Tim SAR Tambah Kapal untuk Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) telah memperkuat operasi pencarian jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda dengan menambah sejumlah kapal. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif guna menemukan keberadaan dua jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput kegiatan di perairan tersebut.
Kepala Basarnas Pangandaran, Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan tambahan kapal untuk mempercepat proses pencarian. "Kita sudah menambah tiga kapal pencarian dari unsur SAR Basarnas, BPBD, dan TNI AL. Semua kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih untuk mendeteksi sinyal," ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (15/9).
Perkembangan Pencarian
Operasi pencarian yang digelar sejak Rabu (14/9) terus berjalan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya. Selain kapal, tim SAR juga menggunakan pesawat udara untuk melakukan pengamatan dari udara. "Kondisi cuaca saat ini relatif mendukung, namun arus di Selat Sunda masih cukup deras sehingga memerlukan kehati-hatian," tambah Budi.
Diketahui, dua jurnalis bernama Ahmad Fauzi (35) dan Siti Nurhaliza (28) dilaporkan hilang kontak pada Rabu (14/9) pagi. Keduanya sedang meliput kegiatan penandatanganan kerjasama antara dua perusahaan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Menurut rekan kerja mereka, terakhir kali kedua jurnalis terlihat sedang menuju lokasi peliputan menggunakan perahu motor kecil.
Kepala Redaksi media tempat bekerja korban mengatakan bahwa kedua jurnalis tersebut adalah profesional yang berpengalaman. "Mereka sudah sering meliput di berbagai lokasi termasik perairan. Kami berharap mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.
Kerja Sama Antar Instansi
Pencarian melibatkan berbagai instansi termasuk Basarnas, BPBD Provinsi dan Kabupaten, TNI AL, Polri, serta unsur relawan. "Kita melakukan koordinasi yang ketat untuk memastikan tidak ada area yang terlewat dalam pencarian. Area pencarian diperluas hingga radius 10 kilometer dari titik terakhir diketahui kedua korban," jelas Komandan Tim SAR, Letnan dua (Letda) Deni Pratama.
Tim SAR juga meminta bantuan masyarakat setempat untuk memberikan informasi jika melihat adanya obj mencurigakan di perairan. "Kita menerima informasi dari masyarakat yang bisa membantu proses pencarian. Setiap informasi akan kami verifikasi segera," tambah Deni.
Kondisi Korban
Sampai saat ini, tim SAR belum menemukan jejak kedua jurnalis yang hilang kontak. Diduga, perahu motor yang mereka gunakan mengalami kerusakan akibat ombak besar yang melanda Selat Sunda pada Rabu (14/9) pagi.
Keluarga korban yang menunggu di pelabuhan terus mendapat informasi perkembangan pencarian. "Kami berharap agar pencarian bisa segera menghasilkan hasil. Keluarga sudah tidak sabar menunggu kabar baik," uang Kakak Ahmad Fauzi, Muhammad Fauzan.
Upaya Keselamatan di Perairan
Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan bagi jurnalis yang meliput di perairan. Kepala Dewan Pers, Yosep Caniago, mengatakan bahwa organisasi pers perlu memberikan pelatihan khusus bagi jurnalis yang akan meliput di area berisiko tinggi.
Sementara itu, Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak melaut dalam kondisi cuaca buruk. "Selalu perhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut. Pastikan peralatan keselamatan lengkap dan dalam keadaan baik," tutup Budi Santoso.
Komentar (0)