18, 2026
Nasional

Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG

PVMBG memastikan erupsi Anak Krakatau saat ini tidak berpotensi memicu tsunami. Status gunung tetap Level III Siaga dengan radius aman 3 km.]]>

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG

Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG

Badan Geologi (Geological Agency) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan penjelasan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Rabu (24/1/2024). PVMBG menegaskan bahwa erupsi yang teramati tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Bidang Vulkanologi PVMBG, Hanum, mengatakan bahwa erupsi yang terjadi pada Rabu pagi tersebut bersifat freatik atau terjadi akibat interaksi antara magma dengan air permukaan. "Erupsi yang terjadi bersifat freatik dengan ketinggian kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak," jelas Hanum dalam keterangannya, Rabu (24/1/2024).

Menurut Hanum, erupsi freatik cenderung tidak menghasilkan material vulkanik dalam jumlah besar yang dapat memicu gelombang tsunami. "Meskipun terjadi erupsi, kita tidak mendeteksi adanya aktivitas longsoran yang signifikan di bawah laut yang dapat menyebabkan tsunami," tambahnya.

Monitor Aktivitas Vulkanik Terus Dilakukan

PVMBG menyatakan bahwa pihaknya terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau secara intensif. Selain erupsi freatik, PVMBG juga mendeteksi adanya gempa tektonik vulkanik yang berkekuatan maksimal 55 mm dan gempa getaran vulkanik yang berkekuatan maksimal 20 mm.

Sebagai upaya mitigasi bencana, PVMBG juga memantau deformasi permukaan gunung, variasi suhu air laut di sekitar kawasan Anak Krakatau, dan aktivitas fumarola. "Semua data ini kami kumpulkan untuk menilai potensi bahaya yang mungkin timbul," tambahnya.

Kondisi Anak Krakatau Pasca Erupsi 2018

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 pernah menyebabkan tsunami yang menewaskan 437 orang dan melukai lebih dari 14 thousand orang. Tragedi tersebut terjadi akibat kolaps atau longsoran sebagian bagian gunung ke laut yang menghasilkan energi besar.

Sejak peristiwa tersebut, PVMBG meningkatkan sistem pemantauan di Anak Krakatau. Pasca erupsi 2018, volume Anak Krakatau menyusut hingga sekitar 150-170 meter dari puncaknya akibat kolaps.

Petunjuk bagi Masyarakat

Berdasarkan status Waspada (Level II), PVMBG meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya akibatan erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda diminta untuk tidak mendekati area pesisir yang berjarak kurang dari 3 kilometer dari puncak gunung.

Bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan Anak Krakatau dari jarak aman, PVMBG menyarankan untuk menggunakan kapal wisata yang mematuhi jarak aman dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung dan Banten juga telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Eko Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bahaya erupsi Anak Krakatau.

Sementara itu, Kepala BPBD Banten, Iwan Soleh, menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas Anak Krakatau. "Kita telah menyiapkan tim SAR dan alat-alat pendukung lainnya untuk siaga membantu jika terjadi sesuatu," katanya.

Kesimpulan

Dengan berbagai langkah mitigasi yang telah dilakukan oleh PVMBG dan pemerintah daerah, diharapkan masyarakat dapat tetap tenang namun waspada terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Erupsi freatik yang terjadi pada Rabu (24/1/2024) menurut PVMBG tidak berpotensi tsunami, namun pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas gunung berapi tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter