19, 2026
Nasional

Cerita Sabar-sabar Menunggu di Soetta yang Akhirnya Dibuka

Calon penumpang Bandara Soetta harus menunggu hingga empat hari akibat penutupan karena abu vulkanik. Bandara kembali beroperasi pada 8 September.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Cerita Sabar-sabar Menunggu di Soetta yang Akhirnya Dibuka

Cerita Sabar-sabar Menunggu di Soetta yang Akhirnya Dibuka

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali beroperasi penuh setelah sebelumnya dibatasi operasionalnya akibat kondisi cuaca buruk. Ribuan penumpang yang terdampak harus bersabar menunggu di berbagai lokasi di dalam bandara selama berjam-jam. Sebuah cerita kesabaran dan ketekunan yang terjadi di pintu gerbang Indonesia tersebut.

Antrean Panjang dan Penumpang yang Stres

Pada hari Minggu lalu, Bandara Soekarno-Hatta harus menunda puluhan penerbangan domestik dan internasional akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini membuat ribuan penumpang terjebak di bandara sejak pagi hingga malam hari.

Area check-in domestik maupun internasional begitu padat dengan penumpang yang menunggu informasi terbaru. Banyak di antara mereka yang terlihat kebingungan dan stres. "Sudah tiga jam saya menunggu di sini, tapi belum ada kepastian kapan penerbangan saya akan jalan," ujar Ahmad, seorang penumpang penerbangan rute Jakarta-Pontianak.

Para penumpang terlihat duduk di lantai atau menggunakan bagasi sebagai tempat duduk sementara. Beberapa membawa makanan ringan atau minuman untuk menemani waktu tunggu yang tak menentu. Suasana di terminal menjadi cukup padat dan panas membuat beberapa penumpang merasa tidak nyaman.

Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat

Pihak bandara segera melakukan evakuasi penumpang dari area gate yang terdampak kondisi cuaca buruk. Beberapa penumpang yang memiliki jadwal penerbangan mendesak dipindahkan ke gate lain yang masih beroperasi normal. "Kami berusaha sekuat tenaga untuk memfasilitasi penumpang yang memiliki kebutuhan mendesak seperti ibu hamil atau pasien yang sedang dalam perawatan medis," jelas Kepala Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Budi Santoso.

Ratusan kursi tambahan disiapkan di area tunggu untuk menampung penumpang yang menunggu. Tim medis juga diterjunkan untuk membantu penumpang yang mengalami stress atau kondisi kesehatan tidak stabil. "Kami juga menyediakan air minum dan makanan ringan gratis bagi para penumpang yang terdampak penundaan penerbangan," tambah Budi.

Pihak bandara juga mengaktifkan pusat informasi di berbagai lokasi untuk memberikan update terkait jadwal penerbangan. Para staf bandara terlihat sibuk menjawab setiap pertanyaan dari penumpang yang kebingungan. Informasi juga disampaikan melalui sistem pengeras suara dan media sosial resmi bandara.

Normalisasi Operasional Bandara

Setelah kondisi cuca membaik pada sore hari, pihak bandara secara bertahap membuka kembali operasional penerbangan. Proses normalisasi ini membutuhkan waktu beberapa jam untuk mengatur kembali jadwal dan menata ulang alur penumpang.

Para penumpang yang sudah menunggu lama terlihat lega setelah mendapat informasi bahwa penerbangan mereka akan segera dilakukan. "Alhamdulillah, akhirnya penerbangan saya diumumkan akan jalan. Meski sudah menunggu 8 jam, tapi lega sekali setelah mendapat kepastian," ujar Sarah, sepenumpang penerbangan rute Jakarta-Surabaya.

Pihak bandara meminta maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. "Kami meminta maaf atas segala ketidaknyamanan yang dialami para penumpang. Kami akan terus berupaya meningkatkan sistem penanganan darurat untuk mengantisipasi kondisi serupa di masa depan," kata Juru Bicara Bandara Soekarno-Hatta, Maya Wijaya.

Insiden ini menunjukkan pentingnya persiapan darurat bagi setiap bandara terkait perubahan cuaca ekstrem. Pihak pengelola berjanji akan mengevaluasi kembali prosedur operasional guna meningkatkan layanan bagi penumpang di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter