17, 2026
Teknologi

BATIC 2026 Himpun 2.700 Delegasi Global, Dorong Kolaborasi Digital dari Indonesia

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BATIC 2026 Akan Menghimpun 2.700 Delegasi Global untuk Dorong Kolaborasi Digital dari Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengumumkan penyelenggaraan Bali Advanced Technology and Innovation Conference (BATIC) 2026. Acara internasional yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2026 ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem digital global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, mengatakan bahwa BATIC 2026 akan menghadirkan sekitar 2.700 delegasi dari seluruh dunia. "Kami menargetkan hadirnya para pemimpin industri, akademisi, praktisi teknologi, dan pejabat pemerintah dari 100 negara. Ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukkan inovasi dan kontribusi kita di kancah global," ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Target dan Tema Utama

BATIC 2026 akan mengusung tema "Digital Collaboration for Sustainable Future" yang menyoroti pentingnya kolaborasi antarnegara dalam membangun masa depan digital yang berkelanjutan. Konferensi ini akan membahas empat pilar utama: transformasi digital ekonomi, keamanan siber, etika dalam kecerdasan buatan, dan inklusi digital.

Kepala Badan Penyelenggara BATIC 2026, Rudiantara, menjelaskan bahwa target utama konferensi ini adalah menciptakan kerangka kerja kolaborasi yang konkret. "Kami tidak hanya ingin diskusi semata, tetapi menghasilkan komitmen nyata untuk proyek-proyek kolaboratif yang melibatkan Indonesia dan mitra global," katanya.

Dikatakan Rudiantara, konferensi ini juga akan menjadi platform untuk mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi. "Kami memiliki talenta muda yang berkualitas, pasar yang besar, dan dukungan pemerintah yang kuat. Semua ini menjadi nilai tambah bagi para investor internasional," tambahnya.

Program dan Agenda

BATIC 2026 akan berlangsung selama lima hari dengan berbagai agenda menarik. Selain sesi pleno dengan pembicara internasional, akan ada sesi paralel, pameran teknologi, business matching, dan demo day untuk startup teknologi Indonesia.

"Kami akan mengadakan hackathon global dengan tema solusi untuk tantangan pembangunan berkelanjutan. Tim dari berbagai negara akan diajak berkolaborasi menciptakan inovasi yang dapat diimplementasikan di negara masing-masing," jelas Meutya Hafid.

Salah satu highlight acara adalah peluncuran Indonesia Digital Collaboration Network (IDCN), sebuah inisiatif untuk memfasilitasi pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi, dan investasi antara Indonesia dan negara-negara mitra. IDCN akan berfokus pada tiga sektor utama: kesehatan digital, pertanian cerdas, dan ekonomi kreatif digital.

Persiapan dan Dukungan

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk penyelenggaraan BATIC 2026. Anggaran ini akan digunakan untuk penyelenggaraan acara, promosi internasional, serta program bantuan bagi startup dan peserta dari negara berkembang.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BATIC 2026. "Bali siap menjadi tuan rumah yang baik. Kami akan memastikan semua infrastruktur dan layanan siap mendukung keberhasilan acara ini," ujarnya.

Untuk memastikan keberhasilan, pemerintah telah membentuk tim kerja yang terdiri dari unsur Kementerian Kominfo, Kementerian Luar Negeri, Kementerian BUMN, dan Pemerintah Provinsi Bali. Tim ini akan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk asosiasi industri dan akademisi.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, BATIC 2026 diharapkan dapat meningkatkan posisi Indonesia dalam indeks ekonomi digital global. "Indonesia saat menempati peringkat ke-37 dalam indeks ekonomi digital BCG. Melalui BATIC 2026, kami berharap dapat naik minimal 10 peringkat dalam lima tahun ke depan," jelasnya.

Dampak positif yang diharapkan dari konferensi ini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi. BATIC 2026 juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam bidang teknologi, serta mempercepat transformasi digital di sektor pemerintahan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, BATIC 2026 diharapkan akan menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam berkontribusi pada perkembangan teknologi dan inovasi global. Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan kemajuan Indonesia, tetapi juga sebagai wadah untuk menciptakan masa depan digital yang inklusif dan berkelanjutan bersama negara-negara lain.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter