18, 2026
Ekonomi

Sapi Ini Pecahkan Rekor Terjual Rp 7,4 Miliar, Pemilik Sedih

Penjualan sapi jantan asal Australia memecahkan rekor dengan terjual seharga US$420 ribu atau sekitar Rp 7 miliar.]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Sapi Ini Pecahkan Rekor Terjual Rp 7,4 Miliar, Pemilik Sedih

Sapi Pecahkan Rekor Harga Jual Rp 7,4 Miliar, Pemilik Tak Menyangka

Dunia peternakan sapi di Tanah Air kembali dibuat heboh dengan penjualan seekor sapi yang mencapai harga fantastis mencapai Rp 7,4 miliar. Harga ini menjadi rekor baru dalam lelang sapi di Indonesia bahkan mungkin di dunia. Sapi tersebut merupakan jenis sapi perah Holstein Friesian yang berusia lima tahun dengan bobot 800 kilogram. Sapi yang diberi nama "Bunga Citra Lestari" ini laku terjual dalam sebuah lelang tertutup yang diselenggarakan oleh Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI).

Proses Lelong yang Tidak Terduga

Proses lelang yang berlangsung di sebuah peternakan di Jawa Barat ini berlangsung cukup dramatis. Menurut sumber dari dalam APSI, ada beberapa pemburu kaya raya yang ikut serta dalam lelang ini. Dimulai dari harga awal Rp 500 juta, harga terus melambung dengan cepat. Setiap penawaban diikuti dengan penawaban yang lebih tinggi dari peserta lainnya. Proses lelang berlangsung selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya dimenangkan oleh sepengusaha makanan dari Jakarta yang tidak mau menyebutkan namanya.

"Kami tidak menyangka sapi ini akan mencapai harga sefantastis ini. Awalnya kami hanya memasang harga dasar sebesar Rp 500 juta sebagai acuan, tapi ternyata minatnya sangat tinggi," ujar Ketua APSI, Budi Santoso, dalam sebuah wawancara usai lelang.

Pemilik Sapi yang Tak Percaya

Pemilik asli sapi, Ahmad Yani, seorang peternak skala kecil dari Garut, Jawa Barat, tampak tak percaya dengan hasil lelong yang diraih sapi kesayangannya. Ia mengaku sempat menangis saat mendengat sapi miliknya terjual dengan harga yang begitu fantastis.

"Saya bingung, saya tidak tahu harus berbuat apa. Sapi ini memang sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Saya merawatnya dengan penuh kasih selama lima tahun. Harga ini jauh di atas ekspektasi saya," ujar Ahmad yang masih terlihat syok.

Ahmad mengisahkan, ia membeli sapi tersebut dari peternak lain dengan harga hanya Rp 15 juta lima tahun lalu. Dengan perawatan yang intensif dan pemberian makanan berkualitas, sapi tersebut berhasil menjadi salah satu sapi perah terbaik di Indonesia.

Investasi yang Menggiurkan

Para ahli menilai, harga fantastis yang ditawarkan untuk seekor sapi ini menunjukkan bahwa peternakan sapi di Indonesia mulai dianggap sebagai investasi yang menjanjikan. Khususnya untuk sapi perah berkualitas tinggi yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah besar.

Dunia peternakan sapi memang semakin menarik perhatian investor kaya raya. Banyak pengusaha yang mulai masuk ke bidang ini dengan modal besar dan teknologi modern. Mereka tidak hanya melihat dari sisi produksi susu, tetapi juga dari nilai genetik yang bisa dijual dengan harga tinggi.

Dampak bagi Dunia Peternakan

Penjualan sapi dengan harga rekor ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi dunia peternakan di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyatakan akan mendorong semakin banyaknya peternak untuk mengembangkan sapi berkualitas tinggi.

Sejumlah peternak di berbagai daerah menyatakan terinspirasi dengan kisah sukses Ahmad Yani. Mereka berencana untuk meningkatkan kualitas sapi yang mereka pelihara agar memiliki nilai jual yang tinggi di pasar.

Sementara itu, pembeli sapi yang tidak mau disebutkan namanya mengaku akan menggunakan sapi tersebut sebagai indukan program pembiakan. Ia berencana untuk mengembangkan peternakan sapi perah skala besar dengan mengandalkan genetik unik dari sapi "Bunga Citra Lestari".

Dengan demikian, penjualan sapi dengan harga rekor ini tidak hanya memberikan keuntungan materiil bagi pemiliknya, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi perkembangan dunia peternakan sapi di Indonesia menuju yang lebih baik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter