Asap Mencuat di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Warga Panik
Asap putih tebal muncul dari salah satu lantai gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/3) siang. Kejadian ini menyebabkan panik di kalangan pegawai dan pengunjung yang sedang beraktivitas di dalam gedung. Warga sekitar sempat mengira terjadi kebakaran hingga satuan Damkar (Pemadam Kebakaran) diterjunki ke lokasi.
Menurut keterangan dari Kepala Bidang Humas KPK, Febri Diansyah, asap tersebut berasal dari ruangan di lantai 13 gedung utama KPK. Asap mulai terlihat sekitar pukul 13.30 WIB dan semakin pekat seiring berjalannya waktu.
"Kami langsung melakukan evakuasi terhadap pegawai dan pengunjung yang ada di lantai 13 dan beberapa lantai di bawahnya sebagai langkah preventif," ujar Febri dalam keterangannya, Rabu siang.
Febri menjelaskan bahwa tim keamanan KPK segera melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab munculnya asap tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa asap tersebut berasal dari ruangan server yang terletak di lantai 13.
"Awalnya kami khawatir ini adalah indikasi adanya kebakaran. Oleh karena itu, kami segera menghubungi Damkar untuk memastikan kondisi di lapangan," tambah Febri.
Beberapa unit mobil Damkar dari Pemadam Kebakaran Jakarta tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Tim Damkar segera melakukan pengecekan di sekitar area munculnya asap untuk memastikan tidak ada api yang menyala.
"Setelah diperiksa, kami menemukan bahwa asap tersebut berasal dari sistem pendingin ruangan (AC) yang mengalami kerusakan dan mengeluarkan asap," jelas Kepala Damkar Jakarta Selatan, Budi Santoso.
Menurut Budi, kerusakan pada sistem AC tersebut menyebabkan komponen di dalamnya memanas dan mengeluarkan asap. Namun, tidak ada api yang menyala di lokasi tersebut.
"Tim kami sudah melakukan penanganan dan kondisi sudah aman. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," kata Budi.
Sementara itu, sejumlah pegawai KPK yang berada di dalam gedung saat kejadian mengaku panik saat melihat asap yang muncul tiba-tiba.
"Sedang duduk di meja kerja tiba-tiba ada asap yang muncul dari plafon. Awalnya saya pikir itu asap rokok, tapi semakin lama semakin pekat dan berbau menyengat," ujar salah seorang pegawai KPK yang tidak mau disebutkan namanya.
Kejadian ini juga membuat sejumlah warga di sekitar gedung KPK panik. Beberapa orang berhenti beraktivitas dan melihat ke arah gedung KPK.
"Saya lihat ada asap yang keluar dari gedung KPK. Awalnya saya pikir kebakaran, jadi langsung menelepon teman untuk waspada," kata seorang warga yang bekerja di dekat gedung KPK.
Febri menegaskan bahwa KPK akan segera melakukan perbaikan pada sistem AC yang bermasalah untuk mencegah hal serupa terulang kembali.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendingin di seluruh gedung KPK untuk memastikan tidak ada masalah serupa yang terjadi di masa depan," ujar Febri.
Insiden ini sempat membuat akses masuk ke gedung KPK terhambat selama sekitar satu jam. Namun, setelah diketahui bahwa kondisi aman, akses kembali dibuka normal.
KPK sendiri telah dikenal sebagai salah satu lembaga penegak hukum yang bergerak dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Gedung KPK yang terletak di pusat kota Jakarta ini menjadi pusat perhatian karena sering menjadi tempat kejadian penting dalam penegakan hukum di Indonesia.
Sejauh ini, pihak berwenang belum memberikan informasi resmi mengenai kerugian yang ditimbulkan akibat insiden ini. Namun, tidak ada laporan mengenai kerusakan signifikan pada gedung atau peralatan di dalamnya.
Warga di sekitar gedung KPK meminta agar pihak KPK dapat melakukan perawatan rutin terhadap gedung dan peralatan di dalamnya guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
"Semoga ini menjadi pelajaran bagi pihak KPK untuk memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan di dalam gedung, terutama terkait sistem listrik dan pendingin," ujar seorang warga lainnya.
Komentar (0)