17, 2026
Nasional

SUGBK Ditutup, Persija Harus Cari Stadion Alternatif

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan ditutup untuk persiapan FIFA ASEAN Cup 2026. Imbasnya, Persija Jakarta harus mencari stadion alternatif.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

SUGBK Ditutup, Persija Harus Cari Stadion Alternatif

Persija Jakarta Terpaksa Cari Tempat Alternatif Setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno Ditutup

Persija Jakarta harus mencari stadion alternatif setelah Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) DKI Jakarta menutup Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil menyusul adanya kerusakan pada rumput lapangan utama yang terlihat jelas saat pertandingan terakhir yang digelar di stadion tersebut.

Dalam pengumuman resmi yang diterbitkan pada Rabu (15/3), KONI DKI Jakarta menyatakan bahwa kondisi rumput di SUGBK tidak memenuhi standar untuk digelar pertandingan sepak bola profesional. Kerusakan tersebut diyakini disebabkan oleh intensitas penggunaan yang tinggi ditambah dengan kurangnya perawatan yang optimal setelah digelar berbagai acara non-sepak bola dalam beberapa bulan terakhir.

Kerusakan Rumput Menjadi Alasan Utama

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI DKI Jakarta, Budi Santoso, kerusakan pada rumput SUGBK sudah mencapai titk kritis. "Kami melakukan inspeksi mendalam setelah ada laporan dari manajemen Persija dan juga wasit yang memimpin pertandingan terakhir. Hasilnya, kondisi rumput tidak memungkinkan untuk digelar pertandingan dalam waktu dekat," ujar Budi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KONI DKI Jakarta.

Budi menjelaskan bahwa ada beberapa area di lapangan utama SUGBK yang mengalami kerusakan parah, termasuk bagian tengah yang sering dilalui pemain. "Rumput di area penalty box dan tengah lapangan sudah rontok dan tidak tumbuh dengan baik. Jika dipaksakan digunakan, risiko cedera pemain akan sangat tinggi," tambahnya.

Dampak pada Jadwal Persija

Penutupan SUGBK tentu akan memberikan dampak signifikan pada jadwal Persija Jakarta. Klub berjulukan Macan Kemayoran tersebut tengah memasuki babak penyisihan grup Liga 1 2023 dan memiliki beberapa pertandingan krusial di depan mata.

"Kami sedang dalam komunikasi intensif dengan PSSI dan manajemen Persija untuk mencari solusi terbaik. Kemungkinan besar, beberapa pertandingan kandang Persija akan digelar di stadion lain sambil menunggu perbaikan di SUGBK selesai," ujar Sekretaris Umum PSSI, Yunus Nusi.

Beberapa stadion yang menjadi kandidat pengganti antara lain Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi dan Stadion Madya Jakarta. Namun, kedua stadion tersebut juga memiliki keterbatasan, terutama soal kapasitas dan fasilitas yang memenuhi standar Liga 1.

Proses Perbaikan SUGBK Dipercepat

Untuk memastikan SUGBK dapat kembali digunakan secepatnya, KONI DKI Jakarta telah membentuk tim khusus yang akan memantau proses perbaikan. "Kami akan bekerja sama dengan PT Gelora Bung Karno (Persero) dan penyedia rumput profesional untuk melakukan penanaman ulang dan perawatan intensif. Prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu minimal tiga minggu," jelas Budi Santoso.

Proses perbaikan akan meliputi penggantian seluruh rumput yang rusak dengan varietas baru yang lebih tahan terhadap tekanan dan cuaca. Selain itu, sistem irigasi dan drainase juga akan diperbaiki untuk memastikan kondisi rumput tetap optimal.

Reaksi dari Pihak Persija

Manajemen Persija Jakarta mengaku kecewa dengan kondisi ini namun memahami keputusan KONI DKI. "Kami memahami keputusan KONI DKI untuk menutup SUGBK demi keselamatan para pemain. Ini adalah situasi yang tidak diinginkan, tapi kami harus bersikap profesional dan mencari solusi terbaik untuk tim," ujar Manajer Umum Persija, Yunan Effendi.

Yunan menambahkan bahwa klub sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan jadwal pertandingan tidak terganggu secara signifikan. "Kami akan berkoordinasi dengan PSSI dan klub lawan untuk menyesuaikan jadwal jika diperlukan. Yang terpenting adalah kenyamanan dan keselamatan semua pihak," tegasnya.

Sementara itu, pelatih Persija, Angel Alfredo Vera, mengaku sedikit khawatir dengan perubahan venue karena setiap stadion memiliki karakteristik berbeda. "Setiap stadion memiliki kondisi lapangan dan atmosfer yang berbeda. Kami harus adaptasi cepat, tapi ini bagian dari tantangan yang harus kita hadapi," ujara pelatih asal Spanyol ini.

Dengan kondisi ini, Persija Jakarta harus menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi untuk tetap tampil konsisten meski harus bermain di stadion yang tidak biasa digunakan. Bagi para pendukung Macan Kemayoran, situasi ini menjadi ujian kesetiaan dan dukungan mereka terhadap tim kebanggaan ibu kota.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter