Pemuda Garut Selamat dari Insiden KM Virgo Usai Berenang 5 Jam
Sebuah kisah survival mengharukan dialami oleh seorang pemuda asal Garut, Jawa Barat, yang berhasil selamat setelah terpisah dari kapal KM Virgo dan terdampar di laut selama lima jam. Pria yang belum mau disebutkan identitas lengkapnya ini mengalami mimpi buruk ketika berenang di perairan dekat kapal yang dinaikinya tersebut.
Insiden ini terjadi pada Rabu (15/3) ketika korban bersama sejumlah penumpang lain sedang menikmati pelayaran KM Virgo jurusan Jakarta-Pangandaran. Korban yang berniat berenang di dekat kapal tiba-tiba terbawa arus kuat sehingga terpisah dari jangkaran kapal yang sempat digunakan sebagai penahan diri.
Kisah Bertahan Hidup di Tengah Laut
Menurut keterangan yang diperoleh dari Kepala Basarnas Bandung, Arifin, korban sempat panik ketika menyadari terpisah dari kapal. Namun, dengan naluri bertahan hidup yang tinggi, pemuda ini kemudian mencoba untuk mengendalikan nafas dan mengapung di permukaan air.
"Kita mendapat laporan dari nakhoda KM Virgo bahwa ada penumpang yang hilang setelah berenang. Tim SAR langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian," ujar Arifin dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Basarnas Bandung.
Dalam lima jam lamanya, korban berjuang keras untuk bertahan di tengah laut. Ia mengaku sempat kehilangan arah dan merasa putus asa. Namun, keinginan untuk pulang ke kampung halaman menjadi pendorong utamanya untuk tidak menyerah.
Penemuan dan Evakuasi
Setelah lima jam berenang dan mengapung, korban akhirnya ditemukan oleh tim pencarian dan penyelamatan (SAR) yang sedang melakukan operasi di lokasi tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi lelah namun masih sadar, sekitar 10 kilometer dari titik kapal berlayar.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke kapal patroli Basarnas dan mendapat pertolongan pertama. Korban mengalami dehidrasi dan sedikit lecet di beberapa bagian tubuh akibat terkena sinar matahari selama berjam-jam di tengah laut.
Kisah Pemuda yang Ingin Pulang ke Keluarga
Dalam wawancara singkat setelah dievakuasi, korban mengaku sempat putus asa ketika menyadari sedang terbawa arus jauh dari kapal. Namun, ingatan akan keluarga di Garut menjadi motivasi utamanya untuk bertahan.
Korban menceritakan bahwa selama di tengah laut, ia berusaha menghemat energi dengan mengapung dan hanya bergerak ketika melihat cahaya dari kapal atau pesawat yang lewat. Ia juga berusaha untuk tidak menelan air laut meski sempat diguyur hujan.
Respons Pihak Berwenang
Insiden ini menjadi perhatian serius pihak berwenang. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Eka Saputra, mengatakan akan mengevaluasi operasional KM Virgo yang menjadi tempat kejadian.
Sementara itu, Kepala Polsek Garut Timur yang menangani kasus ini mengatakan akan menyelidiki apakah ada kelalaian dari pihak kapal dalam mengawasi penumpang yang sedang berenang.
Pertolongan Akhir dan Pulang ke Garut
Setelah mendapat perawatan medis di RSUD Garut, kondisi korban dinyatakan stabil. Ia pun bisa pulang ke rumahnya dengan didampingi anggota keluarga dan tim SAR.
Kisah pemuda Garut yang selamat dari insiden KM Virgo ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya keselamatan di tengah laut dan kekuatan nafsi untuk bertahan hidup. Korban berjanji tidak akan lagi berenang jauh dari kapal atau area yang aman saat berkunjung ke tempat wisata bahari.
Komentar (0)