bisa memicu serangan asma. Oleh karena itu, kami sarankan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan saat ini," ujar dr. Siti.

Pihak rumah sakit telah menyiapkan ruang khusus untuk menangani pasien yang mengalami gejala gangguan pernapasan akibat paparan udara tidak sehat. "Kami meminta masyarakat untuk segera berobat jika mengalami gejala yang semakin parah setelah terpapar udara tidak sehat," tambahnya.

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Masalah

Sebagai antisipasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak polusi udara. Salah satunya dengan memperbanyak operasional bus TransJakarta dan Kereta Api Commuter Line (KRL) untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan.

"Kami juga telah mengaktifkan tim pengendali polusi udara yang akan melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan polusi. Selain itu, kami juga akan memperbanyak penyiraman jalan untuk menurunkan partikel debu yang ada di udara," jelas Hasanuddin.

Untuk jangka panjang, Pemerintah Provinsi DKI berencana menambah ruang terbuka hijau dan mempercepat program penerapan Lalu Lintas Terintegrasi (LLT) yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Amanah Masyarakat

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga kualitas udara. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengurangi kegiatan di luar ruangan jika memungkinkan, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar, dan menggunakan transportasi umum atau kendaraan ramah lingkungan.

"Kita juga mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah terutama di area perumahan dan jalan raya. Selain itu, menanam pohon di sekitar lingkungan rumah juga dapat membantu menyerap polutan udara," tambah Hasanuddin.

Untuk memantau perkembangan kualitas udara, masyarakat dapat mengakses informasi melalui aplikasi My Jakarta atau situs resmi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang selalu memperbarui data ISPU di berbagai titik di Jakarta.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter