19, 2026
Teknologi

Viral Tren Foto 80an Pakai ChatGPT, Diam-diam Bikin Bumi Makin Panas

Foto bergaya tahun 1980-an yang dibuat dengan bantuan ChatGPT sedang jadi tren saat ini. Membuatnya memang mudah, namun ternyata membuat Bumi makin panas.]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Viral Tren Foto 80an Pakai ChatGPT, Diam-diam Bikin Bumi Makin Panas

Viral Tren Foto 80an Pakai ChatGPT, Diam-diam Bikin Bumi Makin Panas

Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan tren fotografi yang unik dan nostalgia. Para pengguna, terutama milenial dan generasi Z, sedang gila-gilaan membuat foto bergaya tahun 1980an menggunakan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT. Namun di balik kesenangan dan nostalgia yang ditawarkan, para ahli lingkungan memberi peringatan keras bahwa tren ini ternyata berdampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Tren ini dimulai oleh seorang fotografer digital yang secara sengaja memanfaatkan AI untuk mengubah foto modern menjadi tampilan seperti diabadikan kamera analog pada era 1980an. Dalam waktu singkat, ribuan foto bergaya retro dengan filter warna khas dekade tersebut bermunculan di berbagai platform media sosial. Foto-foto tersebut menampilkan pakaian, gaya rambut, dan suasana yang kental dengan nuansa 80an, lengkap dengan efek goresan, grain, dan distorsi khas.

Tren Nostalgia yang Menggila

Menurut data dari platform analisis media sosial, lebih dari 500 ribu foto bergaya 80an telah dibuat menggunakan ChatGPT dan alat AI serupa dalam sebulan terakhir. Angka ini meningkat drastis dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 50 ribu. Para pengguna terpikat oleh kemudahan menciptakan karya artistik tanpa perlu keahlian fotografi yang rumit.

"Saya bisa mengubah foto biasa menjadi karya seni dengan nuansa retro hanya dalam beberapa detik," ujar Sarah, salah satu pengguna aktif tren ini. "Hasilnya memang tidak sempurna seperti foto asli dari era 80an, tapi itu justru memberikan kesan autentik dan unik."

Tidak hanya foto diri, banyak pengguna juga mencoba menerapkan gaya retro pada foto lanskap, objek mati, dan bahkan foto hewan peliharaan. Beberapa kreator konten bahkan membuat tutorial cara menghasilkan foto bergaya 80an menggunakan AI yang ditonton jutaan kali.

Diam-diam, Bumi Menangis

Di balik kesenangan visual yang ditawarkan, para ahli lingkungan menyoroti dampak tersembunyi dari tren ini. Dr. Ahmad Pratama, seorang peneliti dari Institut Teknologi Bandung, menjelaskan bahwa setiap kali pengguna meminta AI untuk memproses gambar, server harus melakukan perhitungan kompleks yang membutuhkan energi besar.

"Setiap permintaan pemrosesan gambar melalui AI mengonsumsi energi listrik yang signifikan," ujar Dr. Ahmad. "Jika kita kalikan dengan ratusan ribu permintaan setiap hari, dampaknya terhadap emisi karbon tidak bisa dianggap remeh."

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa satu sesi pemrosesan gambar melalui AI dapat menghasilkan emisi karbon setara dengan mengemudi mobil sejauh 5 kilometer. Dengan tren foto 80an yang viral, emisi karbon dari aktivitas ini diperkirakan mencapai puluhan ton per hari.

Teknologi vs Lingkungan

Kritik tidak hanya datang dari sisi lingkungan, tetapi juga dari kal fotografer profesional. Banyak yang merasa tren ini mengikis nilai seni fotografi asli. "Fotografi seharusnya tentang menangkap momen, bukan sekadar menghasilkan gambar dengan teknologi," kata Budi, seorang fotografer berpengalaman.

Di sisi lain, beberapa pakar teknologi menilai tren ini adalah bagian dari evolusi seni digital. "Teknologi selalu mengubah cara kita berkreasi," kata Prof. Lisa dari Universitas Indonesia. "Yang penting kita sadari dampaknya dan mencari solusi yang lebih berkelanjutan."

Beberapa platform sosial mulai memperhatikan isu ini dan sedang mengembangkan fitur yang lebih ramah lingkungan untuk pemrosesan gambar AI. Namun, hingga saat ini, solusi sempurna belum ditemukan.

Mencari Keseimbangan

Dalam tengah tren yang tak terhindari, para ahli meminta pengguna untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi AI. "Kita tidak perlu menghindari teknologi, tetapi kita harus menggunakannya dengan sadar," ujar Dr. Ahmad.

Beberapa pengguna sudah mulai menyadari dampaknya dan mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan. "Saya mulai beralih menggunakan filter foto yang lebih ringan dan tidak memerlukan pemrosesan berat," kata Rina, seorang pengguna yang awalnya gila dengan tren ini.

Tren foto 80an menggunakan AI mungkin akan seiring waktu digantikan oleh tren baru. Namun, peringatan tentang dampak lingkungan dari penggunaan teknologi berbasis AI adalah pelajaran berharga bagi semua pengguna internet. Di era digital yang semakin canggih, keseimbangan antara kemudahan, kreativitas, dan keberlanjutan lingkungan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter