19, 2026
Nasional

Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Anak Krakatau Diperluas Hari Ini

Pencarian lima jurnalis hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau dilanjutkan. Tim SAR memperluas area pencarian setelah tidak menemukan jejak mereka.]]>

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Anak Krakatau Diperluas Hari Ini

Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Anak Krakatau Diperluas Hari Ini

Tim SAR gabungan telah memperluas area pencarian bagi lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat melakukan liputan di sekitung Gunung Anak Krakatau, Kamis (15/2). Pencarian yang memasuki hari ketiga ini kini meliputi wilayah perairan sekitar pulau vulkanik aktif tersebut hingga jarak 10 mil dari pesisir.

Kepala Basarnas Pangandaran, Ahmad Yani, mengatakan bahwa tim penyelamat telah menambah jumlah personel dan alat berat untuk mempercepat proses pencarian. "Kami telah mengerahkan 20 personel SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan BPBD. Selain itu, kami juga menggunakan dua kapal patroli dan satu helikopter untuk pengintaian dari udara," ujarnya dalam konferensi pers di posko pencarian.

Identitas Korban dan Kronologi Hilang

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang merupakan anggota tim liputan dari berbagai media. Mereka adalah Budi Santoso (TV One), Rina Putri (Metro TV), Doni Pratama (Republika Online), Siti Aminah (Tempo), dan Ahmad Fauzi (Kompas TV). Tim tersebut diketahui berencana melipukan aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Selasa (13/2).

Kronologi hilangnya para jurnalis bermula pada Rabu (14/2) pukul 14.00 WIB. Tim tersebut berangkat dari pelabuhan Kalianda menggunakan speedboat menuju Pulau Anak Krakatau. Sebelumnya, mereka sempat mengirimkan pesan terakhir melalui grup chat sekitar pukul 13.30 WIB, menyatakan akan memulai pengambilan gambar di area dekat kawah.

"Setelah itu, komunikasi terputus secara tiba-tiba. Kapten kapal yang mengantar mereka melaporkan bahwa cuaca di sekitar Anak Krakatau tiba-tiba buruk dengan gelombang setinggi 3-4 meter," jelas Yani.

Tantangan Pencarian di Laut Terbuka

Pencarian di sekitar Anak Krakatau menghadapi berbagai tantangan, terutama karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Wilayah tersebut dikenal sebagai area rawan letusan gunung berapi dan gelombang tinggi.

"Kami harus berhati-hati karena aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih tinggi. Selain itu, arus laut di sekitar pulau juga cukup kuat, yang bisa mempersulit proses pencarian," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi (PVMBG), Hendra Gunawan.

Tim SAR telah menempatkan beberapa titik koordinat sebagai area fokus pencarian, berdasarkan data terakhir posisi kapal dan arus laut. Selain itu, mereka juga menggunakan sistem pemantauan maritim untuk mendeteksi adanya sinyal dari peralatan komunikasi korban.

Respons Pemerintah dan Pihak Terkait

Pemerintah Provinsi Lampung telah mengumumkan status siaga bencana di wilayah pesisir sekitara Selat Sunda. Warga di sekitar pantai Kalianda dan Anyer diminta untuk waspada terhadap potensi tsunami kecil yang mungkin disebabkan aktivitas Anak Krakatau.

"Kami telah mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pantai sejauh 500 meter dari garis pantai sebagai langkah preventif," ujar Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, dalam rilis resminya.

Sementara itu, Dewan Pers menyatakan akan mendukung penuh proses pencarian dan memberikan bantuan hukum bagi keluarga korban jika diperlukan. "Kami berduka atas kejadian yang menimpa para rekan jurnalis kami. Tim hukum Dewan Pers sudah siap untuk memberikan bantuan," kata Ketua Dewan Pers, Alwi Dahlan.

Kelompok Relawan Ikut Bergabung

Sejumlah kelompok relawan dan nelayan setempat juga turut bergabung dalam proses pencarian. Mereka membantu dengan menyediakan kapal-kapal tradisional yang lebih familiar dengan kondisi perairan setempat.

"Kita tidak bisa tinggal diam saat saudara-saudara kita hilang. Meskipun kondisi laut berbahaya, kita harus berusaha keras untuk menemukan mereka," kata Ketua Kelompok Nelayan Kalianda, Hasan.

Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan meskipun harapan menemukan korban dalam keadaan hidup semakin tipis. "Kami tidak berhenti mencari sampai dengan korban ditemukan, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia," pungkas Ahmad Yani dari Basarnas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter