17, 2026
Nasional

Bertambah, 143 Penumpang Kapal Virgo yang Hilang di Laut Jawa Telah Dievakuasi

Basarnas telah mengevakuasi 143 orang penumpang Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang hilang kontak di perairan Laut Jawa.]]>

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bertambah, 143 Penumpang Kapal Virgo yang Hilang di Laut Jawa Telah Dievakuasi

143 Penumpang Kapal Virgo yang Hilang di Laut Jawa Telah Dievakuasi

Sebanyak 143 penumpang kapal motor Virgo yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Laut Jawa telah berhasil dievakuasi. Kapal yang membawa 307 penumpang ini mengalami masalah navigasi sejak Sabtu (22/7) lalu dan sempat terkatung-katung di tengah laut selama lebih dari seminggu.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humar Basarnas Jaya, Marsudi, proses evakuasi berjalan secara bertahap sejak Minggu (23/7) malam hingga Senin (24/7) dini hari. "Tim SAR kami telah berhasil menyelamatkan seluruh penumpang yang berada di atas kapal Virgo," ujar Marsudi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/7) pagi.

Kronologi Kejadian

Kapal Virgo berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Sabtu (22/7) pagi. Kapal ini membawa 307 penumpang, terdiri dari 288 dewasa, 18 anak-anak, dan satu bayi. Menjelang malam hari, kapal dilaporkan mengalami gangguan sistem navigasi yang menyebabkan kapal tersesat di tengah Laut Jawa.

Penumpang yang panik pun mulai menghubungi keluarga mereka untuk melaporkan kondisi kapal. Beberapa di antaranya juga mengunggah video dan foto yang menunjukkan kondisi kapal yang terombang-ambing di tengah laut. Informasi ini kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian pihak berwenang.

Setelah menerima laporan, Basarnas segera mengaktifkan tim SAR dan mengirimkan beberapa kapal penyelamat ke lokasi perkiraan kapal Virgo. Namun, kondisi laut yang tidak stabil dan cuaca buruk membuat proses pencarian menjadi terhambat.

Proses Pencarian dan Evakuasi

"Tim SAR kami mulai bergerak pada Minggu (22/7) malam. Kami menggunakan beberapa kapal, termasuk kapal patroli Polri dan KPLP, serta pesawat udara untuk mempercepat proses pencarian," jelas Marsudi.

Proses evakuasi dimulai pada Minggu (23/7) malam ketika tim SAR berhasil menemukan kapal Virgo yang terkatung-katung sekitar 70 mil dari pantai Cirebon. "Kondisi kapal saat ditemukan masih dalam keadaan aman, meskipun beberapa penumpang mengalami kelelahan dan dehidrasi," ujar Marsudi.

Evakuasi dilakukan secara bertahap untuk menghindari risiko kepanikan di atas kapal. Tim SAR membawa penumpang ke kapal-kapal penyelamat yang telah disiapkan sebelumnya. Proses ini berlangsung hingga Senin (24/7) dini hari.

Kondisi Penumpang

Dari total 307 penumpang, sebanyak 143 orang dievakuasi pada Minggu (22/7) malam, sementara sisanya dievakuasi pada Senin (24/7) pagi. "Semua penumpang dalam kondisi sehat walafiat, meskipun mengalami kelelahan akibat terkatung-katung di tengah laut," kata Marsudi.

Beberapa penumpang yang membutuhkan perawatan khusus segera dibawa ke rumah sakit terdekat. "Kita mendapat laporan ada dua penumpang yang mengalami luka ringan dan satu yang mengalami hipotermi. Mereka sudah mendapatkan perawatan medis," tambahnya.

Tanggapan Pihak Berwenang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi atas cepatnya respons tim SAR dalam menangani kasus ini. "Tim SAR Basarnas telah bekerja keras untuk menyelamatkan penumpang kapal Virgo. Kita berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ini," ujar Budi Karya.

Pihak Kementerian Perhubungan juga menginstruksikan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai penyebab kecelakaan navigasi yang dialami kapal Virgo. "Kami akan mengecek kondisi kapal dan alat navigasinya untuk mengetahui pastinya apa yang terjadi," jelas Budi Karya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Agus Purnomo, mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi keselamatan pelayaran di jalur yang dilalui kapal Virgo. "Kita perlu memastikan bahwa semua kapal yang berlayar di jalur ini memenuhi standar keselamatan navigasi," ujar Agus.

Dampak bagi Penumpang

Bagi para penumpang, pengalaman menjadi mengejutkan. "Saya panik saat tahu kapal kita tersesat. Tapi setelah tim SAR tiba, kami merasa lega," kata salah satu penumpang berniwaya Siti (35), warga Jakarta.

Sementara itu, penumpang lain, Ahmad (42), mengaku kehilangan barang-barang berharga akibat kejadian ini. "Saya kehilangan ponsel dan dompet. Tapi yang terpenting, seluruh penumpang selamat," ujarnya.

Pihak Kementerian Perhubungan akan membantu para penumpang untuk kembali ke tujuan semula. "Kami akan menyediakan transportasi gratis bagi para penumpang untuk kembali ke rumah masing-masing," kata Budi Karya.

Upaya Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pihak berwenang berencana untuk melakukan peningkatan sistem pemantauan navigasi di perairan Indonesia. "Kita akan meningkatkan teknologi pemantauan untuk memastikan semua kapal dapat terlacak dengan baik," ujar Agus Purnomo.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan edukasi kepada para pelaku pelayaran tentang pentingnya memeriksa kondisi kapal dan alat navigasi sebelum berlayar. "Keamanan di laut adalah tanggung jawab kita bersama," tambahnya.

Dengan selesainya evakuasi seluruh penumpang kapal Virgo, harapan semoga kejadian serupa dapat dihindari di masa depan. Pihak berwenang berjanji akan terus meningkatkan sistem keselamatan di laut demi perlindungan para pelaut dan penumpang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter