17, 2026
Teknologi

Zankore Indosat Dapat Suntikan Rp 54,6 Triliun, Bangun AI Factory 1 GW

Zankore by Indosat mengamankan USD 3,1 miliar untuk membangun infrastruktur AI di Indonesia, menargetkan kapasitas 1 GW dengan dukungan Nvidia.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Zankore Indosat Dapat Suntikan Rp 54,6 Triliun, Bangun AI Factory 1 GW

Zankore Indosat Dapat Suntikan Rp 54,6 Triliun, Bangun AI Factory 1 GW

Dalam gerakan strategis yang menandai pergeseran fundamental di sektor teknologi digital Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui anak usahanya Zankore mengumumkan rencana pembangunan AI Factory berkapasitas 1 GW. Proyek ambisius ini akan didanai dengan suntikan dana sebesar Rp 54,6 triliun, menandai komitmen besar untuk memposisikan Indonesia sebagai pusat keunggulan teknologi kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara.

AI Factory yang direncanakan akan menjadi pusat pengolahan data dan komputasi cloud terbesar di Asia Tenggara ini akan dibangun di beberapa lokasi strategis di Indonesia. Proyek ini menggabungkan teknologi terkini dalam bidang kecerdasan buatan, edge computing, dan infrastruktur cloud untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor termasuk keuangan, kesehatan, manufaktur, dan pemerintahan.

Investasi Strategis untuk Transformasi Digital

Menurut informasi yang diterima, suntikan dana sebesar Rp 54,6 triliun ini berasal dari kombinasi investor strategis dan fasilitas pendanaan internasional. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur komputasi yang mampu mengelola beban kerja AI dalam skala besar. Dengan kapasitas 1 GW, AI Factory ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan komputasi yang semakin meningkat dari berbagai industri di Indonesia dan kawasan.

CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan bahwa investasi ini merupakan bagian integral dari visi perusahaan untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. "Dengan AI Factory ini, kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga fondasi untuk inovasi digital yang akan membawa manfaat ekonomi nyata bagi Indonesia," ujar Sinha dalam konferensi pers yang digelar secara virtual.

Tantangan dan Peluang dalam Pembangunan AI Factory

Pembangunan AI Factory dengan skala sebesar ini menghadirkan tantangan teknis dan logistik yang signifikan. Infrastruktur membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan andal, sistem pendinginan yang efisien, serta jaringan konektivitas berkecepatan tinggi. Zankore telah berkoordinasi dengan pemerintah dan Badan Penyelenggara Jaringan Komunikasi dan Informatika (BPJKI) untuk memastikan proyek ini memenuhi standar keamanan dan kelayakan teknologi.

Dari sisi teknologi, AI Factory akan menggunakan arsitektur heterogen yang menggabungkan berbagai jenis prosesor termasuk GPU, CPU khusus, dan unit pemrosesan AI khusus (ASIC) untuk memaksimalkan efisiensi energi dan performa. Arsitektur ini dirancang untuk dapat menangani berbagai beban kerja AI mulai dari deep learning dan pembelajaran mesin hingga simulasi kompleks.

Dampak pada Ekonomi Digital Indonesia

Keberadaan AI Factory diharapkan akan memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Infrastruktur ini akan mendukung pengembangan aplikasi dan layanan berbasis AI yang dapat meningkatkan produktivitas di berbagai sektor. Menurut perkiraan dari Asosasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), proyek ini dapat menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung dalam lima tahun ke depan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyambut baik rencana pembangunan AI Factory ini. "Investasi skala ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi Indonesia sebagai pusat keunggulan digital di Asia Tenggara. Pemerintah akan mendukung sepenuhnya untuk memastikan proyek ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," kata Plate.

Rencana Pengembangan Jangka Panjang

Zankore merencanakan untuk mengembangkan AI Factory ini dalam tiga tahap. Tahap pertama akan fokus pada pembangunan intarastruktur dasar dengan kapasitas 300 MW yang diharapkan akan beroperasi pada akhir tahun 2024. Tahap kedua akan menambah kapasitas hingga 700 MW pada tahun 2025, sedangkan tahap ketiga akan mencapai kapasitas penuh 1 GW pada tahun 2026.

Selain infrastruktur komputasi, Zankore juga berencana mengembangkan pusat pelatihan dan riset AI untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang kecerdasan buatan. Pusat ini akan bekerja sama dengan universitas dan lembaga riset untuk mengembangkan kurikulum dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan investasi besar ini, Zankore dan Indosat Ooredoo Hutchison menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga sebagai pemain kunci dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang kuat dan berkelanjutan. AI Factory ini diharapkan akan menjadi fondasi bagi transformasi digital di Indonesia untuk dekade-dekade mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter