Bobotoh Dilarang ke GBK, Polisi Siapkan 3 Titik Penyekatan
Pemerintah melalui Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara resmi melarang para pendukung tim sepak bola Persib Bandung atau yang akrab disapa Bobotoh untuk menyaksikan pertandingan final Piala Menpora antara Persib melawan Bali United di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (12/6/2023). Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi potensi kerusuhan dan gangguan keamanan selama pertandingan berlangsung.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran mengatakan bahwa larangan tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga ketertiban dan keamanan selaga pertandingan. "Kami telah mengambil langkah-langkah preventif untuk memastikan pertandingan berjalan aman dan lancar. Salah satunya adalah dengan melarang Bobotoh memasuki area GBK," ujar Fadil Imran dalam konferensi pers yang diadakan di Polda Metro Jaya.
Alasan Pelaksanaan Larangan
Larangan ini dijatuhkan berdasarkan analisis intelijen yang menunjukkan potensi adanya konflik antara suporter Persib dan Bali United. Meskipun pertemuan sebelumnya antara kedua tim berlangsung tanpa insiden signifikan, Polri tetap bersikap waspada mengingat riwayat rivalitas antar suporter yang pernah menyebabkan kerusuhan di masa lalu.
"Kami memahami antusiasme Bobotoh untuk mendukung tim kesayangannya. Namun, keamanan dan ketertiban harus menjadi prioritas utama. Kita tidak ingin ada korban jiwa atau cedera yang disebabkan oleh tindakan anarkis dari sebagian pendukung," jelas Fadil Imran.
Sebelumnya, dalam pertandingan semifinal antara Persib melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, terjadi beberapa insiden yang melibatkan suporter Persib. Beberapa Bobotoh terlibat bentrok dengan suporter Persija dan petugas keamanan, meskipun kondisi tersebut segera dikuasai oleh aparat.
Titik Penyekatan yang Disiapkan
Untuk menegakkan larangan tersebut, Polri telah menyiapkan tiga titik penyekatan strategis di sekitar area GBK. Ketiga titik tersebut akan dijaga oleh personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.
Titik pertik berada di gerbang utama Stadion Gelora Bung Karno, yang menjadi akses utama bagi penonton. Titik kedua terletak di sekitar Jalan Sudirman, yang menjadi jalur alternatif bagi para Bobotoh yang berencana mendekati stadion dari arah Menteng atau Thamrin. Titik ketiga berada di dekat Jarn Soedirman, dekat dengan Bundaran HI.
"Kita akan melakukan penyekatan ketat di ketiga titik tersebut. Setiap Bobotoh yang teridentifikasi akan dicegah masuk ke area GBK. Kami juga akan meminta kerjasama dari operator transportasi umum untuk tidak mengangkut Bobotoh menuju GBK," tambak Kombes Pol. Yusri Yunus, Kasatgas Propam Polda Metro Jaya.
Alternatif Penonton untuk Bobotoh
Meski dilarang langsung ke stadion, pihak kepolisian menawarkan alternatif bagi Bobotoh untuk tetap bisa menyaksikan pertandingan. Beberapa lokasi publik seperti pusat perbelanjaan dan warung nasi akan disediakan sebagai tempat nonton bareng (nobar) untuk para suporter.
"Kami bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyediakan lokasi nobar yang aman dan nyaman. Dengan begitu, Bobotoh tetap bisa merasakan atmosfer mendukung tim kesayangannya tanpa harus berada di stadion," ucap Yusri Yunus.
Untuk memastikan keamanan di lokasi nobar, Polri akan mengirimkan personel pengamanan di setiap titik yang telah ditentukan. Selain itu, pihak kepolisian juga akan memasang CCTV di sekitar lokasi untuk memantau situasi secara real-time.
Tanggapan dari Pihak Persib
Manajemen Persib Bandung mengaku menghormati keputusan yang diambil oleh pihak kepolisian. "Kami sepenuhnya mendukung langkah yang diambil oleh Polri untuk menjaga keamanan selama pertandingan. Keamanan dan keselamatan para pendukung adalah prioritas utama bagi kami," ujar Yana Mulyana, Ketua Umum PT Persib Bermartabat.
Yana juga meminta kepada seluruh Bobotoh untuk mentaati larangan tersebut dan tidak melakukan aksi anarkis yang dapat merusak nama baik Persib. "Kita harus membuktikan bahwa Bobotoh adalah suporter yang baik dan sportif. Mari dukung Persib dari jauh agar pertandingan berjalan aman dan sukses," tambahnya.
Persiapan Keamanan Lengkap
Selain penyekatan, Polri juga menyiapkan sekitar 5.000 personel gabungan untuk mengamankan jalannya pertandingan. Personel tersebut terdiri dari anggota Polri, TNI, dan Satpol PP DKI Jakarta. Mereka akan ditempatkan di sekitar stadion, rute menuju stadion, dan lokasi-lokasi potensi kerusuhan.
Untuk mengantisipasi potensi bentrokan antar suporter, Polri juga akan membatasi akses suporter Bali United ke area stadion. Suporter dari Bali akan diarahkan untuk menggunakan gerban terpisah dan ditempatkan di tribun yang berbeda dengan suporter Persib.
Harapan untuk Pertandingan yang Sportif
Dengan berbagai langkah keamanan yang telah diambil, pihak kepolisian berharap pertandingan final Piala Menpora antara Persib melawan Bali United dapat berlangsung sportif dan aman. "Kita ingin pertandingan ini menjadi ajang untuk mempererat persatuan dan kesatuan, bukan sebagai ajang konflik," pungkas Fadil Imran.
Pertandingan yang akan dipimpin oleh wasit asal Jawa Timur, Febri Hariyanto, ini diprediksi akan berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk meraih gelar juara. Persib yang menjadi tuan rumah di babak grup sebelumnya, akan berusaha membawa pulang trofi sementara Bali United yang menunjukkan performa impresif di babak semifinal juga tidak mau kalah.
Dengan semua persiapan yang matang, diharapkan para suporter dapat menunjukkan sportivitas dan menjaga nama baik timnya masing-masing. Polri bersama jajaran aparat keamanan lainnya akan terus berjaga-jaga untuk memastikan tidak ada gangguan selama pertandingan berlangsung.
Komentar (0)