19, 2026
Nasional

TransJ Setop Sementara Lift dan Eskalator Halte Dampak Abu Anak Krakatau

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada fasilitas umum di Jakarta. Transjakarta menonaktifkan lift dan eskalator untuk keselamatan. Warga diimbau waspada.]]>

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

TransJ Setop Sementara Lift dan Eskalator Halte Dampak Abu Anak Krakatau

TransJ Sementara Hentikan Operasional Lift dan Eskalator di Halte

PT Transportasi Jababeka (TransJ) mengumumkan penghentian sementara operasional lift dan eskalator di sejumlah halte bus TransJ akibat dampab abu vulkanis dari letusan Anak Krakatau. Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan penumpang dan menjaga kelancaran operasional armada bus.

Abu vulkanis yang berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau sejak akhir pekan lalu telah menimbulkan berdampak pada berbagai sektor, termasuk transportasi umum. Partikel-partikel halus yang mengandung sulfat dan silika ini dianggap berpotensi merusak komponen elektronik dan mesin lift serta eskalator yang sensitif terhadap partikel asing.

Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Penumpang

Kepala Divisi Operasional TransJ, Budi Santoso, menjelaskan bahwa penghentian operasional lift dan eskalator merupakan langkah preventif untuk menghindari potensi kerusakan yang lebih parah. "Kami memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan lift dan eskalator di 15 halut utama yang menjadi koridor utama TransJ. Ini dilakukan untuk mencegah kerusakan mesin akibat masuknya abu vulkanis yang dapat menyebabkan short list atau kerusakan pada sistem elektronik," ujar Budi dalam siaran persnya, Rabu (15/1).

Menurut Budi, TransJ telah melakukan inspeksi visual pada semua unit lift dan eskalator di seluruh halte setelah adanya laporan peningkatan aktivitas vulkanis Anak Krakatau. Hasil inspeksi menunjukkan adanya partikel-partikel halus yang menempel pada komponen-komponen kritis mesin. "Kami khawatir jika operasional diteruskan, dapat terjadi gangguan yang berpotensi membahayakan penumpang, seperti terjebak di dalam lift atau kerusakan sistem yang mendadak," tambahnya.

Dampab Abu Vulkanis pada Perangkat Transportasi

Abu vulkanis dari letusan Gunung Anak Krakatau terdiri dari partikel-partikel halus dengan ukuran mikrometer yang dapat masuk ke celah-celah kecil pada mesin lift dan eskalator. Partikel-partikel ini mengandung zat kimba seperti sulfat dan silika yang bersifat korosif dan dapat menyebabkan aus pada komponen mesin.

Ir. Ahmad Fauzi, ahli teknik dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa sistem lift dan eskalator sangat sensitif terhadap partikel asing. "Sistem lift dan eskalator memiliki banyak komponen yang bergerak dan presisi. Abu vulkanis dapat masuk ke dalam sistem bearing, gear, dan komponen elektronik sehingga menyebabkan gesekan yang berlebihan, overheating, atau bahkan short list. Kondisi ini berisiko merusak motor penggerak dan sistem kontrol yang kompleks," jelas Ahmad.

TransJ telah membentuk tim teknis khusus untuk melakukan perawatan intensif pada seluruh unit lift dan eskalator. Tim ini terdiri dari teknisi berpengalaman yang dibantu oleh ahli dari pihak ketiga yang spesialis dalam perawatan sistem transportasi vertikal. "Kami sedang melakukan pembersihan menyeluruh pada komponen-komponen kritis, termasuk motor penggerak, sistem kontrol, dan bearing. Setelah pembersihan, kami akan melakukan pengujian ketat untuk memastikan semua sistem berfungsi dengan normal sebelum dioperasikan kembali," jelas Budi.

Penyesuaian Operasional dan Komunikasi dengan Penumpang

Dengan penghentian operasional lift dan eskalator, TransJ melakukan beberapa penyesuaian operasional untuk memastikan kelancaran angkutan penumpang. "Kami telah menyiapkan petugas di setiap halut untuk membantu penumpang, terutama penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil dalam menggunakan tangga. Selain itu, kami juga menambah frekuensi keberangkatan bus di jam-jam sibuk untuk mengantisipasi penumpangan yang lebih banyak," tambah Budi.

TransJ juga melakukan komunikasi intensif dengan penumpang melalui berbagai saluran, termasuk aplikasi mobile, media sosial, dan papan informasi di halte. "Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Namun, keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Kami akan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanis dan akan segera mengaktifkan kembali lift dan eskalator setelah kondisi memungkinkan dan sistem terjamin aman," pungkas Budi.

Pihak berwenang terkait, BPBD DKI Jakarta, juga telah memberikan arahan terkait penanganan dampab abu vulkanis. "Kami mendukung langkah TransJ yang proaktif dalam menangani dampab abu vulkanis. Selain itu, kami juga menyediakan masker gratis bagi penumpang yang membutuhkan di beberapa halut utama," ujar Kepala BPBD DKI Jakarta, Ahmad Yani.

Saat ini, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dalam pengawasan ketat. PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) telah menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada level II (Waspada) dengan catatan adanya letusan kecil secara terus-menerus yang menghasilkan kolom abu setinggi 500-1000 meter di atas puncak gunung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter