PSIM Bertandang ke Markas Persebaya, Jop van der Avert Ingin Ulangi Memori Manis Musim Lalu
Duel sengit antara PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya akan kembali tersaji dalam lanjutan kompetisi Liga 2. Laga tandang yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan depan menjadi sorotan utama, terutama bagi striker PSIM, Jop van der Avert. Pemain asal Belanda ini menegaskan hasratnya untuk mengulang kesuksesan musim lalu saat membawa timnya meraih hasil positif di markas tim berjulang Macan Putih.
Van der Avert menjadi salah satu pemain kunci PSIM musim lalu dengan torehan gol yang memukau. Performa apiknya seringkali menjadi penentu kemenangan tim, terutama saat melawan tim-tim besar. Meski harus bermain di kandang lawan, striker berusia 26 tahun ini optimistis bisa mengulang kesuksesan yang diraih musim sebelumnya.
Target Jelang Laga Krusial
"Persebaya adalah tim dengan sejarah dan basis penggemar yang luar biasa. Kita harus siap menghadapi tantangan berat," ujar Van der Avert dalam sesi pers jelang laga. Menurutnya, meskipun bermain di kandang lawan, PSIM tetap memiliki peluang untuk meraih poin penuh.
Striker yang sempat berkarier di Liga Indonesia musim lalu ini menyoroti pentingnya persiapan mental dan fisika yang prima. "Kita perlu memainkan sepakbola cerdas dan disiplin. Setiap detail akan menentukan hasil akhir," tambahnya.
Van der Avert mengaku telah mempelajari performa Persebaya musim ini. Menurut observasinya, tim asal Surabaya ini memiliki karakter permainan yang agresif di lini depan namun terkadang rentan di pertahanan. "Kita akan memanfaatkan setiap celah yang ada. Tapi yang terpenting adalah fokus pada permainan kita sendiri," pungkasnya.
Strategi PSIM untuk Hadapi Macan Putih
Pelatih PSIM, Widodo Cahyono Putro, menegaskan bahwa timnya telah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi laga tandang ini. Menurutnya, timnya tidak akan gentar bermain di markas lawan yang selalu ramai didukung ribuan pendukung.
"Kita tidak memandang remeh Persebaya. Mereka adalah tim tangguh dengan pemain berkualitas. Tapi kami juga memiliki kekuatan sendiri yang akan kami tampilkan di lapangan," ujar Widodo.
Strategi yang akan diterapkan PSIM menurut Widodo adalah dengan mengandalkan serangan balik cepat dan konsistensi dalam bertahan. "Kita akan coba mainkan sepakbola yang sederhana namun efektif. Kontrol bola bukan tujuan utama, tapi bagaimana kita bisa menciptakan peluang dari setek serangan," jelasnya.
Widodo juga menyorohkan pentingnya peran para pemain senior dalam membawa motivasi bagi pemain muda. "Pengalaman bermain di laga tandang seperti ini sangat berharga. Para senior harus bisa memimpin dan memotivasi rekan-rekan yang lebih muda," tambahnya.
Rekor Pertemuan dan Potensi Pemain
Dalam catatan pertemuan sejarah, Persebaya umumnya unggul atas PSIM. Namun dalam beberapa laga terakhir, PSIM berhasil meraih hasil imbang bahkan kemenangan saat bertandang. Data ini menjadi motivasi tersendiri bagi skuad PSIM untuk menunjukkan performa terbaik.
Selain Van der Avert, PSIM juga mengandalkan performa apik dari gelandang sekaligus kapten tim, Irfan Jaya. Kiprahnya di lengan tengah sering menjadi penentu jalang permainan tim. Irfan menegaskan bahwa seluruh pemain telah siap memberikan yang terbaik.
"Kita semua tahu tantangannya. Tapi kami juga percaya pada kemampuan tim. Semua pemain dalam kondisi fit dan siap berjuang," ucap Irfan.
Sementara itu, Persebaya dalam kondisi yang cukup memuaskan di papan klasemen. Dengan dukungan penuh suporter, tim asal Surabaya ini diyakini akan tampil maksimal untuk meraih kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri.
Laga antara PSIM dan Persebaya diprediksi akan berlangsung seru dan penuh drama. Dua tim yang sama-sama memiliki aspirasi tinggi pasti akan memberikan permainan terbaik untuk meraih kemenangan.
Komentar (0)