KSOP Sebut Tak Ada Peringatan Cuaca Buruk dari BMKG Saat KM Virgo Terbalik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak pernah mengeluarkan peringatan dini mengenai cuaca buruk yang berpotensi menyebabkan KM Virgo terbalik di perairan Kepulauan Seribu. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komite Keselamatan Pelayaran Indonesia (KSOP) Laksamana Madya TNI (Purn) Marsetio dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (15/10).
Dalam konferensi pers tersebut, KSOP menjelaskan bahwa berdasarkan data yang mereka himpun, BMKG tidak pernah mengeluarkan imbauan atau peringatan khusus terkait kondisi cuaca ekstrem di wilayah tempat KM Virgo berlayar. "Berdasarkan data dari BMKG, tidak ada peringatan dini mengenai cuaca buruk yang berpotensi mengancam keselamatan pelayaran di sekitar lokasi KM Virgo saat kejadian," ujar Marsetio.
Kronologi Kejadian dan Hasil Investigasi Awal
Kapal Motor (KM) Virgo terbalik pada Sabtu (12/10) sekitar pukul 09.30 WIB di perairan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Kapal yang membawa 20 penumpang ini tengak dalam perjalanan dari Pulau Untung Jawa menuju Pulau Tidung. Semua penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan.
Menurut Marsetio, hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa kondisi cuaca saat kejadian memang tidak ideal, namun tidak sampai pada tingkat bahaya yang memerlukan peringatan khusus dari BMKG. "Cuaca yang berawan dengan hujan ringan serta angin keringin kecepatan 15-20 knot masih dalam kondisi normal untuk pelayaran di wilayah tersebut," jelasnya.
KSOP: Korban Luka-luka Akibat Kesalahan Manusia
KSOP menegaskan bahwa berdasarkan laporan awal dari penyelidik, kecelakaan yang menimpa KM Virgo lebih disebabkan oleh faktor kesalahan manusia dibandingkan kondisi cuaca ekstrem. "Kita mendapatkan informasi bahwa kapal sedang dalam keadaan miring sebelum akhirnya terbalik. Ini menunjukkan adanya kemungkinan kesalahan dalam mengendalikan kapal atau beban kapal yang tidak seimbang," tambah Marsetio.
Ia menjelaskan bahwa tim investigasi KSOP sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. "Kita akan memeriksa faktor-faktor seperti muatan kapal, kondisi mesin, serta kualitas navigasi yang dilakukan oleh awak kapal," ujarnya.
BMKG: Kondisi Cuaca Masuk dalam Kategori Normal
Dari sisi BMKG, data cuaca di wilayah Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/10) memang menunjukkan adanya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai angin keringin. Namun, kondisi ini tidak termasuk dalam kategori bahaya yang memerlukan peringatan dini.
"Kondisi cuaca di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/10) termasuk dalam kategori normal untuk aktivitas pelayaran. Tidak ada gelombang tinggi yang berbahaya atau angin topan yang terdeteksi di wilayah tersebut," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya terpisah.
Respon Pemerintah dan Langkah Pencegahan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan Ditjen Perhubungan Laut untuk melakukan investigasi lengkap mengenai kejadian KM Virgo. "Kita ingin memastikan penyebab pasti kejadian agar dapat diambil langkah-langkah preventif agar tidak terulang kembali," ujar Budi Karya.
Sementara itu, KSOP mengimbau kepada para pelaku usaha pelayaran untuk selalu memperhatikan keselamatan sebagai prioritas utama. "Kami juga akan memperketas pengawasan terhadap kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Kepulauan Seribu, khususnya yang membawa penumpang," tambah Marsetio.
KSOP juga berencana melakukan sosialisasi kembali mengenai pentingnya kesadaran keselamatan bagi para nakhoda dan awak kapal. "Keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab BMKG atau pemerintah, tapi juga tanggung jawab seluruh stakeholder di industri maritim," pungkasnya.
Komentar (0)