Video Call Jadi Kabar Terakhir, Umi Menanti Suami yang Hilang di KM Virgo
Kapal Motor (KM) Virgo yang mengangkut 34 penumpang dan 12 awak kru tenggelam di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (15/7) lalu. Sejak saat itu, keluarga para korban terus menanti kabar tentang nasib mereka. Salah satu korban yang menjadi perhatian khusus adalah Hidayat (45), seorang nelayan asal Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Ia terakhir kali berkomunikasi dengan istrinya, Umi Kalsum (42), melalui video call sebelum KM Virgo tenggelam.
Kehilangan Kontak Setelah Video Call
Menurut Umi, video call yang dilakukan pada Jumat (14/7) malam adalah kali pertama dan terakhir ia berkomunikasi dengan suaminya sejak Hidayat berangkat menggunakan KM Virgo. Dalam video call tersebut, Hidayat tampak dalam kondisi baik dan memberikan kabar bahwa ia akan tiba di Jakarta pada keesokan harinya.
"Saya ingat jelas, dia bilang sudah dekat Jakarta, sekitar pukul 21.00 WIB. Tidak ada tanda-tanda ada masalah. Dia bahkan masih bercanda dengan anak-anak kami," cerita Umi dengan suara penuh haru saat dihubungi wartawan, Senin (17/7).
Setelah video call tersebut, Umi tidak mendapatkan kabar lagi dari Hidayat. Ia sempat menghubungi nomor ponsel suaminya beberapa kali, tetapi tidak ada yang menjawab. Keadaan menjadi semakin cemas ketika mendengar kabar bahwa KM Virgo tenggelam.
Keluarga Terus Menanti Kabar
Saat ini, Umi bersama tiga anaknya—Rizki (18), Siti (15), dan Ahmad (12)—terus menanti kabar tentang nasih Hidayat. Mereka telah mendatangi Kantor SAR Jakarta dan Posko Pencarian dan Penyelamatan (SAR) di Pantai Ancol untuk menanyakan informasi terkait KM Virgo.
"Kami tidak tahu harus kemana lagi. Kami hanya berharap suami saya selamat dan bisa segera pulang ke rumah," ujar Umi sambil menunduk.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Eko Budi Santoso, mengatakan tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban KM Virgo. Hingga Senin (17/7), tim berhasil menemukan 15 korban hidup dan 18 korban meninggal dunia. Masih ada 13 korban yang belum ditemukan.
"Tim kami masih melakukan pencarian di lokasi tenggelam KM Virgo. Kondisi perairan di lokasi tersebut cukup berbahaya dengan arus yang kuat dan gelombang tinggi," jelas Eko.
Hidayat Sebagai Nelayan dan Penopang Keluarga
Hidayat merupakan nelayan yang telah bekerja selama 20 tahun. Ia bekerja di perairan Kepulauan Seribu untuk menghidupi keluarganya. Selain sebagai nelayan, Hidayat juga bekerja buruh harian di beberapa proyek pembangunan di Jakarta untuk menambah penghasilan keluarga.
Keluarga Hidayat mengaku mengalami kesulitan ekonomi sejak ia hilang. Mereka terpaksa mengandalkan bantuan tetangga dan kerabat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat Ikut Turun Tangan
Kasus hilangnya KM Virgo dan nasib para korban mendapat perhatian dari berbagai pihak. Banyak warga yang turut membantu keluarga korban dengan memberikan bantuan sembako dan tempat tinggal sementara.
Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi juga memberikan bantuan kepada keluarga korban. Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan biaya pendidikan untuk ketiga anak Hidayat.
Sementara itu, proses identifikasi korban yang ditemukan masih terus dilakukan. Pihak berwenang meminta keluarga korban untuk datang ke RS Polri Kramat Jati untuk melakukan identifikasi jika ada kerabat yang diduga menjadi korban KM Virgo.
Keluaran Hidayat dan para korban KM Virgo masih menjadi pertanyaan besar bagi keluarga. Mereka hanya bisa berdoa dan menunggu kabar baik dari pihak berwenang yang masih melakukan pencarian di tengah lautan yang tidak bersahabat.
Komentar (0)