Kapal Virgo Hilang di Laut Jawa: 103 Orang Dievakuasi, 1 Orang Tewas
Tim SAR berhasil mengevakuasi 103 orang dari kapal motor Virgo yang hilang kontak di Laut Jawa. Tragedi ini menyebabkan satu korban tewas dan dua orang lainnya masih dalam pencarian. Kapal yang membawa 106 penumpang dan awak ini dilaporkan tenggelam pada Kamis (15/9) pagi.
Kapal Virgo yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ini menghilang kontak sekitar pukul 04.00 WIB. Berdasarkan laporan terakhir, kapal mengalami cuaca buruk dengan tinggi gelombang mencapai 3-4 meter sebelum kontak terputus.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) segera diaktifkan setelah kapal tidak kunjung tiba di pelabuhan tujuan. Basarnas mengirimkan sejumlah kapal dan pesawat untuk mencari kapal yang hilang kontak. Pencarian ini melibatkan personel TNI AL, Polri, Basarnas, dan beberapa nelayan setempat.
"Kita mengerahkan 3 kapal patroli TNI AL, 1 kapal Polri Air, dan 2 unit kapal SAR Basarnas. Selain itu, kita juga menggunakan 1 pesawat CN 295 untuk pengintaungan dari udara," jelas Kepala Basarnas Marsda TNI Fajar Adri, Kamis (15/9) siang.
Setelah berjam-jam pencarian, tim SAR menemukan 103 korban yang selamat. Mereka ditemukan di perairan sekitar Pulau Bawean, Jawa Timat. Para korban langsung dievakuasi ke RSUD Grahadi Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan dari beberapa korban yang selamat, kapal Virgo mulai mengalami masalah sekitar pukul 02.00 WIB saat berada di tengah Laut Jawa. Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi membuat kapal terombang-ambing.
Kapal akhirnya tenggelam sekitar pukul 04.00 WIB. Para penumpang dan awak kapal terpaksa melompat ke laut dan memegang puing-puing kapal untuk bertahan hidup. Beberapa di antara mereka menggunakan pelampung darurat yang tersedia di kapal.
Korban Tewas dan Dalam Pencarian
Korban tewas identiknya diketahui sebagai Sulistyo (50), seorang awak kapal. Jenazahnya sudah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya untuk dimaknalkan.
Dua korban yang masih dalam pencarian diduga terjebak di dalam ruang mesin kapal yang terendam. Tim SAR terus melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan harapan menemukan kedua korban masih hidup.
Respons Pemerintah
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan prihatin atas kejadian ini. Pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab tenggelamnya kapal Virgo.
Pemerintah juga menegaskan akan memberikan bantuan kepada para korban yang selamat. Bantuan tersebut berupa biaya pengobatan, penggantian barang bawaan, dan bantuan psikologis untuk mengatasi trauma.
Kesadaran Keselamatan Pelayaran
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan dalam pelayaran di Indonesia. Sejumlah pihak menyerukan agar pemerintah lebih ketat dalam mengawasi operasional kapal-kapal penumpang.
Sementara itu, Asosasi Pelaut Indonesia (API) meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem pelaporan cuaca di laut agar nakhoda kapal bisa mendapatkan informasi akurat tentang kondisi cuaca sebelum memulai pelayaran.
Dengan ditemukannya 103 korban selamat, harapan untuk menemukan dua korban yang masih dalam pencarian masih terbuka. Tim SAR terus berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan operasi pencarian ini.
Komentar (0)