17, 2026
Nasional

Tujuh Pendaki Terjebak di Gunung Nokilalaki Sulteng Dievakuasi, Semuanya Selamat

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/13/6aa6be4043eff-para-pendaki-di-gunung-nokolalaki-berhasil-ditemukan-dan-dievakuasi-tim-sar-gabungan_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tujuh Pendaki Terjebak di Gunung Nokilalaki Sulteng Dievakuasi, Semuanya Selamat

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh pendaki yang terjebak di Gunung Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (14/9/2023). Para pendaki ditemukan dalam kondisi sehat dan langsung dievakuasi ke posko pengungsian yang telah disiapkan.

Gunung Nokilalaki, yang memiliki ketinggian 2.615 meter di atas permukaan laut, menjadi lokasi kejadian ini. Para pendaki terjebak sejak Rabu (13/9/2023) l akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut. Hujan deras dan kabut tebal mengakibatkan visibilitas menurun drastis, sehingga para pendaki tidak dapat melanjutkan perjalanan turun dari puncak.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Proses pencarian dan evakuasi berlangsung selama sekitar 24 jam. Tim SAR gabungan terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, serta relawan pendaki lokal. Pencarian dimulai pada Rabu malam setelah para pendaki melaporkan kondisi mereka ke posko koordinasi.

Kepala Basarnas Sigi, Muhammad Yusuf, mengatakan bahwa tim SAR mendapatkan laporan dari salah satu pendaki bahwa mereka sudah tidak dapat turun karena kondisi cuaca yang buruk. "Kami langsung mengirimkan tim pencarian dengan menggunakan dua unit kendaraan roda empat dan satu unit sepeda motor," ujar Yusuf.

Tim SAR berhasil menemukan para pendaki di ketinggian sekitar 2.000 meter dari permukaan laut pada Kamis pagi. "Mereka dalam kondisi sehat, hanya sedikit mengalami hipotermia karena suhu yang dingin," tambah Yusuf.

Kondisi Para Pendaki

Para pendaki yang terdiri dari lima pria dan dua wanita ini adalah warga dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Mereka sempat panik setelah menyadari bahwa mereka tidak dapat turun dari gunung karena cuaca buruk.

"Kami sudah tidak bisa melihat jalan karena kabut sangat pekat. Hujan juga turun sangat deras, membuat jalur menjadi licin dan berbahaya," kata salah satu pendaki, Ahmad (32), kepada wartawan setelah dievakuasi.

Para pendaki membawa perlengkapan pendakian yang cukup, termasuk tenda, makanan, dan air minum. Namun, kondisi psikologis mereka mulai terganggu setelah dua hari terjebak di tengah hutan.

Langkah Darurat yang Diambil

Saat menunggu tim SAR, para pendaki mengambil langkah darurat untuk bertahan hidup. Mereka membuat tenda darurat dan membakar kayu untuk menghangatkan diri. "Kami juga membagi-bagai makanan dan air minum agar tidak habis sebelum bantuan tiba," jelas Ahmad.

Salah satu pendaki, Siti (28), mengaku sempat takut karena kondisi yang dialami. "Aku tidak tidur semalam karena takut sesuatu terjadi. Tapi kami saling menguatkan satu sama lain," ujarnya.

Reaksi Pihak Terkait

Setelah berhasil dievakuasi, para pendaki langsung dibawa ke posko pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat. Mereka akan mendapatkan perawatan medis dan bantuan psikologis.

Bupati Sigi, Irwan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kejadian ini untuk mencegah hal serupa terjadi di masa depan. "Kami akan memperketahko koordinasi dengan para pendaki dan petugas SAR agar selalu ada komunikasi yang baik sebelum dan selama pendakian," ujar Irwan.

Basarnas mengingatkan kepada para pendaki untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum memulai pendakian. "Pendakian di wilayah pegunungan memerlukan persiapan yang matang dan memperhatikan faktor cuaca. Jangan terburu-buru saat memulai pendakian," pesan Basarnas.

Pencegahan di Masa Depan

Kejadian ini menunjukkan pentingnya persiapan yang matang sebelum melakukan pendakian. Para pendaki disarankan untuk selalu melaporkan rencana pendakian kepada pihak berwenang dan tidak melanggar aturan yang berlaku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter