Sikap KAI Commuter soal Viral Ibu Hirup Kamper
KAI Commuter menanggapi viralnya video seorang perempuan yang diduga menghirup kamper di dalam kereta rel listrik (KRL) Commuter Line. Perusahaan menyatakan telah melakukan penyelidikan internal terkait insiden yang menyeret nama perusahaan ini di media sosial tersebut.
Dalam keterangannya, KAI Commuter mengatakan telah menerima laporan terkait video yang beredar di media sosial tersebut. Perusahaan segera melakukan verifikasi dan identifikasi terkait insiden yang terjadi di salah satu KRL jurusan Bogor-Jakarta.
Langkah yang Diambil KAI Commuter
"KAI Commuter menegaskan bahwa kami telah melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Kereta Api (Polresta) untuk melakukan pengecekan lebih lanjut," ujar Corporate Communications Head KAI Commuter, Eva Chairunisa, dalam keterangannya, Kamis (15/9/2023).
Eva menjelaskan bahwa pihaknya mengimbau kepada penumpang untuk tidak membawa barang berbahaya atau mencemarkan lingkungan di dalam KRL. Larangan ini termasuk membuka dan mengonsumsi kamper di dalam kereta.
Tanggapan Masyarakat
Video yang menunjukkan seperempuan diduga menghirup kamper di dalam KRL menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Video tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Banyak netizen yang mengecam perilaku perempuan tersebut dengan alasan bahwa aksinya dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain. Beberapa orang khawatir jika hal tersebut menjadi contoh bagi penumpang lain untuk melakukan hal serupa.
"Menghirup kamper di tempat umum seperti KRL sebenarnya bisa mengganggu orang di sekitarnya karena baunya yang menyengat," komentar salah satu pengguna media sosial.
Di sisi lain, ada pula sebagian masyarakat yang meminta agar pihak KAI Commuter tidak terlalu keras dalam menilai perempuan tersebut. Mereka berpendapat bahwa mungkin ada alasan medis di balik aksi perempuan tersebut.
Aturan di KRL Commuter Line
KAI Commuter memiliki sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh penumpang di dalam KRL. Aturan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh penumpang.
Beberapa larutan yang berlaku di KRL Commuter Line antara lain dilarang makan dan minum, merokok, membawa hewan peliharaan, serta membawa barang berbahaya. Pelanggaran aturan ini dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami terus melakukan sosialisasi terkait aturan yang berlaku di KRL melalui pengumuman di stasiun, kereta, serta media sosial," jelas Eva.
Upaya KAI Commuter untuk Pelayanan Terbaik
KAI Commuter menegaskan bahwa komitmen perusahaan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang. Upaya ini dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan memastikan kebersihan dan kenyamanan di dalam KRL.
Untuk kasus khusus yang terjadi, KAI Commuter mengimbau agar masyarakat dapat memberikan informasi jika menemukan hal yang dapat mengganggu kenyamanan perjalanan di KRL. Informasi tersebut dapat disampaikan kepada petugas di stasiun atau kereta.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan di KRL Commuter Line," tutup Eva.
Komentar (0)