30, 2026
Teknologi

Satelit dan IoT Dikawinkan, Dua Asosiasi Sepakat Perluas Konektivitas ke Pelosok RI

ASSI dan ASIOTI jalin kerja sama untuk integrasikan teknologi satelit dengan IoT, memperluas konektivitas digital di wilayah 3T dan mendukung berbagai sektor.]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Satelit dan IoT Dikawinkan, Dua Asosiasi Sepakat Perluas Konektivitas ke Pelosok RI

Satelit dan IoT Dikawinkan, Dua Asosiasi Sepakat Perluas Konektivitas ke Pelosok RI

Dua asosiasi industri terkait teknologi komunikasi dan satelit di Indonesia mengumumkan kerja sama strategis untuk mengakselerasi penetrasi teknologi Internet of Things (IoT) hingga ke pelosok negeri melalui infrastruktur satelit. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Industri Satelit Indonesia (Indosat) dan Asosiasi Internet of Things Indonesia (IoT Indonesia) yang bertujuan membangun ekosistem konektivitas yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Kerja Sama Strategis untuk Mengatasi Keterbatasan Infrastruktur

Ketua Umum Indosat, Budi Santoso, menjelaskan bahwa kerja sama ini lahir dari kesadaran akan keterbatasan infrastruktur komunikasi di daerah terpencil dan terisolasi. "Indonesia dengan geografis yang terdiri dari ribuan pulau menghadapi tantangan besar dalam menyediakan konektivitas internet berkualitas. Teknologi satelit menjadi solusi krusial untuk mencapai 100% konektivitas di seluruh wilayah NKRI," ujar Budi dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual.

Sementara itu, Ketua Umum IoT Indonesia, Rina Kartika, menambahkan bahwa integrasi antara teknologi satelit dan IoT akan membuka peluang baru bagi berbagai sektor. "Dengan konektivitas yang merata, kita dapat mendorong implementasi IoT di sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, dan industri kecil menengah yang sebelumnya terkendala akses internet," jelas Rina.

Tantangan Konektivitas di Wilayah Terpencil

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa hingga akhir tahun 2022, masih sekitar 15% wilayah Indonesia, terutama di bagian timur dan pedalaman Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, memiliki akses internet dengan kecepatan di bawah 10 Mbps. Beberapa daerah bahkan masih belum terjangkau oleh sinyal seluler atau jaringan fiber optik.

Keterbatasan ini menjadi penghalang bagi percepatan digitalisasi di berbagai sektor. Di bidang pertanian, misalnya, petani di daerah terpencil kesulitan mengakses informasi cuaca, harga pasar, atau sistem irigasi cerdas. Demikian pula di sektor kesehatan, rumah sakit dan puskesmas di pelosok kesulitan terhubung dengan layanan telemedisin atau konsultasi jarak jauh.

Inovasi Teknologi Satelit untuk Solusi IoT

Kerja sama antara Indosat dan IoT Indonesia akan fokus pada pengembalian beberapa teknologi satelit yang mampu mendukung konektivitas IoT. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan satelit Low Earth Orbit (LEO) yang menawarkan latensi lebih rendah dan biaya transmisi yang lebih efisien dibandingkan satelit geostasioner tradisional.

"Kita sedang mengkaji berbagai skenario implementasi, mulai dari penggunaan satelit komunikasi berbasis LEO hingga teknologi Narrowband-IoT (NB-IoT) yang dioptimalkan untuk komunikasi data dengan bandwidth rendah tetapi efisien," jelas Kepala Teknologi Indosat, Ahmad Fauzi. Menurutnya, kombinasi teknologi ini akan memungkinkan sensor dan perangkat IoT beroperasi dengan efektif di area terpencil dengan konsumsi daya minimal.

Potensi Dampak Ekonomi dan Sosial

Dampak dari implementasi konektivitas satelit-IoT ini diharapkan akan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sebuah studi yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan bahwa dengan konektivitas yang merata, potensi pertanian di Indonesia dapat meningkat hingga 30% melalui penerapan smart farming. Di sektor perikanan, teknologi IoT dapat membantu pemantauan kondisi perairan dan manajemen kolam budidaya secara real-time.

Di sektor kesehatan, implementasi telemedisin dengan dukungan satelit diperkirakan dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi di daerah terpencil hingga 25%. Selain itu, akses pendidikan melalui platform e-learning juga akan semakin merata, memungkinkan siswa di pelosok mendapatkan akses yang sama dengan siswa di kota besar.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meski potensinya besar, implementasi konektivitas satelit-IoT di daerah terpencil tidak tanpa tantangan. Salah satu hambatan utama adalah biaya infrastruktur yang masih relatif tinggi. Untuk mengatasi hal ini, kedua asosiasi berencana bekerja sama dengan pemerintah dalam program subsidi dan insentif bagi penyedia layanan di daerah terpencil.

"Kita juga perlu memastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil memiliki literasi digital yang memadai. Tanpa pemahaman dasar tentang teknologi, implementasi IoT tidak akan maksimal," tambah Rina dari IoT Indonesia. Untuk itu, program pelatihan dan edukasi digital akan menjadi bagian integral dari program ini.

Visi Indonesia 2045: Konektivitas untuk Semua

Kerja sama ini sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju dengan ekonomi digital yang kuat. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan dukungan penuh terhadap inisiasi ini. "Konektivitas adalah fondasi ekonomi digital. Tanpa konektivitas yang merata, visi Indonesia 2045 tidak akan tercapai. Pemerintah siap mendukung berbagai inovasi dan kolaborasi untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal," ujar Johnny.

Program ini diharapkan dapat dimulai pada kuartal pertama tahun depan dengan pilot project di tiga provinsi yang memiliki tantangan konektivitas terbesar: Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat. Dari pilot project ini, diharapkan model implementasi yang efektif dapat dikembangkan dan direplikasi ke daerah lain di seluruh Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter