Dalih Pelaku saat Bunuh Mozza Axillia, Sempat 'Survei' Tempat Buang Korban
Tragedi pembunuhan Mozza Axillia kembali menjadi sorotan setelah terungkap dalih yang digunakan oleh pelaku, David alias David Ozora. Dalam pengakuanannya, David mengaku melakukan pembunuhan terhadap Mozza karena masalah finansial dan hubungan asmara yang buntu. Informasi ini muncul saat penyidik mengungkap kronologi lengkap kasus tersebut yang menewaskan seorang perempuan muda berusia 22 tahun ini.
Dalam pemeriksaan intensif yang dilakukan penyidik Polrestabes Surabaya, David mengaku merasa terjebak dalam masalah utang dan tekanan hidup. Menurut pengakuannya, kondisi finansial yang memburuk membuatnya tidak tahu harus melakukan apa. Mozza, yang diketahui sebagai pacarnya, menjadi sasaran amarahnya karena dianggap tidak memberikan dukungan yang diharapkan.
"Dia (Mozza) sering mengeluhkan kondisi keuangan kami, padahal saya sudah berusaha maksimal," ujar David dalam salah satu rekaman pemeriksaan yang diperoleh sumber. Adu mulut yang sering terjadi antara keduanya menjadi pemicu utama terjadinya tragedi tersebut. David mengaku sudah merencanakan pembunuhan itu sebelumnya dengan cara yang terencana.
Rencana Pembunuhan yang Terencana
Lebih mengejutkan lagi, David mengaku telah melakukan "survei" untuk mencari tempat yang ideal untuk membuang jenazah Mozza. Menurut pengakuannya, ia menghabiskan beberapa hari sebelum pembunuhan untuk mengamati beberapa lokasi yang dianggap cocok. "Saya pikir-pikir di mana tempat yang aman untuk tidak mudah ditemukan," tambahnya.
Lokasi akhir yang dipilih David adalah sebuah hutan di kawasan Gunung Arjuno. Ia mengaku memilih tempat tersebut karena sepi dan jarang dikunjungi orang. Pembunuhan itu sendiri terjadi di sebuah kos-kosan di Jalan Raya Darmo, Surabaya, pada dini hari tanggal 12 Januari lalu. Setelah membunuh Mozza, David membawa jenazah korban menggunakan mobil milik korban untuk dibuang di lokasi yang telah disurvei sebelumnya.
Motif Sebenarnya dan Keterlibatan Orang Lain?
Selain motif finansial dan hubungan asmara, penyidik masih menyelidiki apakah ada motif lain yang mendasari pembunuhan itu. Beberapa barang milik korban yang hilang, termasuk sejumlah uang dan perhiasan, membuat penyidik menduga adanya motif kejahatan lain di balik tragedi ini. David mengaku mengambil beberapa barang berharga korban untuk menutupi biaya operasionalnya setelah peristiwa pembunuhan.
Polisi juga menyatakan masih memeriksa beberapa saksi yang mungkin memiliki informasi penting terkait hubungan antara David dan Mozza. "Ada beberapa teman dekat korban yang memberikan informasi tentang adanya pertengkaran serius antara keduanya beberapa hari sebelum peristiwa itu," kata Kepala Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Budi Santoso.
Menurut Budi, pengakuan David tentang motif pembunuhan masih perlu diverifikasi dengan bukti-bukti fisik dan keterangan saksi lainnya. Pihaknya berencana melakukan rekonstruksi kejadian untuk memastikan kebenaran keterangan pelaku. "Kami akan meminta pertanggungjawaban atas semua perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku," tambahnya.
Kasus ini kembali menyoroti isu kekerasan dalam hubungan asmara yang meresahkan masyarakat. Banyak pihak berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kekerasan dalam hubungan percintaan, terutama ketika sudah ada tanda-tanda pertengkaran sering dan intensif.
Sementara itu, keluarga korban masih dalam kondisi trauma setelah mengetahui kejadian tragis yang menimpa Mozza. Mereka berharap keadilan segera tercapai dan pelaku mendapat hukuman yang sepadan. "Mozza adalah anak yang baik dan tidak pernah merugsi siapa pun. Kami tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka," ucap salah satu kerabat korban dengan suara penuh haru.
Komentar (0)