17, 2026
Nasional

BP BUMN Minta Maaf Proyek LRT City Mangkrak

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BP BUMN Minta Maaf Atas Kelambanan Proyek LRT Jakarta

Badan Pengelola (BP) BUMN mengaketi dan meminta maaf atas kelambanan dalam pelaksanaan proyek LRT Jakarta yang hingga kini masih mangkrak. Direktur Utama BP BUMN, Rohan Nasrullah, menyatakan permintaan maaf tersebut dalam konferensi pers yang digunakan pada Senin (12/6) lalu. Ia menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya bertanggung jawab atas penundaan yang terjadi pada proyek yang dianggap strategis ini.

Penyebab Kelambanan Proyek

Menurut Rohan, kelambanan proyek LRT Jakarta disebabkan oleh berbagai kendala teknis dan administrasi. "Ada masalah teknis dalam perencanaan dan juga masalah administrasi dalam proses pengadaan lahan," ujarnya. Ia mengakui bahwa koordinasi antar kementerian dan instansi terkait belum optimal, sehingga menyebabkan percepatan proyek terhambat.

Proyek LRT Jakarta yang seharusnya beroperasi pada tahun 2022 ini mengalami penundaan berkali-kali. Awalnya, proyek ini direncanakan akan beroperasi pada 2019, namun terus ditunda hingga saat ini. Menurut data yang dihimpun, total nilai investasi proyek ini mencapai Rp 9,7 triliun dengan panjang jalur sekitar 17,1 kilometer.

Kondisi Saat Ini

Saat ini, kondisi proyek LRT Jakarta masih dalam tahap pembangunan meskipun sudah memasuki tahap akhir. Beberapa stasiun seperti Stasiun Velbak dan Stasiun Pulogebang sudah terlihat hampir selesai, namun beberapa titik lain masih terlihat belum tuntas. Pembangunan jembatan dan rel juga masih terlihat belum sempurna di beberapa ruas.

"Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan proyek ini bisa berjalan sesuai rencana baru," kata Rohan. Ia menambahkan bahwa BP BUMN sudah membentuk tim khusus untuk memastikan proyek ini bisa berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Rencana Percepatan

BP BUMN telah merumuskan rencana percepatan untuk menyelesaikan proyek LRT Jakarta. Menurut Rohan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memastikan semua masalah teknis dan administrasi teratasi. "Kami akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan semua kendala bisa diselesaikan," ujarnya.

Selain itu, BP BUMN juga akan menambah jumlah tenaga kerja dan mesin berat untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan. "Kami akan menambah 30% tenaga kerja dan 25% mesin berat untuk memastikan proyek bisa selesai sesuai jadwal," kata Rohan.

Tanggapan Masyarakat

Tanggapan masyarakat terhadap permintaan maaf dari BP BUMN bervariasi. Beberapa warga mengapresiasi sikap transparansi yang ditunjukkan oleh BP BUMN. "Setidaknya mereka mengaketi kesalahannya dan berusaha memperbaikinya," kata Agus, warga Jakarta Timur.

Namun, ada juga pihak yang skeptis dengan janji BP BUMN. "Sudah berapa kali janji, tapi hasilnya sama saja. Proyek ini masih saja terbengkalai," ujar Siti, warga Jakarta Utara.

Reaksi Pemerintah

Pemerintah menanggapi positif permintaan maaf dari BP BUMN. Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa pemerintah akan mendukung upaya percepatan proyek LRT Jakarta. "Kami akan memberikan dukungan penuh untuk memastikan proyek ini bisa selesai sesuai jadwal baru," kata Erick.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring rutin terhadap pelaksanaan proyek ini. "Kami akan memastikan tidak ada lagi penundaan yang tidak perlu," ujarnya.

Target Penyelesaian

Menurut rencana baru, proyek LRT Jakarta direncanakan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2024. BP BUMN berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Kami akan bekerja keras untuk memastikan proyek ini bisa beroperasi pada tahun 2024," kata Rohan.

Ia menambahkan bahwa operasional LRT Jakarta akan dipegang oleh PT MRT Jakarta. "Kami sudah membahas kerja sama dengan PT MRT Jakarta untuk memastikan operasional LRT Jakarta berjalan lancar setelah proyek selesai," ujarnya.

Impor Proyek bagi Jakarta

Jika berhasil selesai sesuai jadwal baru, LRT Jakarta diharapkan dapat menjadi solusi transportasi massal di Jakarta. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di ibu kota, terutama di koridor yang dilintasi.

"LRT Jakarta akan menjadi tulang punggung transportasi massal di Jakarta. Dengan adanya LRT, diharapkan masyarakat akan beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal," kata Rohan.

BP BUMN berjanji akan memberikan yang terbaik dalam menyelesaikan proyek ini. "Kami meminta maaf atas semua ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penundaan proyek ini. Kami akan bekerja keras untuk memastikan proyek ini bisa beroperasi sesuai jadwal," ujarnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter