5 Wartawan Hilang Kontak saat Liput Anak Krakatau, Polri Periksa Pemilik Kapal
Sebanyak lima wartawan dinyatakan hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Provinsi Banten. Para wartawan tersebut terakhir kali melapor pada Minggu (10/9/2023) sebelum berangkat ke lokasi liputan. Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan telah melakukan penyelidikan kasus ini dan memeriksa beberapa saksi termasuk pemilik kapal yang digunakan.
Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto mengatakan bahwa para wartawan tersebut merupakan anggota tim liputan dari berbagai media. Mereka berencana meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi beberapa waktu terakhir.
"Para wartawan berangkat menggunakan kapal motor KM Gemini Nusantara dengan kapten H. Maman (55) dan awak kapal Sopian (25). Mereka terakhir kali terlihat di perairan Anak Krakatau pada pukul 14.30 WIB," ujar Eko Hartanto dalam konferensi pers di Mapolda Banten.
Kronologi Hilangnya Para Wartawan
Berdasarkan keterangan saksi, tim wartawan berangkat dari Pelabuhan Ciwandan, Kabupaten Serang, Banten pada pukul 09.00 WIB. Mereka menggunakan kapal berukuran 10 GT dengan jarak tempuh sekitar 15 mil laut menuju lokasi Gunung Anak Krakatau.
Sebelum kehilangan kontak, salah satu wartawan sempat mengirim pesan singkat kepada redaksi menyatakan bahwa mereka telah tiba di lokasi liputan dan mulai merekam aktivitas gunung berapi. Pesan terakhir diterima pada pukul 14.15 WIB.
Setelah itu, komunikasi terputus hingga kini. Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polri, dan TNI AL telah melakukan pencarian di area sekitar perairan Anak Krakatau namun belum menemukan korban atau kapal yang hilang kontak.
Pemeriksaan Pemilik Kapal dan Kondisi Kapal
Polri telah memeriksa pemilik kapal H. Maman dan awak kapal Sopian sebagai saksi dalam kasus ini. Keduanya diperiksa di Mapolda Banten untuk mengetahui kronologis kejadian yang terjadi.
"Kami sudah memeriksa kapten dan awak kapal. Mereka mengaku cuaca saat berlayar cukup baik namun terjadi gelombang yang cukup tinggi di sekitar Anak Krakatau," jelas Eko Hartanto.
Polri juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memeriksa kondisi kapal KM Gemini Nusantara di Pelabuhan Ciwandan. Dari hasil pemeriksaan, kapal ditemukan dalam kondisi baik namun beberapa peralatan komunikasi seperti radio komunikasi dan GPS ternyata tidak berfungsi dengan baik.
"Tim kami sedang menyelidiki apakah ada kesalahan dalam persiapan navigasi atau faktor cuaca yang menjadi penyebab hilangnya kontak. Kami juga akan memeriksa dokumen kapal dan izin navigasi yang dimiliki," tambah Eko Hartanto.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Basarnas telah mengirimkan tiga unit kapal pencari dan satu unit pesawat untuk membantu proses pencarian di area perairan Anak Krakatau. Pencarian dilakukan dengan radius 10 mil laut dari titik terakhir kali kapal terlihat.
Kondisi Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa telah menunjukkan aktivitas meningkat sejak Agustus 2023. Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 51 kali gempa tektonik dan 38 kali gempa vulkanik dalam seminggu terakhir.
Kondisi Para Keluarga Korban
Keluarga para wartawan yang hilang kontak sudah tiba di Mapolda Banten untuk menunggu hasil pencarian. Mereka terlihat sangat cemas dan terus memantau perkembangan pencarian.
Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan pencarian hingga para wartawan ditemukan. "Kami akan melakukan segala upaya untuk menemukan mereka. Tim SAR akan terus bekerja selama cuaca memungkinkan," pungkas Eko Hartanto.
Komentar (0)