Hapsoro (RAJA) Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas Sebesar 5 Persen
Emiten Hapsoro Indonesia Tbk (RAJA) melalui anak usahanya PT Hapsoro Investama mengumumkan telah melakukan akuisisi saham sebesar 5 persen di PT Layar Nusantara Gas. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari ekspansi perusahaan dalam sektor energi dan infrastruktur di Indonesia. PT Layar Nusantara Gas merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan gas alam dan infrastruktur terkait.
Dalam keterangannya yang resmi, PT Hapsoro Investama telah memperoleh saham tersebut melalui transaksi di pasar sekunder. Nilai transaksi akuisisi ini mencapai Rp 150 miliar dengan harga per saham sekitar Rp 500 per lembar. Saham PT Layar Nusantara Gas diperdagangkan secara over-the-counter (OTC) tanpa melalui bursa efek.
Strategi Perluasan Bisnis Hapsoro
Presiden Direktur Hapsoro Indonesia Tbk, Budi Santoso, menjelaskan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk diversifikasi bisnis. "Kami melihat potensi besar di sektor energi terutama gas alam yang menjadi energi transisi menuju energi terbarukan. Dengan memiliki saham di PT Layar Nusantara Gas, kami berharap dapat terlibat aktif dalam pengembangan infrastruktur energi nasional," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/9).
PT Layar Nusantara Gas saat ini mengelola beberapa proyek infrastruktur gas di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk proyek pipa gas di Jawa dan Sumatera. Perusahaan juga sedang mengembangkan proyek pembangunan terminal LNG (Liquefied Natural Gas) di beberapa lokasi strategis. Dengan adanya investasi ini, Hapsoro berharap dapat mendapatkan akses pada proyek-proyek tersebut dan menjadi bagian dari rantai pasokan energi nasional.
Prospek Bisnis PT Layar Nusantara Gas
Menurut data yang diperoleh, PT Layar Nusantara Gas mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan perusahaan pada tahun 2022 mencapai Rp 2,5 triliun, meningkat dari Rp 1,8 triliun pada tahun 2020. Laba bersih perusahaan juga mengalami peningkatan dari Rp 300 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp 550 miliar pada tahun 2022.
Salah satu faktor utama di balik pertumbuhan ini adalah peningkatan permintaan gas alam untuk kebutuhan industri dan pembangkit listrik. Pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan kuat untuk pengembangan sektor gas alam sebagai bagian dari transisi energi menuju netral karbon. PT Layar Nusantara Gas, dengan portofolio proyek yang ada, diperkirakan akan terus menikmati pertumbuhan positif di tahun-tahun mendatang.
Dampak bagi Saham Hapsoro
Secara finansial, akuisisi ini diperkirakkan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan Hapsoro pada tahun ini. Namun, analis percaya bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perusahaan. "Meskipun biaya akuisisi cukup besar, potensi pengembangan bisnis di sektor energi dapat menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan bagi Hapsoro di masa depan," ujar Eka Pramana, analis dari sebuah perusahaan sekuritas.
Setelah pengumuman ini, harga saham Hapsoro di Bursa Efek Indonesia mengalami fluktuatif. Pada penutupan perdagangan Kamis (15/9), saham RAJA turun 1,2% menjadi Rp 475 per lembar. Meskipun demikian, beberapa analis tetap memberikan rekomendasi "beli" untuk saham ini dengan target harga sekitar Rp 600 per lembar dalam 12 bulan ke depan.
Rencana Pengembangan Masa Depan
Budi Santoso juga mengungkapkan bahwa Hapsoro berencana untuk meningkatkan kepemilikan saham di PT Layar Nusantara Gas di masa depan. "Kami melihat potensi kolaborasi yang lebih besar dengan PT Layar Nusantara Gas. Dalam jangka menengah, kami berencana untuk menambah kepemilikan saham hingga 15-20 persen," tambahnya.
Selain itu, Hapsoro juga sedang mengevaluasi beberapa potensi investasi lain di sektor energi terbarukan dan infrastruktur. Perusahaan berencana mengalokasikan dana sebesar Rp 500 miliar untuk investasi dan akuisisi di tahun 2023-2024. "Energi dan infrastruktur adalah fokus utama kami di masa depan. Kami yakin dengan strategi ini, Hapsoro dapat tumbuh secara signifikan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham," pungkas Budi.
Komentar (0)