Update Dampak Erupsi Anak Krakatau Senin Pagi: 6 Bandara Masih Ditutup
Erupsi gunung berapi Anak Krakatau pada Senin pagi menyebabkan dampak signifikan bagi penerbangan di wilayah Banten dan Lampung. Hingga berita ini diturunkan, enam bandara masih ditutup sementara akibat abu vulkanik yang menyelimuti wilayah udara. Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi ini akan berlanjut hingga akhir hari.
Kondisi Bandara Terdampak
Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, menjadi salah satu bandara yang paling terdampak. Menurut informasi dari PT Angkasa Pura II, operator bandara, operasi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara sejak pukul 06.00 WIB. "Kami telah melakukan penutupan sementara bandara akibat adanya laporan abu vulkanik dari BMKG. Kondisi visibilitas di sekitar bandara menurun drastis," kata Kepala Divisi Humas PT Angkasa Pura II, Yusa Manggala.
Selain Bandara Soekarno-Hatta, lima bandara lainnya juga mengalami penutupan sementara. Bandara Raden Intan di Bandar Lampung, Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Depati Parbo di Pangkal Pinang, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, dan Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pandan juga mengalami kondisi serupa. Pihak masing-masing bandara telah menginformasikan kepada penumpang tentang penundaan atau pembatalan penerbangan.
Respons Pihak Terkait
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pihaknya telah mengimbau warga di sekitar wilayah Anak Krakatau untuk tetap waspada. "Kami telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau perkembangan kondisi gunung berapi. Selain itu, kami juga telah mengimbau warga untuk tidak mendekati zona bahaya sejauh 5 kilometer dari kawah puncak Anak Krakatau," ujar Muhari.
Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengaku telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak BMKG dan seluruh operator bandara untuk memastikan keselamatan penerbangan. "Kami memberlakukan standar operasi yang ketat mengenai penutupan bandara akibat abu vulkanik. Keputusan penutupan didasarkan pada rekomendasi BMKG dan kondisi visibilititas di lapangan," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto.
Dampak bagi Penumpang
Penutupan enam bandara ini tentu saja menimbulkan dampak bagi ribuan penumpang yang telah merencanakan perjalanan. Banyak penumpang yang terdampak harus menunda atau membatalkan rencana perjalanan mereka. Beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air telah mengeluarkan policy khusus bagi penumpang yang terdampak.
"Kami akan memberikan opsi pengembalian dana atau penerbangan ulang (reschedule) bagi penumpang yang tiketnya berlaku di periode penutupan bandara. Kami juga akan menginformasikan perkembangan kondisi secara berkala," kata juru bicara salah satu maskapai tersebut.
Kondisi Gunung Berapi
Menurut informasi dari PVMBG, erupsi Anak Krakatau terjadi pada pukul 05.45 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung. Gunung ini tercatat masih dalam level waspada (Level II) dengan potensi erupsi lebih besar yang masih bisa terjadi kapan saja.
Pihak berwenang telah menyiapkan posko darurat di beberapa titik di sekitar wilayah terdampak. Posko ini difungsikan untuk mengkoordinasikan upaya evakuasi jika diperlukan serta memberikan informasi kepada masyarakat. "Kami telah menyiapkan tim search and rescue (SAR) yang siap diterjunkan jika diperlukan. Selain itu, kami juga telah menyiapkan masker untuk warga di sekitar wilayah terdampak," ujar Kepala Basarnas Budiawan. Warga di sekitar wilayah Anak Krakatau diminta untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. Informasi perkembangan kondisi dapat diakses melalui laman resmi BMKG, BNPB, atau sosial media resmi pemerintah daerah setempat.
Komentar (0)