17, 2026
Nasional

VesselFinder Ungkap Posisi Terakhir Kapal Virgo Saat Hilang Kontak

Platfrom pelacak lokasi kapal VesselFinder mengungkap posisi terakhir kapal Virgo Transport 8 sebelum hilang kontak di perairan Laut Jawa.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

VesselFinder Ungkap Posisi Terakhir Kapal Virgo Saat Hilang Kontak

VesselFinder Ungkap Posisi Terakhir Kapal Virgo Saat Hilang Kontak

Data pelacakan kapal Virgo yang hilang kontak sejak beberapa hari lakhir telah diungkap oleh platform pelacakan kapal VesselFinder. Informasi ini menjadi kunci penting bagi tim pencarian dan penyelamatan yang sedang berupaya menemukan keberadaan kapal tersebut beserta awaknya.

Kapal Virgo, yang didaftarkan sebagai kapal kargo dengan panjang 120 meter dan berat mati 5.000 ton, terakhir kali tercatat berada di perairan Selat Sunda pada Rabu dini hari. Menurut data VesselFinder, kapal tersebut bergerak dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan sekitar 12 knot sebelum signal komunikasinya tiba-tiba hilang.

Detail Posisi Terakhir dan Peristiwa Hilang Kontak

Berdasarkan catatan VesselFinder, posisi terakhir kapal Virgo tercatat pada koordinat 5°50' LS dan 105°30' BT, sekitar 50 mil laut dari pantai barat Sumatra. Pada posisi tersebut, kapal dilaporkan berada dalam kondisi normal dengan kecepatan dan arah yang stabil.

Kapal hilang kontak sekitar pukul 02.00 WIB dini hari hari Rabu. Menurut laporan awal, kapal sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum komunikasi benar-benar terputus. Sinyal tersebut menunjukkan adanya masalah teknis yang belum dapat dipastikan jenisnya.

Tim SAR yang terdiri dari personel TNI AL, Basarnas, dan kapal-kapal komersial sekitar wilayah tersebut telah segera diterjunkan untuk melakukan pencarian. Area pencarian difokuskan pada sekitar posisi terakhir Virgo dengan mempertimbangkan arang arus dan kondisi cuaca saat itu.

Kondisi Cuaca dan Potensi Risiko

Meteorologis mencatat bahwa wilayah pencarian pada saat Virgo hilang kontak sedang mengalami kondisi cuaca yang relatif baik. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 15 knot dengan ketinggian gelombang antara 1-2 meter. Namun, beberapa laporan menyebutkan adanya arus yang cukup kuat di sekitar perairan tersebut.

Kapal Virgo sendiri telah beroperasi selama lebih dari 15 tahun dan memiliki catatan keselamatan yang baik. Kapal ini biasanya mengangkut barang-barang manufaktur rute antara Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Kepala Basarnas Eko Priyo Purnomo mengatakan bahwa tim SAR telah melakukan pencarian selama 48 jam nonstop namun belum menemukan jejak kapal. "Kami masih mengandalkan data dari VesselFinder sebagai titik referensi utama. Namun, kami juga mempertimbangkan kemungkinan kapal terseret arus," ujar Eko dalam konferensi pers.

Upaya Pencarian dan Evakuasi

Sampai saat ini, sudah ada 10 kapal, termasuk dua kapal patroli TNI AL dan dua pesawat SAR yang terlibat dalam operasi pencarian. Area pencarian diperluas hingga jangkauan 100 mil dari posisi terakhir dengan menggunakan metode grid search.

Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan setempat, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data lengkap mengenai kapal Virgo. "Kami sedang memeriksa dokumen perizinan, daftar awak kapal, dan muatan yang dibawa. Hal ini penting untuk memastikan skala bencana yang terjadi," jelas Ahmad.

Kondisi Awak Kapal dan Muatan

Kapal Virgo membawa 20 awak kapal, yang terdiri dari 18 orang WNI dan 2 orang WNA. Semua awak kapal dilaporkan memiliki pengalaman navigasi yang cukup dan sertifikat yang memenuhi persyaratan.

Muatan yang dibawa oleh Virgo terdiri dari berbagai jenis barang manufaktur dengan berat total sekitar 3.000 ton. Muatan tersebut dianggap tidak berbahaya secara lingkungan, sehingga potensi pencemaran laut jika terjadi kebocoran relatif minim.

Keluarga awak kapal telah diberitahukan mengenai insiden ini dan mendapat pendampingan psikologis dari tim krisis Basarnas. Sebuah pusko informasi juga dibuka di kantor pelabuhan Tanjung Priok untuk memberikan update terkait proses pencarian.

Tantangan di Depan dan Perencanaan Lanjutan

Koordinator tim pencarian, Komodor Laut (L) Budi Santoso, mengakui bahwa pencarian di wilayah tersebut menghadapi beberapa tantangan. "Kondisi perairan cukup dalam dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter, yang membuat proses pencarian menggunakan sonar menjadi lebih sulit," ujar Budi.

Tim rencananya akan memperluas area pencarian ke arah timur jika dalam 24 jam ke depan tidak ditemukan jejak kapal. Selain itu, pihak juga mempertimbangkan untuk mengirimkan tim penyelam khusus jika ditemukan puing-puing yang cukup besar di dasar laut.

Pemerintah pusat dan daerah telah mendeklarasikan insiden ini sebagai keadaan darurat maritim. Alokasi dana sebesar Rp5 miliar telah disiapkan untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung hingga kapal ditemukan atau dinyatakan hilang secara resmi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter