26, 2026
Ekonomi

Ekspor Jasa Digital dan Royalti IP, Skema Devisa Baru yang Ditawarkan Garuda Spark Global Hub

Lewat Garuda Spark Global Hub, Indonesia menargetkan sumber devisa non-komoditas: ekspor jasa digital, royalti kekayaan intelektual, dan lisensi teknologi.

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ekspor Jasa Digital dan Royalti IP, Skema Devisa Baru yang Ditawarkan Garuda Spark Global Hub
Maulana Wiga memberikan sambutan dalam peluncuran Garuda Spark Global Hub

Struktur ekspor Indonesia selama ini bertumpu pada komoditas fisik. Garuda Spark Global Hub, yang diresmikan Rabu (26/8/2026), membawa tesis berbeda: ekonomi digital memungkinkan negara menambah penerimaan devisa tanpa mengirim satu kontainer pun.

Skema yang digelar mencakup ekspor produk digital yang dipasarkan lintas negara tanpa ekspansi fisik besar, ekspor jasa teknologi, perangkat lunak, desain, riset dan konsultasi, serta penerimaan royalti atas kekayaan intelektual dan lisensi teknologi yang lahir dari ekosistem hub.

Prasyaratnya satu: Indonesia harus naik kelas dalam rantai nilai digital global, dari penyedia data mentah dan konsumen akhir menjadi pencipta aktivitas bernilai tambah tinggi, mulai dari riset terapan hingga perancangan model bisnis berbasis IP.

Chairman STARFINDO Maulana Wiga menyebut intervensi pada struktur global value chains inilah inti keberadaan hub. Ukuran keberhasilannya nanti bukan banyaknya acara yang digelar, melainkan munculnya produk, paten, dan perusahaan yang benar-benar menghasilkan devisa berbasis pengetahuan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter