18, 2026
Ekonomi

Harga Emas Bangkit 0,73%, Tapi Masih Dibayangi Keputusan The Fed

Harga emas menguat 0,73% pada Jumat, tetapi masih melemah 1,82% sepekan. Keputusan suku bunga The Fed akan menjadi penentu pergerakan berikutnya.]]>

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Harga Emas Bangkit 0,73%, Tapi Masih Dibayangi Keputusan The Fed

Harga Emas Bangkit 0,73%, Tapi Masih Dibayangi Keputusan The Fed

Harga emas dunia mengalami peningkatan sebesar 0,73% pada perdagangan Rabu (28/6/2023), meski tetap dibayangi oleh ketidakpastian mengenai keputusan The Federal Reserve (The Fed) mengenai suku bunga. Emas spot naik 0,73% menjadi US$1.932,15 per troy ounce pada pukul 03:35 GMT, sementara emas AS Futures untuk pengiriman Agustus naik 0,5% menjadi US$1.937,50.

Peningkatan harga emas terjadi seiring dengan pelemahan dolar AS, yang membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,2% setelah sempat mencapai level tertinggi dalam dua minggu.

Para analis mengatakan bahwa meskipun ada peningkatan harga, sentimen pasar terhadap emas masih terbatas karena para investor menunggu keputusan The Fed mengenai suku bunga yang akan diumumkan dalam dua hari ke depan. Pasar mengantisipasi The Fed akan mempertahankan suku bunga, namun fokus utamanya adalah pada sikap Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers setelah pengumuman kebijakan.

Analisis Faktor Penggerak Harga Emas

Economist senior dari sebuah perusahaan sekuritas, Budi Santoso, menjelaskan bahwa "harga emas saat ini terjebak dalam rentang yang sempit karena menunggu signal yang lebih jelas dari The Fed. Jika The Fed memberikan indikasi bahwa puncak suku bunga telah tercapai, kita dapat melihat lonjakan harga emas yang lebih signifikan."

Di sisi lain, beberapa faktor lain juga berkontribusi pada pergerakan harga emas. Laporan inflasi AS yang lebih rendar dari ekspektasi beberapa waktu lalu telah memberikan dukungan bagi emas, karena mengurangi tekanan bagi The Fed untuk terus menaikkan suku bunga. Di samping itu, ketegangan geopolitik terus menjadi faktor penopang bagi emas sebagai safe haven.

Data dari World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas fisik terus kuat di beberapa negara, terutama di Asia. Permintaan perhiasan dan investasi emas di Tiongkok dan India tetap stabil, meski pada level yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Tantangan yang Dihadapi Pasar Emas

Menurut analis dari sebuah bank investasi ternama, Siti Nurhaliza, "pasar emas menghadapi tantangan signifikan dari suku bunga AS yang tinggi. Dengan suku bunga real yang masih positif, opsi berbasis dolar tetap menjadi alternatif yang menarik bagi beberapa investor."

Emas tidak memberikan bunga atau dividen, sehingga menjadi kurang menarik ketika suku bunga naik. Hal ini mendorong beberapa investor untuk beralih ke aset yang menghasilkan pengembalian lebih langsung seperti obligasi atau saham.

Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan bahwa para spekulator meningkatkan posisi jangka pendek mereka terhadap emas untuk minggu berakhir pada 20 Juni, menunjukkan ada optimisme tertentu di pasar.

Perkiraan Masa Depan Harga Emas

Para ahli memperkirakan bahwa harga emas akan terus mengalami volatilitas tinggi hingga The Fed mengumumkan keputusannya pada Rabu pekan depan. "Kami melihat kisaran harga antara US$1.900 hingga US$1.950 per ounce minggu ini, tergantung pada nada dari komunikasi The Fed," ujar analis dari sebuah perantaian valuta asing.

Jika The Fed memberikan signal yang lebih hawkish (mengarah pada kenaikan suku bunga), harga emas mungkin akan tertekan. Sebaliknya, jika The Fed memberikan signal yang lebih dovish (mengarah pada penurunan suku bunga), harga emas dapat melonjak tajam.

Panjang jangka pandang, banyak analis masih optimis mengenai prospek harga emas. Faktor-faktor seperti tekanan inflasi jangka panjang, ketidakpastian ekonomi global, dan diversifikasi cadangan bank sentral terus mendukung permintaan emas jangka panjang.

Bank sentral di seluruh dunia terus menjadi pembeli bersih emas untuk cadangan mereka. Menurut World Gold Council, bank sentral membeli 1.037 ton emas pada kuartal pertama 2023, naik 7% dari tahun sebelumnya. Tionkoksi menjadi pembeli terbesar diikuti oleh Turki dan Uzbekistan.

Untuk investor ritel, para ahli menyarankan untuk tetap sabar dan mempertimbangkan untuk menambah aset emas dalam portofolio mereka secara bertahap, terutama dalam kondisi pasar yang volatil seperti saat ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter