SAR Resmi Perpanjang Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di Gunung Anak Krakatau
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung resmi memperpanjang pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Gunung Anak Krakatau. Tim SAR mengumumkan bahwa operasi pencarian yang sebelumnya direncanakan berakhir pada Minggu (12/3) kini akan diperpanjang hingga Senin (13/3). Keputusan ini diambil setelah tim SAR menemukan beberapa barang pribadi yang diduga milik korban di sekitar lokasi pencarian.
Status Korban Masih Dinyatakan Hilang
Kepala BPBD Lampung, Andi Mulya, mengatakan bahwa meski pencarian diperpanjang, status kelima jurnalis dan tiga awak kapal masih dinyatakan hilang. "Tim SAR masih terus melakukan pencarian secara intensif. Kami menemukan beberapa barang pribadi yang diduga milik korban, termasuk jaket kamera dan bagian dari peralatan komunikasi," ujar Andi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BPBD Lampung, Minggu (12/3).
Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang adalah wartawan dari berbagai media nasional yang sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Mereka naik kapal KM Sinabung bersama tiga awak kapal pada Sabtu (11/3) untuk meliput kondisi gunung berapi yang kembali aktif beberapa waktu terakhir. Kontak terakhir dengan korban terjadi pada pukul 14.00 WIB saat kapal melintasi perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kondisi Cuaca Memperlambat Pencarian
Operasi pencarian yang melibatkan tim dari Basarnas Polairud, TNI AL, dan BPBD Lampung menghadapi tantangan kondisi cuaca yang tidak menentu. "Cuaca di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau masih sangat ekstrem. Gelombang tinggi dan arus yang kuat membuat operasi pencarian menjadi lebih sulit," jelas Kepala Basarnas Polairud Lampung, Edi Suharto.
Tim SAR menggunakan tiga kapal patroli dan satu helikopter untuk melakukan pencarian di area seluas 50 kilometer persegi sekitar Gunung Anak Krakatau. Area pencarian difokuskan pada perairan antara Pulau Sumatera dan Pulau Krakatau, serta sekitar pesisir barat Lampung.
Kronologi Kehilangan Korban
Menurut informasi yang diterima, KM Sinabung berlayar dari Pelabuhan Labuhan, Lampung, pada Sabtu (11/3) pagi dengan tujuan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kapal membawa lima jurnalis, tiga awak kapal, dan seorang penjaga pantai. Setelah beberapa jam berlayar, kapal dilaporkan mengalami masalah komunikasi sekitar pukul 14.00 WIB.
Pihak Terkait Terus Koordinasi
Berbagai pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penemuan korban. Polres Lampung telah membuka penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab hilangnya KM Sinabung. "Kami sedang mengumpulkan keterangan dari saksi dan keluarga korban untuk memastikan kronologi lengkap kejadian ini," ujar Kapolres Lampung, AKBP Ahmad Yani.
Selain itu, pihak berwenang juga meminta masyarakat sekitar perairan Gunung Anak Krakatau untuk waspada dan melaporkan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan. "Kita meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan kapal atau barang yang mencurigakan di sekitar perairan," tambah Andi Mulya dari BPBD.
Rencana Pencarian Selanjutnya
Untuk hari Senin (13/3), tim SAR akan memperluas area pencarian hingga ke perairan selatan Lampung dan sekitar Pulau Sebesi. "Kita akan menambah kapal patroli dan memperbanyak tim penyelam untuk memastikan tidak ada area yang terlewat," jelas Edi Suharto dari Basarnas Polairud.
Sementara itu, keluarga korban yang menunggu di Pelabuhan Labuhan terus memantau perkembangan pencarian. "Kami masih optimis akan menemukan mereka dalam keadaan selamat. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak," uangi salah seorang kerabat korban yang tidak mau menyebutkan namanya.
Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Gunung Anak Krakatau kini memasuki hari ketiga. Tim SAR berharap dengan diperpanjangnya operasi pencarian, korban dapat ditemukan segera dalam keadaan selamat.
Komentar (0)