17, 2026
Teknologi

Water Bombing TNI AU Akan Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Galuga Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa kebakaran di TPA Galuga mulai terkendali. TNI AU akan bantu dengan water bombing untuk pemadaman.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Water Bombing TNI AU Akan Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Galuga Bogor

Water Bombing TNI AU Akan Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Galuga Bogor

Pemerintah melalui TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan mengerahkan pesawat water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor. Langkah ini diambil setelah api berhasil dikuasai oleh tim pemadam kebakaran darat namun masih terdapat titik api yang masih menyala di dalam area TPA yang seluas 40 hektar tersebut.

Kondisi Terkini di Lokasi Kebakaran

Kebakaran di TPA Galuga terjadi pada Kamis (15/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Api yang berasal dari area penimbunan sampah organik tersebut dengan cepat meluas akibat kondisi angin kencang dan suhu tinggi. Sebanyak 50 personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bogor, 30 personel pemadam kebakaran dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bogor, serta 30 personel dari TNI AD terlibat dalam upaya pemadaman.

"Tim darat telah berhasil mengendalikan api utama, namun masih ada titik-titik kecil yang masih menyala di dalam area TPA," ujar Kepala DPKP Bogor, Ahmad Yani dalam keterangannya, Jumat (16/7). Kondisi ini menyebabkan tim sulit untuk masuk ke dalam area karena suhu masih sangat panas dan adanya gas beracun yang dihasilkan dari pembakaran sampah organik.

Peran TNI AU dalam Pemadaman Api

Untuk mempercepat pemadaman, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat meminta bantuan TNI AU. "Kami telah menghubungi Komando Operasi Angkatan Udara I untuk meminta dukungan water bombing," jelas Kepala BPBD Jawa Barat, Eka Santosa.

TNI AU akan mengerahkan dua unit pesawat CN 295 yang dilengkapi sistem water bombing. Pesawat ini mampu membawa 6.000 liter air per kali terbang dan dapat melakukan water bombing sebanyak 12 kali dalam satu jam. "Dengan kapasitas tersebut, diharapkan dapat mempercepat pemadaman api yang masih menyelubungi area TPA," jelas Danlanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo.

Dampak Kebakaran dan Upaya Mitigasi

Kebakaran di TPA Galuga mengakibatkan kerugian estimasi mencapai Rp 5 miliar. Selain itu, asap tebal yang dihasilkan juga mengganggu aktivitas warga di sekitar TPA hingga ke wilayah Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan mencatat tingkat partikulat PM10 di wilayah Jakarta mencapai 186 µg/m³ yang berada di kategori tidak sehat.

"Kami sudah memasang tiga titik penangkal asap di sekitar TPA untuk mencegah asap menyebar ke pemukiman warga," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bogor, Budi Santoso. Selain itu, pemerintah juga telah mengungsikan warga yang tinggal di radius 500 meter dari TPA sementara waktu.

Penyebab Kebakaran dan Tindakan Pemerintah

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga akibat dari proses dekomposisi yang tidak terkontrol pada penimbunan sampah organik. "Suhu yang tinggi dan kondisi angin kencang mempercepat penyebaran api," jelas Kepala BPBD Bogor, Iwan Kurniawan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan evaluasi ulang terkait pengelolaan TPA Galuga. "Kami akan memperketat aturan terkait penimbunan sampah organik dan mempersiapkan teknologi pengolahan sampah yang lebih baik," jelas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan membantu melakukan rehabilitasi lahan di area TPA yang terbakar. "Kami akan menanam vegetasi yang cepat tumbuh untuk mencegah longsor dan erosi," jelas Kepala KLHK, Siti Nurbaya Bakar.

Respons Masyarakat dan Lingkungan

Kebakaran di TPA Galuga menjadi sorotan masyarakat karena terjadi berulang kali dalam dua tahun terakhir. Warga menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah pengelolaan sampah di wilayah tersebut. "Kami sudah bosan dengan kebakaran yang terjadi setiap musim kemarau," ujar Ketua RW 03 Cibinong, Ahmad Dhani.

Para aktivis lingkungan juga mengingatkan bahaya TPA yang tidak terkelola dengan baik. "TPA Galuga menjadi contoh nyata betapa pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan," jelas aktivis lingkungan, Ratna Surbakti. Ia menyoroti perlunya peran aktif masyarakat dalam mengurangi sampah organik melalui program komposting di tingkat kelurahan.

Dengan adanya bantuan water bombing dari TNI AU, diharapkan kebakaran di TPA Galuga dapat segera dipadamkan sepenuhnya dan tidak menimbulkan dampak lebih lanjut terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter