19, 2026
Ekonomi

Video: Efek Harga BBM dan Bikin Biaya Angkut Melonjak ke Bisnis Es Krim

Harga BBM Naik Bikin Biaya Angkut Melonjak, Apa Efeknya ke Bisnis Es Krim?]]>

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Video: Efek Harga BBM dan Bikin Biaya Angkut Melonjak ke Bisnis Es Krim

Video: Efek Kenaikan Harga BBM Memicu Lonjakan Biaya Angkut, Bisnis Es Krim Terdampak

Para pemilik usaha es krim di berbagai daerah mengeluhkan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung pada operasional bisnis mereka. Video yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana kenaikan harga BBM berujung pada lonjakan biaya angkut yang signifikan, sehingga mendorong harga jual es krim naik.

Kenaikan Biaya Angkut Tak Terhindari

Dalam video tersebut, sejumlah pengusaha es krim mengungkapkan bahwa biaya transportasi untuk mendapatkan bahan baku seperti susu, gula, dan permen es krim telah meningkat drastis sejak harga BBM dinaikkan beberapa waktu lalu. Seorang pemilik usaha es krim tradisional di kota Bandung, Ahmad, mengatakan bahwa biaya angkut untuk mendapatkan susu segar dari pemasok di luar kota sekarang mencapai 40 persen lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

"Sebelumnya, untuk mengangkut susu dari Sukabumi ke sini, biayanya hanya Rp150 ribu. Sekarang sudah mencapai Rp210 ribu per kali pengiriman. Ini berarti setiap liter susu yang kami beli, biaya angkutnya bertambah," jelas Ahmad kepada wartawan.

Menurutnya, kenaikan biaya transportasi ini tidak bisa dihindari karena pemasok-pemasok juga menaikkan harga bahan baku mereka untuk menutupi biaya BBM yang lebih mahal. Akibatnya, usaha es krim yang selama ini menjual dengan harga terjangkau kini terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak merugi.

Dampak pada Harga Jual dan Permintaan Konsumen

Lonjakan biaya produksi ini berdampak pada penyesuaian harga jual es krim. Banyak pengusaha es krim yang terpaksa menaikkan harga produknya antara 15 hingga 30 persen. Sebelum kenaikan BBM, harga satu mangkuk es krim rata-rata berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Kini, harga tersebut naik menjadi Rp18 ribu hingga Rp25 ribu per mangkuk.

"Kami sudah mencoba menahan kenaikan harga selama mungkin, tapi karena biaya produksi terus melonjak, akhirnya kami terpaksa menyesuaikan. Kalau tidak, usaha ini akan merugi," ujar Siti, pemilik usaha es krim di kota Yogyakarta.

Sementara itu, konsumen juga merasakan dampaknya. Beberapa pengunjung mengaku sedih harus membayar lebih mahal untuk menikmati es krim kesayangan mereka. "Saya biasa beli es krim untuk anak-anak setiap akhir pekan. Sekarang karena harganya naik, kami hanya membeli sekali sebulan saja," kata Budi, seorang pengunjung warung es krim di Jakarta.

Inovasi dan Adaptasi Bisnis

Di tengah tantangan ini, sebagian pengusaha es krim mencoba berbagai cara untuk mempertahankan bisnis mereka. Beberapa di antaranya beralih ke bahan baku lokal yang lebih mudah diakses dan biayanya lebih terjangkau. Selain itu, beberapa usaha juga memperluas varian produk dengan menambahkan es krim dengan rasa lokal yang unik.

"Kami mencoba beralih ke susu sapi lokal dari kota ini. Meskipun kualitasnya sedikit berbeda, tapi kami bisa menekan biaya produksi. Selain itu, kami juga membuat es krim rasa cokelat dan vanilla yang lebih diminati konsumen," jelas Rina, seorang pengusaha es krim di Surabaya.

Tidak hanya itu, beberapa pengusaha juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk mereka dan menarik lebih banyak pelanggan. Mereka juga menawarkan paket hemat atau bundling produk untuk menarik minat konsumen meskipun harga sedang naik.

Harapan ke Depan

Para pengusaha es krim berharap pemerintah dapat memberikan bantuan atau insentif bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terutama yang terdampak kenaikan harga BBM. Selain itu, mereka juga berharap ada stabilisasi harga BBM agar biaya operasional bisnis bisa kembali normal.

"Kami ingin terus berkontribusi bagi perekonomian lokal dan memberikan kebahagiaan melalui es krim. Tapi tanpa bantuan atau stabilisasi harga, sulit bagi kami untuk bertahan dalam jangka panjang," tutup Ahmad dengan penuh harap.

Dampak kenaikan harga BBM terlihat tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga merembes ke berbagai usaha kecil yang bergantung pada distribusi. Kasus usaha es krim ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana fluk harga energi dapat menggerus daya saing bisnis lokal dan membebani konsumen akhir.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter