30, 2026
Nasional

Puluhan Monyet Ekor Panjang Serbu Permukiman Warga di Bandar Lampung

Puluhan monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Pahoman di Bandar Lampung, mencari makanan. Warga melaporkan kemunculan monyet yang sering terjadi.]]>

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Puluhan Monyet Ekor Panjang Serbu Permukiman Warga di Bandar Lampung

Puluhan Monyet Ekor Panjang Serbu Permukiman Warga di Bandar Lampung

Puluhan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) melakukan serangan terkoordinasi terhadap permukiman warga di sekitar kawasan hutan lindung Gunung Rajabasa, Bandar Lampung. Aksi para primata tersebut telah menyebabkan kerugian materiil signifikan serta menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Warga setempat melaporkan bahwa serangan monyet ini terjadi secara berkala, terutama pada siang hari ketika sebagian besar warga sedang beraktivitas di luar rumah.

Kerusakan Material dan Ancaman Kesehatan

Koordinator kelompok warga setempat, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa kerusakan akibat serangan monyet ini semakin parah dalam beberapa pekan terakhir. "Para monyet ini tidak hanya mencuri makanan, tetapi juga merusak genting rumah, menarik kain gorden, dan merusak instalasi listrik," ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi, Kamis (15/9). Menurutnya, puluhan rumah di tiga kelurahan telah mengalami kerugian akibat aksi monyet-monyet tersebut.

Dokter hewan dari Dinas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung, drh. Siti Nurhaliza, mengingatkan bahwa monyet ekor panjang dapat menjadi vektor penyebaran beberapa penyakit berbahaya. "Monyet-monyet ini dapat menularkan virus seperti herpes B, rabies, serta berbagai parasit yang dapat menginfeksi manusia," kata drh. Siti. Ia menambahkan bahwa warga diimbau untuk tidak memberi makan monyet dan menjaga jarak aman jika bertemu dengan hewan-hewan tersebut.

Upaya Penanggulangan dan Respons Instansi Terkait

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Bandar Lampung telah membentuk tim khusus untuk menangani masalah ini. Kepala DLHK, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan berbagai upaya penanggulangan. "Kami sedang melakukan penelitian lokasi untuk memahami pola pergerakan monyet-monyet ini. Selain itu, kami juga akan memasang pencegah seperti pagar sementara di area permukiman yang sering diserang," ujarnya.

Pihak kepolisian juga telah memberikan penjagaan di beberapa titik kritis untuk mencegah konflik antara warga dan monyet. Kapolsek Rajabasa, AKP Hendra, mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau warga untuk tidak mengusir monyet secara langsung agar tidak menimbulkan konfrontasi. "Kami juga akan mengkoordinasikan dengan DLHK untuk menemukan solusi jangka panjang terkait masalah ini," tambahnya.

Faktor Pemicu dan Solusi Jangka Panjang

Para ahli lingkungan menyebutkan bahwa serangan monyet ini dipicu oleh beberapa faktor. Menurut Dr. Eko Budi Santoso, seorang primatolog dari Universitas Lampung, penurunan habitat alami dan semakin sedangnya sumber makanan di hutan adalah pemicu utama serangan monyet ke permukiman warga. "Ketika habitat alami terus terdegradasi dan populasi monyet meningkat, mereka akan mencari sumber makanan baru. Permukiman manusia dengan sumber makanan yang mudah menjadi target mereka," jelas Dr. Eko.

Untuk solusi jangka panjang, pemerintah kota direncanakan akan melakukan penanaman ulang pohon-pohon buah di sekitar kawasan hutan sebagai sumber makanan alami monyet. Selain itu, pembangunan koridor ekologi juga direncanakan untuk menghubungkan kawasan hutan yang terpisah akibat pembangunan pemukiman. "Kami juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak meninggalkan sampah terbuka dan tidak memberi makan monyet," tambah Budi Santoso dari DLHK.

Tanggapan Masyarakat dan Harapan Jangka Panjang

Warga setempat menunjukkan berbagai respons terhadap masalah ini. Beberapa warga mengeluh terus-menerus akan kerugian yang dialami, sementara ada pula yang sudah terbiasa dengan kehadiran monyet-monyet tersebut. "Kita sudah terbiasa, tapi tetap tidak nyaman. Anak-anak takut bermain di luar karena monyet-monyet ini bisa menyerang sewaktu-waktu," ujar Rina, salah satu warga yang rumahnya sering diserang monyet.

Diharapkan dengan berbagai upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait, masalah serangan monyet ini dapat segera teratasi. Solusi yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak diyakini dapat menciptakan harmoni antara kehidupan manusia dengan primata yang satu ini. "Kita harus ingat bahwa ini adalah masalah ekologi yang membutuhkan solusi ekologi juga, bukan hanya penindakan," kata Dr. Eko menutup perbincangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter