Antrean SPBU Makassar Berangsur Normal, Pertamina Beri Layanan 24 Jam
Antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami penurunan signifikan setelah sebelumnya panjang dan melebihi kapasitas. Situasi ini terjadi seiring dengan peningkatan pasokan bahan bakar dan penerapan layanan 24 jam oleh Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Situasi SPBU di Makassar
Beberapa hari terakhir, SPBU di wilayah Makassar mengalami antrean yang cukup panjang akibat lonjakan permintaan bahan bakar, terutama jelang libur panjang dan penyesuaian harga bahan bakar. Antrean tidak hanya terjadi di SPBU milik Pertamina, tetapi juga di SPBU swasta yang tersebar di beberapa titik strategis di kota.
Menurut pantauan di lapangan, kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur normal. Jika sebelumnya panjang antrean bisa mencapai hingga 500 meter bahkan lebih, kini panjang antrean telah berkurang drastis menjadi di bawah 200 meter bahkan ada yang sudah tidak ada antrean sama sekali.
Upaya Pertamina Mengatasi Kebutuhan
Untuk memastikan pasokan bahan bakar tidak terhambat, Pertamina telah melakukan sejumlah upaya. Pertamina mengaku telah meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU di Makassar hingga 150% dari kebutuhan normal.
"Kami telah menambah pasokan Premium dan Pertalite hingga 150% dari rata-rata harian. Selain itu, kami juga menambah frekuensi pengiriman dari depot ke SPBU untuk memastikan tidak ada kekurangan pasokan," ujar Kepala Pertamina Wilayah Sulawesi, Ahmad Fauzi, saat ditemui di salah satu SPBU di Makassar.
Fauzi menambahkan bahwa selain meningkatkan pasokan, Pertamina juga membuka layanan 24 jam di sejumlah SPBU strategis di Makassar. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pengisian bahan bakar kapan saja.
Respon Masyarakat
Keputusan Pertamina memberikan layanan 24 jam mendapat respon positif dari masyarakat. Seorang pengendara ojek online (ojol) yang biasanya mengisi BBM di tengah malam, Budi Santoso, mengaku terbantu dengan adanya layanan ini.
"Sebelumnya seringkali susah cari SPBU yang buka larut malam, apalagi pasca penyesuaian harga. Sekarang dengan adanya layanan 24 jam, kami bisa mengisi BBM kapan saja tanpa khawatir kehabisan," ujar Budi.
Sementara itu, seorang warga, Siti Aminah, mengaku lebih leluasa dalam mengatur jadwal mengisi BBB kendaraannya. "Dulu harus mengatur waktu mengisi BBM sesuai jam operasional SPBU, sekarang bisa kapan saja, bahkan tengah malam juga bisa," kata Siti.
Pantauan dan Pengawasan
Dalam rangga menjaga stabilitas pasokan dan harga, pihak terkait terus melakukan pengawasan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar bersama Pertamina melakukan razia di sejumlah SPBU untuk memastikan tidak ada praktik curang dalam penjualan BBM.
"Kami bersama Pertamina melakukan pengawasan rutin untuk mencegah praktik curang seperti penjualan BBM di luar SPBU atau penimbunan. Hingga kini belum ditemukan praktik curang di SPBU di Makassar," ujar Kepala Satpol PP Makassar, Muhammad Yusuf.
Yusuf menambahkan bahwa pihaknya juga membuka jalur komunikasi bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik curang dalam penjualan BBM. "Kami siap menerima laporan dari masyarakat dan segera melakukan penindakan," ujarnya.
Proyeksi Kebutuhan BBM
Pertamina memproyeksikan kebutuhan BBM di Makassar akan tetap tinggi selama beberapa hari ke depan, mengingat masih ada masyarakat yang melakukan aktivitas jelang libur panjang. Oleh karena itu, Pertamina memastikan pasokan BBM akan terus dijaga.
"Kami akan terus memantau kebutuhan BBM dan menyesuaikan pasokan sesuai dengan permintaan. Kami meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang dalam mengisi BBM," kata Fauzi.
Dengan kondisi antrean yang mulai normal dan pasokan BBM yang memadai, diharapkan situasi di SPBU di Makassar akan kembali stabil dan tidak menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.
Komentar (0)