Viral Terseret Dugaan TPKS, Pengacara Ruben Onsu: Onyo Gak Terlibat, yang Berkelahi Temannya!
Dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang menyeret nama Onyo, putra dari presenter Ruben Onsu, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kabar ini viral setelah pengacara keluarga, Farhat Abbas, memberikan klarifikasi bahwa Onyo tidak terlibat dalam dugaan kasus tersebut. Menurut Farhat, yang terlibat dalam insiden tersebut adalah teman Onyo yang sedang berkelahi dengan korban.
Kasus ini bermula saat video yang menunjukkan adanya insiden kekerasan menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria dalam kondisi tidak sadar diduga menjadi korban kekerasan. Seiring dengan beredarnya video, muncul berbagai spekulasi yang mengaitkan nama Onyo sebagai pelaku dalam insiden tersebut.
Klarifikasi dari Pengacara Ruben Onsu
Menanggapi kabar yang beredar, Farhat Abbas selaku pengacara keluarga Ruben Onsu segera mengeluarkan pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa Onyo tidak memiliki kaitan sama sekali dengan dugaan TPKS yang sedang viral tersebut. "Onyo tidak terlibat dalam kasus ini. Yang berkelahi itu temannya, bukan Onyo," ujar Farhat Abbas dalam konferensi pers singkat yang diadakan kemarin.
Menurut Farhat, insiden tersebut terjadi dalam situasi yang berbeda dengan yang ditudingkan di media sosial. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat adanya perselisihan antara teman Onyo dengan korban, bukan karena adanya unsur TPKS. "Ini adalah masalah antara dua individu yang sedang bertengkar. Onyo hanya ada di lokasi saat insiden terjadi, tetapi tidak terlibat langsung dalam perkelahian tersebut," tambahnya.
Farhat juga menegaskan bahwa keluarga Ruben Onsi sangat prihatin dengan beredarnya kabar yang tidak benar tentang Onyo. Ia mengatakan bahwa keluarga sedang mempertimbangkan langkah hukum untuk melindungi nama baik Onyo yang tercemar berita hoaks tersebut. "Kami akan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap penyebar berita bohong yang merusak nama baik Onyo," tegas Farhat.
Respons dari Publik dan Media
Klarifikasi dari pengacara Ruben Onsu ini mendapatkan berbagai respons dari publik. Beberapa pihak menyambut baik langkah yang diambil keluarga Ruben Onsu untuk membersihkan nama baik Onyo. Mereka berharap agar kasus ini tidak menjadi prasangka buruk terhadap Onyo yang masih berusia remaja.
Sementara itu, ada pula sebagian masyarakat yang tetap skeptis dengan klarifikasi yang diberikan. Mereka meminta agar pihak berwenang melakukan investigasi yang lebih mendalam untuk menyelidiki kebenaran dugaan TPKS yang viral tersebut. "Kami meminta kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan secara objektif agar kebenaran terungkap," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Dari sisi media, berbagai pihak media massa juga turut memberikan liputan terkait kasus ini. Beberapa media memfokuskan pada klarifikasi dari pengacara Ruben Onsu, sementara ada pula media yang tetap memberitakan dugaan TPKS yang viral dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran hoaks.
Tanggapan dari Ruben Onsu
Sementara itu, Ruben Onsu sendiri belum banyak memberikan komentar langsung mengenai kasus yang menjerat putranya ini. Ia hanya meminta agar publik bersifat objektif dan tidak terlalu cepat menghakimi sebelum ada kepastian hukum yang jelas. "Mari kita tunggu hasil investigasi dari pihak berwenang. Saya yakin putra saya tidak akan melakukan hal yang tidak benar," ucap Ruben singkat saat dihubungi wartawan.
Onyo, yang masih berusia 17 tahun, diketahui sedang menghadapi masa-masa sulit setelah dugaan kasus ini menjerat namanya. Keluarga Ruben Onsu meminta privasi untuk Onyo agar ia tidak terlalu tertekan dengan situasi yang sedang dihadapi. "Kami mohon untuk memberikan privasi bagi Onyo. Ia masih remaja dan sedang dalam masa pembentukan karakter," pinta Farhat Abbas.
Kasus ini terus berlangsung dan menjadi perhatian publik. Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan TPKS yang viral tersebut. Semoga kejelasan segera tercapai agar tidak ada lagi pihak yang menjadi korban dari berita hoaks yang menyebar.
Komentar (0)