17, 2026
Teknologi

Abah Setu Minta Maaf Usai Diduga Hina Nabi, Ini Respons Kemenag

Kemenag menanggapi kasus Abah Setu yang menghina Nabi Muhammad. Abah Setu minta maaf dan berjanji memperbaiki diri serta menghentikan kegiatan yang menyinggung.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Abah Setu Minta Maaf Usai Diduga Hina Nabi, Ini Respons Kemenag

Abah Setu Minta Maaf Usai Diduga Hina Nabi, Ini Respons Kemenag

Kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh seorang pria yang dikenal sebagai Abah Setu menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Akibat kejadian tersebut, Abah Setu akhirnya meminta maaf secara terbuka. Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) turut memberikan respons terkait insiden yang menimbulkan kehebohan ini.

Abah Setu, yang merupakan seorang tokoh masyarakat di daerahnya, menjadi sorotan usai video berisikan dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terdengar suara yang diduga milik Abah Setu mengucapkan kata-kata yang dianggap tidak pantas terhadap Nabi Muhammad SAW.

Menanggapi hal ini, Abah Setu menggelar konferensi pers di kediamannya pada Rabu (15/3) lalu. Dalam konferensi pers tersebut, ia menyatakan permintaan maaf secara tulus atas perbuatannya yang tidak disengaja.

"Saya dengan tulus meminta maaf atas apa yang saya ucapkan. Saya tidak bermaksud menghina Nabi Muhammad SAW. Ucapan tersebut keluar karena tidak mempertimbangkan dan saya benar-benar menyesal," ujar Abah Setu dengan suara serak.

Ia menjelaskan bahwa ucapan tersebut merupakan akibat dari kesalahan interpretasi dalam diskusi yang sedang berlangsung. Abah Setu mengaku sedang dalam kondisi emosional saat itu sehingga tidak mengendalikan ucapan dengan baik.

Sebelum meminta maaf, Abah Setu sempat menghilang beberapa hari setara video beredar. Hal ini memicu kemarang lebih besar dari masyarakat. Beberapa ormas Islam bahkan menyatakan siap melaporkan perbuatannya ke pihak berwajib jika tidak ada penjelasan yang memadai.

Respons Kemenag

Kementerian Agama pun memberikan respons terkait kasus yang melibatkan Abah Setu ini. Kepala Biro Penerangan dan Komunikasi Publik Kemenag, Abdul Mu'ti, mengatakan bahwa pihaknya menyesalkan perbuatan yang dilakukan Abah Setu.

"Kami menyesalkan perbuatan yang tidak patut ini. Penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW tidak dapat ditoleransi dalam Islam. Namun, kami juga melihat ada sikap tulus dari Abah Setu dalam meminta maaf," ujar Mu'ti dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (16/3).

Menurut Mu'ti, Kemenag akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat untuk menindaklanjuti kasus ini. Pihaknya juga akan melakukan pendekatan edukatif terhadap Abah Setu agar lebih memahami kekhususan dan keagungan Nabi Muhammad SAW.

"Kami akan mengajaknya untuk belajar lebih dalam tentang kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Ini penting untuk mencegah terulangnya hal serupa di masa depan," jelas Mu'ti.

Tanggapan Masyarakat

Respons dari masyarakat terhadap permintaan maaf Abah Setu beragam. Sebagian menerima maafnya dengan menganggap bahwa setiap manusia memiliki kesalahan dan berhak memperbaiki diri. Namun, ada juga yang menilai permintaan maaf tersebut terlambat dan dianggap hanya mencari pengampunan dari masyarakat.

"Saya melihat ada kesungguhan dalam permintaan maafnya. Saya berharap ini benar-benar kesadaran dan bukan sekadar tekanan dari masyarakat," kata Ahmad, warga setempat, saat diwawancarai.

Di sisi lain, sejumlah aktivis menilai bahwa meskipun sudah meminta maaf, Abah Setu harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Mereka berpendapat bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya menghormati agama dan tokoh agama.

Kepolisian Resor setempat mengkonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. "Kami sedang mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk menentikan langkah selanjutnya," kata Kapolres setempat, AKBP Budi Santoso.

Sementara itu, beberapa ormas Islam menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap perkembangan kasus ini. Mereka berharap agar keadilan tetap berjalan dan tidak ada pihak yang diuntungkan dari insiden ini.

Kasus Abah Setu ini kembali menunjukkan pentingnya kesadaran akan sensitifitas isu agama di masyarakat. Di satu sisi, ada nilai toleransi dan keikhlasan dalam memberikan pengampunan. Di sisi lain, ada kebutuhan untuk menjaga marwah agama dan menindak tegas pelanggar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter