29, 2026
Teknologi

TPS Waringinkurung Terbakar Sejak Kemarin, Api Masih Mengintai

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

TPS Waringinkurung Terbakar Sejak Kemarin, Api Masih Mengintai

Waringinkurung, Serang - Sebuah TPS (Tempat Pengolahan Sampah) di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, terbakar sejak kemarin (Selasa, 12 September 2023). Api yang membakar area pengolahan sampah tersebut masih terlihat mengintai hingga Rabu pagi ini. Kebakaran ini mengakibatkan aktivitas pengolahan sampah terhenti dan menimbulkan asap pekat yang mengganggu warga sekitar.

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Serang, Budi Santoso, mengatakan bahwa kebakaran pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pukul 15.00 WIB pada Selasa sore. "Tim kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun karena luasnya area dan kondisi sampah yang kering, api sulit dipadamkan sepenuhnya," ujarnya.

Api yang bermula di bagian timur TPS tersebut dengan cepat menjalar ke seluruh area karena banyaknya material mudah terbakar seperti kardus, plastik, dan sampah organik yang kering. Menurut Budi, kebakaran ini diduga akibat dari proses daur ulang sampah yang tidak terkontrol.

Dampak Kebakaran

Kebakaran TPS ini memberikan dampak signifikan bagi warga sekitar. Asap pekat yang dihasilkan dari pembakaran sampah mengandung berbagai zat beracun yang berpotensi membahayakan kesehatan. Beberapa warga di sekitar lokasi melaporkan gejala iritasi mata, sesak napas, dan batuk-batuk.

"Sejak kemarin malam kami sulit bernapas. Asapnya sangat pekat dan berbau. Anak-anak kami juga sering batuk karena asap ini," ujar Siti, warga setempat, Rabu pagi.

Selain itu, kebakaran ini juga mengakibatkan aktivitas pengolahan sampah terhenti. Dampaknya, sampah di beberapa titik di Kecamatan Waringinkurung mulai menumpuk karena tidak bisa diangkut ke TPS yang terbakar tersebut.

Upaya Pemadaman

Tim pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Serang, Damkar (Dinas Pemadam Kebakaran), serta relawan terus berupaya memadamkan api hingga Rabu pagi. "Kita menggunakan beberapa unit mobil pemadam kebakaran dan juga memanfaatkan alat berat untuk memindahkan sampah yang terbakar sehingga api tidak menjalar," jelas Budi.

Upa pemadaman ini terhambat oleh kondisi sampah yang masih sangat panas dan berpotensi terulang kebakaran. "Suhu di area kebakaran masih sangat tinggi. Kami harus berhati-hati untuk menghindari risiko terulang kebakaran," tambahnya.

Sebagai antisipasi, pihak berwenang telah mengalihkan sementara waktu jalur pengangkutan sampah ke TPS sementara di Kecamatan Cikande. "Kami sedang mengatur agar tidak ada sampah yang menumpul di tempat lain. Semua titik pengumpulan sampah akan diangkut ke TPS sementara," jelas Budi.

Investigasi Penyebab

Sementara itu, pihak kepolisian telah memulai investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. "Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi sekitar lokasi kebakaran. Beberapa saksi mengatakan melihat percikan api dari area pengolahan sampah sebelum kebakaran terjadi," kata Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Hendra.

Hendra menambahkan bahwa kebakaran ini diduga bukan disengaja. "Karena kondisi TPS yang padat dengan sampah dan kurangnya pengawasan, kebakaran bisa terjadi akibat percikan api atau tumpahan minyak dari aktivitas pengolahan sampah," ujarnya.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, mengecam keras kejadian ini dan meminta agar BPBD bersama dinas terkait segera mengatasi masalah ini. "Kami minta agar BPBD dan Damkar segera memadamkan api secara menyeluruh. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi sistem pengolahan sampah di Kabupaten Serang agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan," kata Ratu Tatu.

Ia juga meminta warga untuk tetap waspada terhadap bahaya kebakaran, terutama di area yang banyak menampung sampah. "Warga sekitar TPS yang terkena dampak asap disarankan untuk mengenakan masker dan menghindari kegiatan di luar rumah jika memungkinkan," tambahnya.

Pemerintah Daerah juga berencana melakukan penataan kembali sistem pengolahan sampah di Kabupaten Serang, termasuk peningkatan sarana prasarana dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter