31, 2026
Internasional

SpaceX Kucurkan 1.771 Triliun untuk Bangun Roket Raksasa

SpaceX mengucurkan USD 100 miliar (sekitar Rp 1.771 triliun) untuk membangun fasilitas peluncuran roket baru di Louisiana, Amerika Serikat.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

SpaceX Kucurkan 1.771 Triliun untuk Bangun Roket Raksasa

SpaceX Kucurkan 1.771 Triliun untuk Bangun Roket Raksasa

SpaceX, perusahaan ruang angkasa yang diketuai Elon Musk, telah mengumumkan bahwa mereka telah menghabiskan sebesar 1.771 triliun untuk membangun roket raksasa yang dirancang untuk mengangkut pengguna ke orbit bulan dan kemudian menuju tempat lain di sistem tata surya. Proyek ini, yang dinamai Starship, menandai langkah besar dalam misi perusahaan untuk mempermudah akses ke ruang angkasa. Dalam sebuah pernyataan resmi, SpaceX menyatakan bahwa biaya yang diperlukan untuk membangun roket raksasa ini sangat besar, tetapi dianggap layak untuk mencapai tujuannya. "Starship adalah proyek yang berharga untuk masa mendatang. Dengan biaya 1.771 triliun, kami dapat membangun roket yang dapat membawa manusia ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya," kata Elon Musk, pendiri dan CEO SpaceX. Roket raksasa Starship dirancang untuk menjadi roket terbesar dan paling kuat yang pernah dibangun. Dengan tinggi sekitar 106 meter dan berat di atas kaki sebesar 1.200 ton, roket ini akan mampu membawa hingga 100 penumpang ke orbit bulan, serta mengangkut peralatan dan bahan baku untuk misi luar angkasa. Selain itu, roket ini juga dapat digunakan untuk penerbangan antarbenua, memberikan kemungkinan untuk mempercepat perkembangan pariwisata ruang angkasa. Biaya yang diperlukan untuk membangun roket raksasa ini termasuk pengembangan teknologi, pengembangan dan pengujian, serta produksi berbagai komponen yang diperlukan. SpaceX telah menginvestasikan sebagian besar sumber daya yang ada untuk memastikan bahwa roket ini dapat diproduksi dalam jumlah besar dan dengan efisiensi tinggi. Sebagai bagian dari proyek ini, SpaceX juga membangun fasilitas produksi besar-besaran di Texas dan Florida. Di Texas, perusahaan membangun facility yang dinamai Starbase, yang akan menjadi pusat produksi dan pengujian roket Starship. Sementara itu, di Florida, SpaceX sedang membangun facility lain yang dinamai Starship Terminal, yang akan digunakan untuk menerima dan mengirim roket ke orbit. Pengembangan roket raksasa ini bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah menghadapi biaya yang sangat tinggi. Menurut Elon Musk, untuk memenuhi kebutuhan biaya, SpaceX akan membutuhkan investasi dari pemerintah dan para investor swasta. "Kami membutuhkan dukungan finansial yang kuat untuk melaksanakan proyek ini. Tanpa dukungan itu, kami tidak akan dapat mencapai tujuannya," kata Musk. Meskipun tantangan yang dihadapi, SpaceX tetap berkomitmen untuk melaksanakan proyek ini. Dengan kemampuan teknologi yang canggih dan sumber daya yang berlimpah, perusahaan ini berharap dapat meluncurkan roket Starship untuk pertama kalinya di awal tahun 2023. Jika berhasil, roket ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah perusahaan dan pengembangan teknologi ruang angkasa. Sebagai bagian dari misi perusahaan untuk mempermudah akses ke ruang angkasa, SpaceX juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi yang dapat digunakan untuk misi luar angkasa. Salah satu proyek penting adalah program Starlink, yang bertujuan untuk menyediakan akses internet ke daerah yang belum terjangkau di seluruh dunia, termasuk di luar angkasa. Dengan biaya 1.771 triliun, SpaceX berusaha untuk memperkenalkan era baru di bidang perjalanan ruang angkasa. Dengan roket raksasa Starship, perusahaan ini berharap dapat memperkenalkan manusia ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keberlanjutan dan kemajuan di luar bumi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter