18, 2026
Teknologi

Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo Miring lalu Terbalik di Laut Jawa

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo Miring lalu Terbalik di Laut Jawa

Kapal Motor (KM) Virgo yang mengangkut 30 penumpang dan 10 awak mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Selasa (15/11) siang. Kapal yang bernomor pelayaran 1017 LS itu terlihat miring secara perlahan sebelum akhirnya terbalik sepenuhnya dalam waktu tiga jam lamanya. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ini mengejutkan para penumpang dan awak kapal yang berada di atas kapal.

Kronologi Kecelakaan

Menurut keterangan dari Surya, seorang awak kapal yang berhasil diselamatkan, KM Virgo berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada pukul 09.00 WIB dengan kondisi cuaca baik. Namun sekitar pukul 13.30 WIB, kapal tiba-tiba terasa miring ke kanan dengan perlahan.

"Saat itu sedang ada badai kecil di sekitar perairan Jepara, tapi kami pikir kondisi masih aman. Tapi secara perlahan kapal terus miring sampai akhirnya air mulai masuk ke dalam kapal," ujar Surya saat ditemui di RSUD Jepara.

Kapal yang membawa penumpang sebagian besar warga Jepara dan Banyuwangi ini sempat berusaha untuk menyelamatkan diri dengan cara menurunkan beberapa perahu kecil. Namun karena kondisi kapal yang sudah miring tajam, upaya tersebut terhambat.

Evakuasi Massal

Setelah kapal terbalik sepenuhnya sekitar pukul 16.30 WIB, para penumpang dan awak kapal terpaksa berada di atas bagian kapal yang masih di atas permukaan air. Dalam kondisi yang panik dan kebingungan, mereka berusaha bertahan di atas kapal yang terbalik itu.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polri segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Kapal patroli KRI Sigalu-833 yang sedang berpatroli di sekitar lokasi kejadian menjadi pertama tiba di lokasi.

"Kami mendapatkan laporan dari nelayan setempat sekitar pukul 17.00 WIB bahwa ada kapal terbalik di perairan Jepara. Tim SAR kami langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi," kata Kepala Basarnas Jatim, Budiawan.

Proses evakuasi berlangsung dengan sangat sulit karena kondisi laut yang masih tergolong tidak stabil. Selain itu, kondisi fisik para korban yang sudah lama berada di bawah terik matahari juga menjadi tantangan tersendiri.

Korban Luka dan Hilang

Dari total 40 orang yang berada di atas KM Virgo, sebanyak 35 orang berhasil dievakuasi dengan kondisi bervariasi. Dari jumlah itu, 15 orang mengalami luka-luka ringan hingga sedang, sedangkan 20 lainnya dalam kondisi selamat tanpa luka.

Sementara itu, hingga Kamis (17/11) pagi, masih ada 5 orang yang dinyatakan hilang. Tim SAR masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian dengan menggunakan kapal patroli dan pesawat terbang.

"Kami masih optimis akan menemukan 5 orang yang hilang ini. Tim SAR kami akan terus melakukan pencarian hingga mereka ditemukan," tambah Budiawan.

Investigasi dan Penyelidikan

Kapal KM Virgo sendiri sudah ditunda di perairan Jepara untuk selanjutnya diselidiki oleh tim investigasi dari Ditjen Perhubungan Laut. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perhubungan Laut Jatim, Andi Surya, pihaknya akan menyelidiki pemicu kecelakaan tersebut.

"Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab KM Virgo terbalik. Kami akan periksa dokumen kapal, riwayat perawatan, serta keterangan dari saksi mata yang berhasil diselamatkan," jelas Andi Surya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Eko Prasetyo, mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi kapal sebelum naik. "Kami masyarakat untuk selalu waspada dan memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini," pesan Eko.

Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait pentingnya keselamatan pelayaran di Indonesia. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi sistem pengawasan kapal penumpang agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter