17, 2026
Politik

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Legislator Ingatkan Sosialisasi

Anggota DPRD DKI, Dwi Rio Sambodo, dukung wacana dua hari car free day di Jakarta. Ia minta Pemprov DKI siapkan dengan matang dan melibatkan masyarakat.]]>

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Legislator Ingatkan Sosialisasi

Wacana Penerapan CFD di Jakarta Sabtu-Minggu, Legislator Minta Sosialisasi Matang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengangkat wacana penerapan sistem Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu. Wacana ini mendapat beragam respons dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan legislatif yang menyarankan agar pelaksanaan program tersebut disertai sosialisasi yang matang kepada masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, dalam jumpa pers beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memperluas jangka waktu CFD dari yang semula hanya pada hari Minggu menjadi Sabtu dan Minggu. "Kami melihat bahwa mobilitas di Jakarta masih tinggi pada hari Sabtu, sehingga perlu adanya langkah-langkah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas," ujar Heru.

Ia menjelaskan bahwa CFD dua hari berturut-turut diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas dalam mengurangi kepadatan lalu lintas serta meningkatkan kualitas udara di ibu kota. Selain itu, program ini juga dianggap dapat mendorong aktivitas ekonomi di sekitar area CFD yang menjadi tujuan wisata dan rekreasi masyarakat.

Respon Beragam dari Masyarakat

Wacana ini langsung mendapat respons beragam dari masyarakat Jakarta. Beberapa pihak menyambut positif rencana tersebut dengan menganggap bahwa CFD dua hari dapat memberikan manfaat lebih dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di akhir pekan.

"Bagi saya, ini langkah yang baik. Karena pada hari Sabtu juga banyak aktivitas yang dilakukan masyarakat, sehingga dengan adanya CFD di dua hari, diharapkan lalu lintas bisa lebih terkendali," ujar Ahmad, warga Jakarta Timur yang rutin beraktivitas pada hari Sabtu.

Di sisi lain, tidak sedikit juga masyarakat yang khawatir dengan rencana tersebut. Mereka mempertanyakan bagaimana implementasinya, terutama mengenai akses transportasi publik dan kelancaran mobilitas bagi mereka yang memiliki aktivitas penting pada hari Sabtu.

"Kalau CFD di Sabtu-Minggu, bagaimana dengan mereka yang punya aktivitas penting? Apakah transportasi publik bisa memadai? Ini perlu dipertimbangkan dengan matang," kata Siti, warga Jakarta Selatan.

Kritik dari Kalangan Legislatif

Wacana penerapan CFD dua hari juga mendapat kritik dari kalangan legislatif. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ahmad Riza Patria, menyatakan bahwa pihaknya mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, namun menekankan pentingnya persiapan yang matang.

Ia menambahkan bahwa perlu adanya evaluasi mendalam mengenai dampak CFD yang sudah berjalan selama ini sebelum memperluas jangka waktu pelaksanaannya. "Evaluasi ini penting untuk mengetahui apakah CFD benar-benar efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan polusi udara, ataukah hanya sekadar simbolik," paparnya.

Aspek Transportasi Publik dan Infrastruktur

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah kesiapan transportasi publik dan infrastruktur mendukung CFD dua hari. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengakui bahwa pihaknya masih membutuhkan persiapan ekstra.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu sebelum menetapkan kebijakan CFD dua hari. "Kami akan melihat dari berbagai sisi, mulai dari dampak lalu lintas, transportasi publik, hingga dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.

Perspektif Lingkungan Hidup

Dari sisi lingkungan hidup, wacana CFD dua hari di Jakarta dianggap dapat memberikan dampak positif jika diimplementasikan dengan baik. Koordinator Program Lingkungan Hijau Walhi Jakarta, Reza, menyatakan bahwa mengurungkan kendaraan bermotor selama dua hari dapat berdampak signifikan terhadap kualitas udara.

Namun, ia menekankan bahwa program ini perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas transportasi publik agar masyarakat tidak terpaksa menggunakan kendaraan pribadi. "Tanpa dukungan transportasi publik yang memadai, program CFD bisa jadi kontraproduktif," tambahnya.

Rencana Pemprov DKI

Menanggapi berbagai respons tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyatakan masih melakukan studi kelayakan sebelum menetapkan kebijakan CFD dua hari. Gubernur Heru Budi Hartono mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan semua masukan yang diberikan.

Ia menambahkan bahwa jika kebijakan ini akhirnya diimplementasikan, Pemprov akan melakukan sosialisasi intensif sebelum pelaksanaan. "Kita akan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari RT/RW hingga kelompok profesional, agar semua memahami dan mendukung program ini," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter