18, 2026
Nasional

Doa Warga Menggema di Hari Terakhir Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Doa Warga Menggema di Hari Terakhir Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal

Di hari terakhir operasi pencarian, ribuan warga dari berbagai daerah berkumpul di pantai untuk memohon doa bagi empat jurnalis dan seorang awak kapal yang hilang saat meliput di perairan Selat Sunda. Acara doa bersama yang digelar pada pukul 17.00 WIB ini menjadi penutup upaya pencarian yang berlangsung selama tujuh hari sejak kapal KRI Nanggala-402 tenggelam.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kemenko Polhukam, Ahmad Najib, mengatakan bahwa acara doa bersama ini merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap keluarga korban dan seluruh tim pencari. "Warga dari berbagai latar belakang datang untuk menunjukkan solidaritas mereka. Ini bukan hanya untuk keluarga korban, tetapi juga untuk semua yang terlibat dalam operasi pencarian," ujarnya.

Kehadiran Ribuan Warga

Pantai yang biasanya sepi kini dipadati oleh ribuan warga. Mereka membawa bendera merah putih dan spanduk bertulisan doa untuk korban. Beberapa di antaranya membawa keluarga untuk ikut berpartisipasi dalam acara spiritual ini.

"Saya datang bersama istri dan anak-anak saya untuk mendoakan agar rekan-rekan kami segera ditemukan dengan selamat. Mereka adalah pahlawan informasi yang gugur saat menjalankan tugas," kata Budi, seorang jurnalis yang datang dari Jakarta.

Acara doa dipimpin oleh seorang ulama lokal yang juga merupakan mantan anggota DPRD. Dalam ceramahnya, ulama tersebut menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas dalam menghadapi musibah. "Kita semua adalah satu keluarga besar. Duka ini adalah duka bersama, dan doa kita adalah doa bersama," ucapnya.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Selain warga sipil, banyak pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat yang hadir dalam acara doa ini. Menteri Koordinator Polhukam Mahfud MD hadir mewakili pemerintah untuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada keluarga korban.

"Pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas kejadian ini. Kami akan terus mendukung keluarga korban dan memastikan semua upaya pencarian dilakukan secara maksimal," ujar Mahfud MD dalam sambutannya.

Beberapa organisasi jurnalis juga turut hadir untuk memberikan dukungan moral. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Eko Maryadi, menyatakan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh jurnalis tentang risiko yang mereka hadapi saat meliput.

"Kita tidak hanya kehilangan rekan, tetapi juga kehilangan sumber informasi yang berharga. Mereka adalah mata dan telinga masyarakat dalam mengawasi kejadian penting di negeri ini," ujar Eko.

Perjalanan Pencarian yang Penuh Tantangan

Operasi pencarian yang berlangsung selama seminggu ini tidaklah mudah. Tim SAR menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu dan arus laut yang deras.

"Kami telah melakukan segala upaya yang mungkin, mulai dari pencarian di permukaan hingga penyelaman ke dasar laut. Kondisi dasar laut yang berbatu dan curam membuat proses pencarian menjadi lebih sulit," jelas Kapenlan Laksamana Muda TNI (Mar) Iwan Isnurwan, selaku kepala tim pencarian.

Hingga hari terakhir pencarian, tim SAR telah menemukan beberapa puing-puing kapal yang diyakini berasal dari KRI Nanggala-402. Namun, belum ada penemuan mengenai korban yang masih dalam keadaan hidup.

Doa sebagai Harapan Terakhir

Meski harapan untuk menemukan korban dalam keadaan hidup semakin tipis, ribuan warga yang hadir tetap mempertahankan keyakinan. Doa yang diucapkan bersama menjadi harapan terakhir bagi keluarga dan rekan korban.

Acara doa ditutup dengan penyerahan bunga dan pemberian santunan simbolis kepada keluarga korban. Meski pencarian dihentikan, dukungan terhadap keluarga korban akan terus berlanjut.

"Mereka bukan hanya kehilangan orang terdekat, tetapi juga tulang punggung keluarga. Kami akan terus mendukung mereka melalui program-program bantuan yang telah direncanakan," ujar Najib menutup acara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter