Geramnya Amran Sampai Minta Kapolri Turun Gunung dan Copot Manajer Ini
Amran, seorang warga biasa yang tiba-tiba menjadi sorotan nasional, mengungkapkan kegeramannya yang luar biasa terkait dugaan penyelewengan dalam sebuah proyek infrastruktur di daerahnya. Kegemuramannya ini mencapai puncaknya hingga ia meminta Kapolri turun gunung dan meminta manajer proyek dicopot dari jabatannya.
Dalam konferensi pers yang digelar secara spontan di depan kantor proyek tersebut, Amran dengan suara bergetar mengungkapkan rasa frustrasinya. "Saya sudah berulang kali melaporkan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek jalan tol ini, tetapi tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang," ujar Amran dengan nada keras.
Menurut Amran, proyek yang seharusnya berlangsung selama dua tahun ini sudah berjalan lebih dari tiga tahun dengan kemajuan yang sangat lambat. Ia menyoroti adanya beberapa indikasi penyelewengan, di antaranya penggunaan material berkualitas di bawah standar, penurunan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, serta adanya pekerjaan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di malam hari.
"Saya sebagai warga pajak merasa sangat dirugikan. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang berkualitas justrah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi," keluh Amran yang didampingi sejumlah warga setempat.
Protes yang Menggema
Aksi protes Amran ini sebenarnya bukan hal baru di lokasi proyek. Sejak beberapa bulan terakhir, sudah ada beberapa kelompok warga yang secara teratur menyampaikan keberatan terkait pelaksanaan proyek ini. Namun, respons yang diberikan oleh pihak kontraktor dan pengawas proyek dinilai tidak memuaskan.
"Kami sudah bertemu dengan manajer proyek beberapa kali. Setiap kali mereka hanya memberikan janji-janji yang tidak jelas waktu pelaksanaannya," kata salah seorang warga yang ikut mendampingi Amran. "Kami tidak mau lagi didiamkan. Infrastruktur ini akan digunakan oleh anak cucu kita, jadi harus dibangun dengan baik dan benar."
Protes yang dilakukan Amran dan warga setempat ini kemudian mendapat perhatian lebih luas setelah video konferensi persnya viral di media sosial. Banyak pihak, termasuk aktivis anti korupsi dan beberapa anggota DPR, mulai menyatakan dukungan terhadap gerakan warga ini.
Permintaan Langsung kepada Kapolri
Yang membuat protes ini semakin menarik perhatian adalah ketika Amran secara langsung meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan secara personal. Ia menilai bahwa penanganan kasus ini di tingkat daerah tidak transparan dan cenderung menutup-nutupi.
"Saya mohon Kapolri Bapak Sigit untuk turun gunung dan langsung memimpin investigasi kasus ini. Kami percaya bahwa hanya dengan adanya intervensi dari tingkat tertinggi Polri, kebenaran akan terungkap," ujar Amran dengan tegas.
Ia juga secara spesifik meminta agar manajer proyek yang menangani kontrak ini dicopot dari jabatannya. Menurut Amran, manajer tersebut telah menjadi penghambat proses investigasi dengan berbagai alasan yang tidak jelas.
"Manajer proyek ini sudah lama terlibat dalam berbagai proyek di daerah ini dan selalu muncul masalah. Kami minta agar ia segera dicopot dan digantikan oleh orang yang jujur dan berkompeten," tambahnya.
Respons Pihak Terkait
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kapolri terkait permintaan Amran. Namun, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari warga dan sedang melakukan verifikasi.
"Kami memahami kekhawatiran warga terkait pelaksanaan proyek ini. Tim dari Satuan Reserse Kriminal sudah melakukan pengumpulan bukti dan akan segera melakukan penyelidikan jika ada indikasi adanya tindak pidana," ujar Yusri.
Di sisi lain, pihak kontraktor yang mengelola proyek tersebut mengaku akan segera melakukan evaluasi internal. "Kami akan melakukan audit internal untuk memastikan semua pelaksanaan proyek sesuai dengan standar dan kontrak yang telah ditandatangani," kata juru bicara perusahaan yang tidak mau menyebutkan namanya.
Dengan demikian, geram Amran dan warga setempat terkait dugaan penyimpangan dalam proyek infrastruktur ini masih menjadi perhatian serius. Mereka berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan nyata dan tidak hanya sekadar memberikan janji-janji kosong.
Komentar (0)