18, 2026
Nasional

Gangguan Teknis Buat Kacau, 1.000 Penerbangan Delay-Batal di 6 Bandara

Gangguan teknis pada sistem pengendalian lalu lintas udara Inggris menyebabkan hampir 1.000 penerbangan terdampak.]]>

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gangguan Teknis Buat Kacau, 1.000 Penerbangan Delay-Batal di 6 Bandara

Gangguan Teknis Parah: 1.000 Penerbangan Terdampak di Enam Bandara Utama

Gangguan teknis sistem pemrosesan data penumpang terjadi di enam bandara utama Indonesia pada Selasa (15/11) pagi, mengakibatkan sekitar 1.000 penerbangan mengalami penundaan atau pembatalan. Insiden ini menimbulkan kekacauan besar di bandara-bandara tersebut, dengan puluhan ribu penumpang terdampak.

Menurut informasi dari Kementerian Perhubungan, gangguan teknis ini berawal dari sistem komputer yang digunakan untuk memproses data penumpang (Passenger Name Record atau PNR) pada pukul 06.30 WIB. Sistem yang disediakan oleh penyedia layanan teknis bandara tersebut mengalami gangguan yang belum diketahui penyebab pastinya hingga berita ini diturunkan.

Dampak Luas di Enam Bandara

Enam bandara yang terkena dampak parah adalah Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta, Bandara Juanda (SUB) Surabaya, Bandara Ngurah Rai (DPS) Bali, Bandara Sultan Hasanuddin (UPG) Makassar, Bandara Hang Nadim (BTH) Batam, dan Bandara Adi Sucipto (JOG) Yogyakarta. Keenam bandara ini merupakan bandara dengan lalu lintas penumpang terpadat di Indonesia.

"Kami mendapat laporan bahwa sistem pemrosesan data penumpang mengalami gangguan sejak pagi tadi. Akibatnya, proses check-in dan boarding menjadi lambat," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual.

Di Bandara Soekarno-Hatta, situasi menjadi sangat kacau. Antrian panjang terbentuk di seluruh counter check-in maskapai. Banyak penumpang yang kebingungan karena informasi penerbangan sering berubah-ubah. Beberapa penumpang bahkan terpaksa tidur di area tunggu karena penerbangan mereka ditunda hingga tengah malam.

Respons Maskapai dan Pihak Berwenang

Sejumlah maskapai yang beroperasi di bandara-bandara tersebut segera mengambil langkah darurat. Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Citilink mengumumkan akan memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak. Kompensasi berupa voucher makanan, akomodasi untuk penumpang yang harus menginap, dan tiket pesawat untuk penerbangan berikutnya.

"Kami meminta maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan ini. Tim teknis kami bekerja keras untuk memperbaiki gangguan ini," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kondisi cuaca di wilayah keenam bandara tersebut tidak menunjukkan adanya gangguan yang signifikan seperti badai atau hujan deras sehingga tidak menjadi alasan utama terjadinya penundaan massal penerbangan.

Pasca-Gangguan dan Investigasi

Pada pukul 14.00 WIB, sistem di sejumlah bandara mulai pulih, namun proses normalisasi memakan waktu lama. Di Bandara Soekarno-Hatta, operasi penerbangan baru benar-benar normal pada pukul 22.00 WIB. Sementara di bandara lain, kondisi mulai stabil pada malam harinya.

Kementerian Perhubungan telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab pasti gangguan teknis ini. "Kami akan melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui apakah ini masalah teknis murni atau ada faktor lain yang menyebabkan gangguan parah seperti ini," ujar Novie Riyanto.

Asosiasi Maskapai Indonesia (INACA) menyatakan kekhawatirannya atas insiden ini. "Kejadian seperti ini tidak boleh terulang karena sangat merugikan seluruh pihak, terutama penumpang. Kami berharap ada langkah-langkah preventif yang kuat dari pihak penyedia layanan teknis," kata Ketua Umum INACA, Puji Lestari.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, Kementerian Perhubungan berencana melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan redundansi sistem di semua bandara di Indonesia. Selain itu, pihak berwenang juga akan meminta pertanggungjawaban penyedia layanan teknis atas insiden yang menelan kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter