TNI AL Temukan Life Jacket Saat Pencarian Jurnalis Hilang
Tim pencarian gabungan TNI AL berhasil menemukan jaket pelampung (life jacket) di perairan Selat Sunda saat melakukan operasi mencari dua jurnalis yang dilaporkan hilang. Temuan ini menjadi harapan baru bagi keluarga korban meski pemilik kapal KM Sinar Bangun memastikan barang tersebut bukan milik awak kapal.
Kapal KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Selat Sunda pada Sabtu (9/9) setelah ditabrak kapal pesiar MV Caledonian Sky. Dua jurnalis dari sejumlah media massa, yakni Wandi (Metro TV) dan Rizki (Kompas TV), dilaporkan hilang saat kejadian tersebut. Sejauh ini, 18 korban tewas dan 75 orang berhasil diselamatkan.
Temukan Life Jacket di Lokasi Penelusuran
Kolonel Laut (Mar) Toni Syaifulloh, Komandan Satgas Pencarian dan Pertolongan TNI AL, mengatakan bahwa jaket pelampung ditemukan oleh tim patroli TNI AL di lokasi sekitar 15 mil dari titik tenggelamnya KM Sinar Bangun.
Toni menambahkan bahwa tim pencarian langsung mengambil jaket tersebut untuk dianalisis lebih lanjut. "Kami akan memeriksa apakah jaket tersebut memang milik korban atau bukan. Kemungkinan besar milik penumpang atau awak kapal KM Sinar Bangun," ujarnya.
Kapal Tolak Jaket Milik Awak Kapal
Sementara itu, Hengki, seorang awak kapal KM Sinar Bangun, menegaskan bahwa jaket pelampung yang ditemukan TNI AL bukan miliknya atau rekan-rekan kerjanya. Menurutnya, seluruh awak kapal menggunakan jaket pelampung dengan desain dan tanda yang berbeda.
Pihak manajemen KM Sinar Bangun juga menyatakan hal serupa. Direktur Utama PT Sinar Bangun Ferry, Efendi, mengatakan bahwa jaket pelampung yang ditemukan bukan milik awak kapal atau penumpang reguler.
Pencarian Masih Terus Dilakukan
Sejauh ini, operasi pencarian dua jurnalis yang hilang masih terus dilakukan. Tim gabungan dari TNI AL, Basarnas, dan BPBD Provinsi Banten terus memantau area sekitar titik tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun.
Menurutnya, cuaca di Selat Sunda saat ini relatif baik sehingga memudahkan operasi pencarian. Namun, arus air yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
Keluarga Korban Tetap Optimis
Keluarga korban yang masih menunggu kabar harapan, Wandi dan Rizki, menyatakan tetap optimis keduanya akan ditemukan selamat. Ibu Wandi, Siti Aminah, mengatakan bahwa anaknya adalah seorang yang berpengalaman di laut.
Sementara itu, keluarga Rizki juga berharap agar pencarian segera menemukan jurnalis muda tersebut. "Kami berharap proses pencarian berjalan maksimal. Rizki masih muda dan punya masa depan di depannya," kata adik Rizki, Ahmad Rizki.
Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun terjadi pada Sabtu (9/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Kapal penyeberangan rute Jakarta-Bakauheni ini ditabrak oleh kapal pesiar MV Caledonian Sky yang sedang melakukan pelayaran wisata di sekitar perairan Selat Sunda.
Awak kapal KM Sinar Bangun melaporkan bahwa kapal pesiar tersebut menabrak bagian buritan kapal penyeberangan hingga menyebabkan kapal miring dan akhirnya tenggelam. Sedangkan kapal pesiar hanya mengalami kerusakan kecil dan dapat melanjutkan pelayarannya.
Pihak berwenang masih menyelidiki kasus ini. Polisi telah menyita kapal MV Caledonian Sky yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pihak kapal pesiar mengklaim bahwa insiden tersebut disebabkan oleh faktor cuaca buruk.
Komentar (0)